Mengejutkan! Ini Pengakuan Suami Sadis Pemutilasi Istri Cantik di Karawang

3
1195
SA, istri cantik korban mutilasi (foto: instagram)

ORANYENEWS- Mengejutkan! Itu mungkin kata yang tepat untuk menggambarkan pengakuan pelaku mutilasi seorang wanita muda di Karawang, yang tak lain adalah suaminya sendiri berinisial MK, berusia 23 tahun.

Peristiwa bermula saat ditemukannya jasa wanita tanpa kaki dan kepala yang terbakar di Ciranggon, Majalaya, Karawang, Jawa Barat. Setelah diselidiki, jasad tersebut adalah wanita cantik bernama Siti Saidah alias Sinox alias Nindy, alias Desi Wulandari, berusia 21 tahun.

Baca Juga: Ini Isi Surat Curhat Istri Canti di Karawang sebelum Dibunuh dan Mutilasi Suami

Di tengah penyelidikan, seorang suami bernama M Kholili bin Entong (23) alias MK mengaku kepada polisi bahwa dirinya telah kehilangan istri. Polisi pun langsung menelusuri keterangannya dan mendapati keterangan yang janggal. Saat itu polisi curiga, bahwa kehilangan istri hanyalah alibi belaka.

BACA JUGA: DAFTAR SUAMI SADIS, MUTILASI ISTRI DIBAKAR HINGGA DIMASAK

SA, Korban Mutilasi suaminya sendiri (foto: facebook).

Begitu kata Kapolres Karawang, AKBP Hendy F Kurniawan kepada media dalam keterangan tertulisnya. Setelah dikejar terus keterangan MK yang janggal tersebut, akhirnya dia mengakui perbuatan telah membunuh istri, kemudian memutilasi, dan membakarnya.

Dia pun kemudian menunjukkan di mana sisa potongan tubuh sang istri, yang dibuang ke tiga tempat yang berbeda, yaitu di wilayah Curug Cigentis, Lojo, dan Pangkalan, Karawang.

Saat diwawancara wartawan di kantor polisi, MK pun menceritakan motif mengapa dirinya menghabisi istri cantik yang sudah dinikahi sejak tahun 2015 itu. Dia berdalih perbuatannya dipicu rasa sakit hati yang dialaminya. Dalam pengakuan MK, korban semasa hidup sering meminta barang mewah, dan kerap kali menghina orangtuanya.

Kemudian, pada Senin 4 Desember, kekesalannya pun memuncak hingga terjadi cekcok di antara kedua di kontrakan yang mereka tempati. Saat itu, dipicu permintaan korban (SA) yang meminta dibelikan mobil dan mengancam cerai jika permintaan tidak dipenuhi.

Cekcok pun terjadi, saat itu MK menyebut SA menghina ibunya yang tidak dapat menjaga cucunya dengan baik. MK pun naik pitam dan memukul korban dengan sisi samping telapak tangan. Dia menyebut, kemudian korban tersungkur hingga kepalanya tersungkur ke lantai, dan korban tak sadarkan diri. Dia panik, kemudian mengecek ternyata istrinya sudah tidak bernafas lagi. Dalam kondisi panik, MK pun awalnya menyembunyikan jasa istrinya di ruang tengah kontrakan. Saat itu, MK mengaku mengingat wajah anak semata wayangnya yang dititipkan kepada orangtuanya di Bogor.

Dalam kondisi kalap dan ketakutan aksinya diketahui, dia pun nekat memutilasi korban dan membuang mayat istrinya di tempat berbeda untuk menghilangkan jejak.

MK juga menuding sejak menikah tahun 2015 lalu seringkali mendapat perlakuan tidak menyenangkan, hingga dirinya harus mengerjakan pekerjaan rumah karena sang istri sering bepergian dan main ponsel di rumah.

Entah benar atau tidak pengakuan MK, yang pasti keterangan tersebut tidak bisa dibantah sang istri yang sudah tewas secara sadis di tangan suaminya sendiri.

SHARE

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here