Kejanggalan Kecelakaan “Tabrak Tiang Listrik” Setya Novanto

ORANYENEWS- Kecelakaan tunggal terjadi pada mobil yang ditumpangi Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto. Tersangka kasus proyek e-KTP untuk kedua kalinya ini mengaku hendak mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), setelah menghilang dari rumahnya saat hendak dijemput KPK. Tapi, banyak pihak yang mempertanyakan sejumlah kejanggalan-kejanggalan dalam kecelakaan “tabrak tiang listrik” tersebut.

Beberapa kejanggalan tersebut justru muncul dari mulut pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi saat pertama kali memberikan informasi kepada wartawan di Rumah Sakit Medika, Permata Hijau, Jakarta Selatan.

 

setnov benjolSaat itu, Fredrich menyatakan bahwa telah terjadi kecelakaan terhadap klilennya Setya Novanto saat perjalanan “menyerahkan diri” kepada KPK. Akibat kecelakaan tersebut, Setya Novanto mengalami pingsan dan dibawa ojek ke rumah sakit. Saat itu, kata Fredrich kondisi Setya Novanto berdarah di bagian kepala dan mengalami benjol besar di kepala bagian kanan dan kirinya.

Usai pernyataan Fredrich kepada media massa ini, sejumlah kejanggalan pun mulai muncul, antara pernyataan dengan fakta, pasalnya tak lama setelah itu muncul foto Setya Novanto di dalam ruang perawatan rumah sakit.

Berdarah dan Benjol Sebesar Bakpao
Pertama, kejanggalan muncul mengenai kondisi Setya Novanto yang berdarah dan mengalami benjol di kepala sebesar bakpao di bagian kepala kanan dan kirinya. Dari dua foto yang beredar, yaitu saat Setnov masih mengenakan kemeja putih dan saat mengenakan baju pasien, tidak terlihat sama percikan darah di kemeja putih Setya Novanto. Kemudian juga, tidak terlihat benjolan sebesar bakpao di kepala kanan dan kirinya. Di dalam foto hanya terlihat kepada Setya Novanto yang diperban di bagian kiri, itu pun tidak ada benjolan sebesar bakpao.

Kedua foto ini juga dikonfirmasi Wakil Ketua Dewan Pakar DPP Partai Golkar Mahyudin. Dia mengungkapkan, saat dirinya menjenguk Setnov, tidak terlihat adanya benjolan di kepala sebesar bakpao sebagaimana diucapkan pengacara Fredrich.

Pingsan dan dibawa Ojek
Kedua, kejanggalan lainnya yaitu keterangan Fredrich bahwa kliennya pingsan dan dibawa dengan ojek juga dengan cepat terbantahkan.

Seorang saksi mata di lokasi bernama Miftahul menceritakan, dia melihat sebuah mobil seperti menghindari sesuatu, kemudian bunyi brak. Dia pun mencoba membantu, dan dia dapati ada tiga orang penumpang di dalamnya, satu orang yang mengalami luka, walau dia tidak tahu persis seperti apa lukanya. Lalu, kemudian Setnov dibawa dengan sebuah mobil. Tapi, dia menegaskan saat itu kondisi Setya Novanto sadar, dan tidak pingsan. “Enggak, enggak pingsan. Sadar kok,” katanya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, bahwa Setnov diantar ke RS Media Permata Hijau menggunakan mobil, bukan ojek sebagaimana disebutkan pengacara Setya Novanto. Kendaraan roda empat tersebut berada tidak jauh di belakang mobil Setnov.

“Di belakang mobil Pak Setnov ada mobil lain yang membantu membawa ke rumah sakit,” ucap Argo.

Dalam kesempatan itu juga Argo mengaku tidak menemukan adanya bercak darah di lokasi kejadian.

Hanya Setnov yang Luka
Ketiga, yaitu kejanggalan bahwa hanya Setya Novanto mengalami luka-luka, padahal dia duduk di tengah, sedangkan pengemudi, yaitu kontributor MetroTV Hilman dan Reza, asisten pribadi Setnov tidak mengalami luka apapun.

Akan tetapi, pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, menyebut bahwa keduanya mengalami luka-luka, tapi tidak separah Setya Novanto. “Jika lihat ringseknya mobil, kamu tidak akan percaya penumpangnya selamat,” kata Fredrich

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra memastikan korban dari kecelakaan tersebut hanya satu orang, yakni Setnov. Hilman mengakui dalam pemeriksaan tersebut bahwa Setnov terlihat bengong dan linglung serta mendapatkan beberapa luka memar di bagian atas kening dan memar di siku tangan kiri dan kanan.

Sementara, dua orang yakni Hilman dan Reza yang berada di bagian depan sehat walafiat.

Mengapa Kaca Mobil Kiri Pecah?
Keempat, Kejanggalan lainnya adalah kaca mobil yang pecah ada di sebelah kiri mobil, sementara objek yang ditabrak di sebelah kanan jalan.

Kasatlantas Jakarta Selatan AKBP Edi Suroso menduga kaca pecah di bagian kiri mobil karena terbentur kepala Setnov saat kejadian tersebut. Setnov yang duduk di kursi bagian kiri diduga terpelanting atau terbentur kencang saat itu.

“Bisa jadi (kaca pecah bagian kiri) karena terbentur oleh korban ya, tapi ini mungkin loh ya, masih mungkin,” ujarnya. Edi menduga, penggunaan sabuk pengaman dalam mobil menjadi alasan tidak terlukanya pengendara dan penumpang mobil di bagian depan.

Bisa jadi keduanya menggunakan sabuk pengaman makanya aman-aman saja. Nah Pak Setnov yang di belakang tidak menggunakan sabuk pengaman makanya dia terluka,” tuturnya.

Posisi mobil saat kecelakaan dalam posisi lurus menabrak tiang. Sementara itu di sisi kanan trotoar adalah sebuah kali.

Tiang listrik tersebut tetap berada di posisinya dan hanya sedikit miring tanpa adanya kerusakan berarti. Jika mobil dalam kecepatan tinggi, maka tiang itu akan turut rusak.

Dari hasil olah TKP, polisi belum bisa memastikan keberadaan bekas rem yang di sekitar jalan tersebut. Wadirlantas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Kingkin Winisuda mengaku belum melihat bekas rem pada jalur kecelakaan.

“Dipastikan untuk kecelakaan lalu lintas tunggal (ada bekas rem). Namun yang ada di TKP adanya bekas-bekas tumburan atau tabrakan,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Kingkin sendiri belum dapat memastikan apakah airbag mobil berfungsi atau tidak saat kejadian tersebut. Polisi masih perlu mendalami keterangan dari saksi ahli dalam menyelidiki kecelakaan tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here