4 Cara Hindari Cekcok Rumah Tangga karena Uang

0
799
Ilustrasi pertengkaran suami-istri, (ist)

ORANYENEWS- Berbeda pendapat atau cekcok dalam rumah tangga adalah hal yang biasa. Tapi, jika tidak dapat dikelola dengan baik maka bisa berbuntut bahaya bagi keutuhan rumah tangga, bahkan jiwa salah satu pasangan. Salah satu buktinya, salah seorang suami di Karawang, Jawa Barat, berinisial MK tega menghabisi nyawa istrinya, SA, memutilasi tubuhnya, membakar dan membuangnya di tiga tempat berbeda. Penyebabnya adalah pertengkaran masalah keuangan rumah tangga.

Salah satu studi menyebutkan bahwa 80 persen penyebab pasangan rumah tangga bercerai pada usia 30 tahun adalah karena masalah keuangan. Dalam studi lain disebutkan bahwa pasangan rumah tangga, dimana wanita berperan aktif dalam mengelola keuangan keluarga lebih cenderung bahagia. Pasangan tersebut menyelesaikan masalah keuangan keluarga dengan bersepakat bersama dalam pengeluaran, tabungan, dan perencanaan keuangan.

Baca Juga: Suami Mutilasi Istri karena Merongrong Minta Mobil

Ketidaksepakatan tentang keuangan keluarga di semua tingkatan, penyebabnya yang terbanyak bukan karena kurangnya pendapatan. Justru lebih banyak uang menjadikan lebih susah untuk menetapkan dan memastikan batas pengeluaran uang. Pertengkaran mengenai keuangan keluarga sering kali terjadi karena adanya perbedaan harapan. Seseorang mungkin percaya bahwa gemar menabung dan berhemat adalah satu-satunya cara untuk merasa aman secara finansial, sementara pasangannya mungkin merasa mengeluarkan uang agar dapat memiliki barang-barang yang mereka perlukan adalah cara paling efektif untuk bersiap bagi masa depan.

Lalu, bagaimana caranya untuk menyelesaikan masalah? Cara terbaik untuk mencapai kesepakatan bersama adalah dengan berkomunikasi dan berkompromi. Tanpa dua elemen ini, pertengkaran tentang uang dapat dengan cepat merusak rasa percaya dalam pernikahan.

Baca Juga: Daftar Suami Sadis Pemutilasi Istri

Berikut saran-saran untuk membantu mencegah masalah keuangan menjadi ganjalan dalam hubungan rumah tangga, yang dikutip dari tulisan seorang psikolog keluarga berpengalaman 35 tahun dan penulis buku, Lynn Scoresby:

Jangan hanya fokus pada jumlahnya

Problem keuangan keluarga biasanya gejala awal dari masalah lainnya. Solusinya, lihat penyebab awalnya agar dapat menyelesaikan masalah di masa depan. Anggapan yang salah dan keliru jika mereka bisa menghasilkan lebih banyak uang, masalah keuangan mereka akan lenyap. Justru, dalam kebanyakan kasus, manajemen keuangan yang buruk hanya akan menjadi semakin parah dengan lebih banyak uang alih-alih menjadi lenyap.

Jangan tukar cinta Anda dengan barang mewah

Sikap boros dan hutang dapat menimbulkan stress dan konflik yang berujung rusaknya sebuah mahligai keluarga. JANGAN BIARKAN CINTA MATERI MENJADI LEBIH PENTING DARIPADA MENCINTAI PASANGAN ANDA. Kadang banyak orang mengembangkan rasa bergantung ke barang-barang karena mereka sulit mempercayai orang lain. Elemen penting dari manajemen keuangan yang berhasil adalah mampu merasa nyaman ketika dalam keadaan rentan.

Jangan membeli yang tidak perlu agar dapat merasa puas

Banyak orang sering membeli barang-barang untuk mengisi kebutuhan emosional dalam hidup mereka. Sayangnya, kebutuhan ini tidak dapat dipenuhi dengan lebih banyak harta benda, sehingga itu menjadi lingkaran setan, yaitu semakin banyak membeli, semakin merasa kurang puas.

Kenali kebutuhan Anda untuk rasa percaya diri, rasa hormat, atau kasih dan temukan cara-cara sehat untuk memuaskannya. Pelajari keterampilan baru atau luangkan lebih banyak waktu dan energi ke dalam hubungan Anda. Kegiatan-kegiatan seperti ini akan membantu Anda merasa lebih puas tanpa mengharuskan Anda mengeluarkan uang yang mungkin tidak Anda miliki.

Jangan berasumsi sistem keuangan Anda sekarang baik bagi pasangan Anda

Tiap orang punya sejarah dan hubungan emosional mereka sendiri dengan keuangan. Tingkat kenyamanan pasangan Anda mengenai keuangan, pengeluaran dan menabung mungkin sangat berbeda dengan Anda.

Bahaslah dengan pasangan Anda untuk mencari tahu pendapat dia tentang pengaturan keuangan Anda saat ini. Hanya karena Anda senang dengan keadaan sekarang bukan berarti pasangan Anda merasakan hal yang sama. Berkompromilah dan membuat perubahan agar Anda berdua dapat merasa bahagia dan nyaman dengan situasi keuangan keluarga Anda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here