Benjolan Bakpao Setnov Menghilang, Kemana Perginya?

Setya Novanto bersih dari benjolan bakpao.
Setya Novanto bersih dari benjolan bakpao.

ORANYENEWS- Tersangka kasus suap proyek e-KTP Setya Novanto untuk pertama kalinya diperiksa setelah ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa 21 November 2017. Yang unik, kini Setnov tampak lebih segar dan tak ada sama sekali benjolan sebesar bakpao di wajah Setnov?

Penampilan Ketua Umum Partai Golkar yang akan diganti itu pun menjadi pembicaraan di kalangan media massa. Di antaranya media online detik, portal tersebut menurunkan dua buah berita foto yang menampilkan foto Setya Novanto saat pertama kali dibawa KPK dengan foto pertama kali diperiksa KPK yang memiliki perubahan signifikan di wajahnya.

 

Tak sampai di situ, media ini juga menurunkan artikel dengan mewawancarai Kepala Program Studi Ilmu Kdokteran Fisik dan Rehabilitasi Fakultas Universitas Padjajaran, dr Irma Ruslina Defi. Dokter menjelaskan perihal berapa lama sebuah benjolan bisa menghilang, terkait tidak adanya benjolan sebesar bakpao di wajah Setnov.

Kata dokter Irma, sebuah benjolan di kepala dapat sembuh tergantung dari penyebabnya. Benjolan terjadi, bisa disebabkan trauma atau karena pertumbuhan yang tidak wajar, alias tumor.

Jika tumor, maka jalan satu-satunya adalah harus dilakukan operasi pengangkatan. Tapi, jika hanya trauma tidak perlu melakukan operasi. Cukup dengan melakukan RICE atau kepanjangan dari rest atau istirahat, ice atau es, compression atau dikompres, dan elevation atau elevasi.

Lalu, proses sebuah benjolan menyusut juga tergantung dari berapa luas dan besarnya benjolan tersebut. Jika diameternya kecil atau 3cm dia memastikan dengan cara dikompres es selama tiga hari benjolan tersebut akan mengecil dan hilang.

Setya Novanto

Jika ukuran benjolannya berdiameter besar sekira 10-20 cm, maka akan membutuhkan waktu yang lebih lama. Apalagi jika benjolan lokasinya tak jauh dari pembuluh darah.

Diketahui, Fredrich Yunadi, pengacara Setya Novanto, mengklaim pengacaranya terlibat kecelakaan tunggal saat hendak menyerahkan diri ke KPK, dalam kecelakaan tersebut kliennya pingsan, berdarah, dan mengalami benjol sebesar bakpao di kepalanya. Bahkan, kata Fredrich diagnosa awal dokter menyebut ada kemungkinan gegar otak.

Jadi, menurut Anda apakah benar yang disampaikan pengacara dengan fakta yang sebenarnya? Silakan Anda yang menilai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here