Sekjen PDIP: Jangan Beri Tempat Mereka yang Berpolitik Keji!

0
129

ORANYENEWS- Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristianto tak mampu menahan air mata saat menjelaskan sikap PDIP perihal pengembalian mandat Abdullah Azwar Anas sebagai cawagub di Pilkada Jawa Timur kepada PDI Perjuangan.

“Kami menangis, para ulama menangis,  ibu Megawati menangis. Kami tidak menyangka ada orang-orang yang menggunakan cara keji seperti ini, ” kata Hasto di kediaman Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Sabtu 6 Januari 2018.

Baca juga: Serangan Foto Masa Lalu Diduga Penyebab Azwar Anas Mundur

Hasto mengaku mengenal dengan baik sosok Azwar Anas sejak lama. Orang yang rajin ibadah, disiplin,  rendah hati,  dan ramah

PDIP dalam hal ini belum memikirkan apakah akan mengambil langkah hukum atau tidak,  yang pasti dia mengimbau dan mengajak kepada masyarakat, utamanya Jawa Timur untuk tidak memberikan tempat kepada pihak-pihak yang berpolitik dengan cara yang keji.

“Oleh karena itu kami belum memikirkan (langkah hukum). Mari mereka yang nenggunakan cara-cara yang keji ini, menggunakan cara yang tidak benar,  seharusnya tidak mendapatkan tempat,” katanya.

Meski begitu, PDIP menerima secara resmi pengunduran diri Abdullah Azwar Anas sebagai cawagub mendampingi Saifullah Yusuf.

“Karena itulah, secara resmi kami memang menerima itu (surat pengunduran diri) ,” katanya.

Berikut isi surat pengunduran diri Abdullah Azwar Anas:

Yth. Para Kiai, tokoh masyarakat, kawan-kawan seperjuangan, rekan-rekan pers yang membanggakan, dan seluruh masyarakat Jawa Timur, teristimewa masyarakat Banyuwangi yang sangat saya cintai.

Assalamualaikum Wr. Wb.

Melalui perenungan mendalam usai sholat Subuh hari ini, dengan memohon pencerahan dan kekuatan dari Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala dinamika yang terjadi, dengan ini saya menyampaikan beberapa hal.

Berbagai cobaan, godaan kekuasaan, penyuapan, bahkan cara-cara yang tidak manusiawi telah saya lalui dalam hampir dua periode memimpin Banyuwangi, dan alhamdulillah, saya bisa atasi dan masyarakat Banyuwangi memberi apresiasi atas kerja pelayanan saya dengan berbagai indikator perbaikan yang rigid dan terukur, seperti penurunan kemiskinan dan peningkatan pesat pendapatan per kapita rakyat.

Namun ketika saya berproses dalam pencalonan sebagai wakil gubernur, ada pihak-pihak yang menggunakan segala cara yang mengorbankan kehormatan keluarga saya, rakyat Banyuwangi dan Jawa Timur, serta para ulama dan sesepuh yang selama ini membimbing saya.

Untuk itu, demi tanggung jawab saya kepada masyarakat, bahwa menjadi pemimpin itu harus amanah, juga demi terwujudnya program-program kerakyatan partai dalam pembangunan untuk menyejahterakan rakyat Jatim, maka saya memberikan kembali mandat penugasan sebagai cawagub Jatim ke partai.

Saya sunguh mengucapkan terima kasih, kepada Ibu Megawati Soekarnoputri, keluarga besar PDI Perjuangan dan Nahdliyin yang telah memberi kepercayaan kepada saya. Ibu Megawati telah mengajarkan kepada kami semua untuk memegang teguh komitmen terhadap aspek-aspek kepemimpinan.

Akhir kata, saya tetap percaya bahwa mereka yang menggunakan politik segala cara akan diberikan keadilan oleh Allah SWT. Saya percaya ada nur-keadilan yang akan menerangi hamba Allah yang tidak sempurna ini.

Untuk selanjutnya, saya akan berjuang dengan segenap daya dan upaya, bersama-sama rakyat Banyuwangi, untuk mewujudkan kesejahteraan bagi semua sebagaimana telah berhasil kita jalankan dalam hampir delapan tahun terakhir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here