Sosok Pak RT, Otak di Balik Pelecehan Pasangan Diduga Mesum di Cikupa

Pelaku pelecehan dan penganiayaan pasangan kekasih di Cikupa.

ORANYENEWS- Aksi main hakim sendiri disertai dengan penganiayaan dan pelecehan di CIkupa, Tangerang, berbuntut panjang. Sebanyak empat orang tersangka, termasuk Ketua RT dan RW ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan dan pelecehan.

Dari hasil penyelidikan polisi, Ketua RT07/RW03 berinisial T diduga berperan sebagai provokator yang mengajak warga melakukan penggerebekan, penganiayaan hingga pelecehan terhadap pasangan kekasih R (28) dan M (20).

Baca Juga: Detik-Detik Penggebekan Dua Sejoli Saat Makan Nasi Goreng di Cikupa

Ketua RT yang berlokasi di Kelurahan Sukamulya, Kecematan Cikupa, Kabupaten Tangerang, tersebut sudah pernah menangani kasus yang sama, dan dalam penanganan sebelumnya, dia hanya menikahkan kedua muda-mudi tersebut.

Menurut salah satu warga yang tak mau disebutkan namanya, dulu pernah juga terdapat kejadian serupa (penggerebekan pasangan mesum),. Akan tetapi, saat itu hukumannya pasangan sejoli itu langsung dinikahkan dengan uang kas RT. Kemudian, Pak RT tersebut bernazar jika ada kejadian serupa, dia akan telanjangi.

Pak RT berinisial T itu memang merupakan warga yang cukup memiliki pengaruh di kampung tersebut. Dia sudah pernah meletakkan jabatannya sebagai Ketua RT, akan tetapi tidak ada warga yang mau mengganti dirinya.

BACA JUGA: Viral Video Pasangan Mesum Ditelanjangi di Cikupa

Penjual makanan yang berjualan tidak jauh dari kontrakan korban mengungkapkan, Pak RT sebenarnya adalah orang yang biasa saja. Dia menduga, bisa jadi Ketua RT tersebut tengah emosi sehingga melakukan penganiayaan dan pelecehan. Karena sosoknya disegani, maka tidak ada warga yang berani untuk menghentikan aksi penganiayaan tersebut.

Kapolresta Tangerang AKBP Sabibul Alif mengungkapkan, sejauh ini kepolisian telah menangkap empat orang yang merupakan aktor intelektual penganiayaan dan pelecehan kepada R (28) dan M (20). Di antaranya, terdapat Ketua RT dan Ketua RW.

Pasangan mesum ditelanjangi (foto: Ist)

Dalam peristiwa tersebut, warga menggerebek, menganiaya, menelanjangi, dan mengaraknya ke rumah Ketua RW. Kemudian, sebagai Ketua RW bukannya bertindak sesuai hukum dengan menghentikan penganiayaan, malahan mempersilakan warga untuk memfoto, bahkan selfie dengan pelaku yang dalam kondisi ketakutan.

Dengan aksinya tersebut, keempat pelaku akan dijerat dengan pasal 170 KUHP tentang melakukan kekerasan secara bersama-sama di ruang public dan pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 9 tahun.

Sekedar diketahui, Sabtu 11 November 2017, pukul 23.30 WIB telah dilakukan sebuah penggebekan terhadap sebuah kos-kosan buruh pabrik, yang menurut warga telah melakukan perbuatan mesum. Belum diketahui kebenarannya, warga langsung mengarak pasangan kekasih, seorang gadis berinisial M berusia 20 tahun, dan seorang pemuda berinisial R berusia 28 tahun. Kemudian, keduanya ditelanjangi di depan sebuah ruko, di pinggir jalan. Sang pria, dibiarkan hanya bercelana dalam. Sedangkan sang wanita diarak hanya mengenakan kaos dan celana dalam g-string. Pria tersebut, beberapa kali dipukuli, melihat hal tersebut, M meminta tolong agar pemukulan dihentikan.

Bukannya didengarkan, M malah mengalami penganiayaan dengan dijambak rambutnya, kemudian kaosnya dibuka, sehingga dia hanya mengenakan celana dalam saja. Saat itu, dia berteriak-teriak minta tolong, memohon agar pelecehan ini dihentikan, tapi tidak digubris. Malah sang kekasih,R, dalam kondisi babak belur mencoba meraih kaos yang tergeletak, untuk menutupi tubuh sang pacar.

Warga lain hanya mengabadikan kejadian itu dengan ponselnya masing-masing, tanpa ada yang menolong dan menghentikan penganiayaan. Kemudian keduanya dibawa ke rumah Ketua RW.

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here