Murid Habib Rizieq Laporkan Ade Armando, “Tahu Hoaks Mengapa Diposting?”

0
684
Ade Armando.

ORANYENEWS- Jarimu harimaumu. Berhati-hatilah dalam memposting sesuatu di sosial media, karena semua akan ada implikasi hukumnya. Kali ini, dampak hukum tersebut diterima Dosen Universitas Indonesia, Ade Armando. Dia dilaporkan ke polisi karena memposting foto Imam Besar FPI mengenakan atribut Natal, seperti topi Sinterklas.

 

Pelapor Ade Armando adalah murid Habib Rizieq bernama Ratih Puspa Susanti. Merasa foto tersebut telah melecehkan gurunya, dia pun melaporkan Ade Armando ke kantor Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis 28 Desember 2017.

 

Ratih menduga Ade sengaja menghina Rizieq Shihab melalui media sosial Facebook dengan mengunggah foto Rizieq dan sejumlah ulama lain dengan diedit mengenakan atribut bernuansa Natal berupa topi sinterklas.

“Saya tidak terima, karena sangat melecehkan ulama,” tegas Ratih.

Ratih mengaku awalnya mengetahui informasi itu dari Novel Bamukmin pada Rabu 27 Desember 2017 kemarin. Saat ditemukan, dia menduga Ade Armando langsung menghapus foto yang diuploadnya tersebut.

Laporan Ratih diterima kepolisian dengan nomor laporan LP/1442/XII/2017/Bareskrim. Ade dilaporkan atas dugaan tindak pidana ujaran kebencian bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) sebagaimana diatur dalam Pasal 28 Ayat 2 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) juncto Pasal 156 KUHP.

Menanggapi laporan tersebut, Ade Armando mengaku bingung, pasalnya dia mengaku melengkapi keterangan bahwa foto tersebut adalah hoaks. “Saya mau bilang gini, kalau di status saya ada tulisan hoaks ya,” ujarnya.

Diketahui, Ade memposring foto tersebut pada pukul 23.44 WIB, 22 Desember 2017. Memang di caption foto tersebut tertulis “Its Hoax”.

Ade mengaku caption tersebut justru menjelaskan jika gambar yang diunggahnya hoaks. Dia menduga adanya kesalahpahaman pelapor yang tidak memahami konteks unggahannya tersebut.

Dalam kesempatan itu, Ade mengaku penasaran dengan alasan apa yang melatarbelakangi pelapor tersebut. Pasalnya, jika pelapor memiliki niat jahat, maka dirinya bisa menuntut balik, akan tetapi dia belum berpikir langkah tersebut.

Menghadapi gugatan tersebut, Ade mengaku tidak gentar dan siap memberikan keterangan yang sebenarnya kepada pihak kepolisian.

Jumat 29 Desember, Ratih menanggapi pernyataan Ade Armando soal foto tersebut hoax. Dia mengatakan, jika memang foto tersebut hoaks mengapa dia mengunggah ulang di akun sosial medianya. Dia meyakini, Ade Armando memiliki niat untuk melakukan penghinaan. Pasalnya, pada postingan-postingan sebelumnya, Ade sudah sering menghina ulama.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here