Fenomena Aksi Persekusi, Ditelanjangi, Dicukur Paksa, Hingga Dibakar

1
1280
Pasangan mesum ditelanjangi (foto: Ist)

ORANYENEWS- Persekusi atau tindakan masyarakat main hakim sendiri terhadap anggota masyarakat lain masih saja terjadi di Indonesia, sekalipun kampanye antipersekusi sudah marak. Terakhir, seorang wanita dipersekusi dengan dibotaki dan ditelanjangi, hanya karena dituding menggoda suami pelaku.

GODA SUAMI, SEORANG WANITA DIBOTAKI DAN DITELANJANGI

Seorang wanita di Aceh mendapat perlakuan persekusi karena dituding menggoda suami pelaku. Pelaku bersama teman wanita dan pria melakukan aksi persekusi dengan memotong rambut wanita tersebut secara acak, nyaris botak, dan memaksa wanita tersebut menanggalkan celananya di pinggir jalan, dan membiarkannya pulang hanya mengenakan kaos dan celana dalam saja.

Aksi persekusi di Aceh.

Bahkan, dengan bangganya pelaku yang mengenakan hijab itu memosting tindakan brutalnya tersebut di akun facebook Aisy Mutia pada 14 Desember. Di dalam keterangan statusnya tersebut, dia memaki wanita tersebut karena telah menggoda suaminya.

Sementara, tidak ada keterangan apa yang terjadi dengan sang suami yang disebut sang istri telah mendapat godaan dari wanita tersebut. Hingga kini, kasus tersebut belum dilaporkan ke kepolisian dan belum ada tindakan hukum terhadap aksi perskusi.

PASANGAN BURUH DITELANJANGI PAK RT

November 2017 lalu, Pak RT dan Pak RW dibantu beberapa warga melakukan aksi persekusi sepasang kekasih di  Cikupa. Keduanya bekerja sebagai buruh.

Pak RT dan beberapa warga menggeberek sebuah kosan yang ditudingnya tempat pasangan kekasih melakukan mesum. Keduanya ditarik, sang pria dipukuli dan hanya mengenakan celana dalam, sedangkan sang wanita juga turut ditelanjangi hanya mengenakan kaos dan celana dalam. Bahkan, di dalam video yang beredar, wanita tersebut juga dipaksa membuka bajunya sehingga dia hanya mengenakan celana dalam.

Baca Juga: Pak RT Otak Aksi Persekusi di Cikupa

Saat diperiksa polisi pasangan yang akan menikah itu membantah melakukan aksi mesum, sang wanita mengaku malam itu memesan nasi goreng kepada pacarnya dan minta dibawakan ke kosannya. Kemudian, saat penggerebekan terjadi keduanya tengah makan nasi goreng, pintu pun tidak ditutup total. Walau sudah dijelaskan, Pak RT yang sudah emosi main hakim sendiri, menuding telah terjadi aksi mesum di lingkungannya.

Pelaku pelecehan dan penganiayaan pasangan kekasih di Cikupa.

Polisi pun bertindak dan menangkap Pak RT dan sejumlah warga yang menjadi pelaku penganiayaan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan.

TUKANG SERVIS DIBAKAR, DITUDING CURI AMPLI MASJID

Agustus 2017, persekusi juga terjadi di Babelan, Bekasi, Jawa Barat. Seorang tukang servis dipukuli dan dibakar hidup-hidup, karena dituding telah mencuri ampli masjid di kawasan tersebut. Padahal, tudingan tersebut belum terbukti.

Tindakan sadis ini disaksikan banyak orang, bahkan juga pengurus musalla yang mengaku kehilangan ampli tersebut. Tapi, tidak ada yang coba menghentikan aksi main hakim sendiri itu.

Foto terduga pembakar terduga pencurian ampli musalla.

Salah satu dari dua orang yang ditetapkan sebagai pelaku, bahkan tidak tahu jika (alm) Zoya adalah pencuri ampli. Dia menduga, Zoya adalah pencuri motor. Tanpa tahu apa masalah sebenarnya, pelaku pengeroyokan malah main sendiri, dan membakar pelaku.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here