Anaknya Diisukan Cawagub Kafir, Amien Rais: Cebong-cebong Silakan ke Laut!

Poster JR Saragih dan Mumtaz Rais. (foto: Ist)

ORANYENEWS- Hari ini viral kabar bahwa putra Amien Rais, Mumtaz Rais disandingkan dengan Bupati Simalungun Jopinus Ramli Saragih sebagai calon wakil gubernur di Pilkada Gubernur Sumatera Utara yang akan berlangsung 2018.

Kabar ini pun sontak menuai komentar banyak pihak, pasalnya Amien Rais di DKI Jakarta sangat getol menyuarakan antipemimpin kafir, yaitu Basuki Tjahaja Purnama. Akan tetapi, mengapa justru anaknya bersanding dengan calon gubernur dari agama non muslim.

Salah satu komentar datang dari Ruhut Sitompul, politikus Partai Demokrat. Dia berkomentar di akun twitternya beberapa jam lalu, berikut komentarnya:

Ruhut Sitompul‏ @ruhutsitompul

Ha ha ha inilah Politik 2+2= tidak selalu 4 tapi bisa 7-8 atau 9 hasilnya, Contoh AR Anaknya Calon Wakil Gubernur boleh berpasangan dengan Calon Gubernur yang KAFIR di SUMUT “Tuhan ma’afkan Dia karena tidak tau apa yang AR perbuat” aaaaaaamin MERDEKA.

Diterjang isu anaknya jadi calon wakil gubernur non muslim membuat Amien Rais berang, dia pun memberikan pernyataan melalui video dan disebarkan di sosial media untuk mengklarifikasi isu tersebut. Berikut bantahan Amien Rais:

Orang Yogya (disebut-sebut) mau ikut Pilkada di Sumut, itu ketemu berapa perkara. Sudah gitu jadi (calon) wakil gubernur (Sumut), tidak tahu ahli batak, masalah di Sumatera Utara.

Jadi mohon maaf, yang menyebarkan isu tersebut mohon bertobatlah.

Mumtaz (Rais) sendiri kaget sekaget-kagetnya, jadi tolong semoga ini menghilangkan simpang siur. Buat saya ini penghinaan, seolah-olah kalau Mumtaz dijadikan calon gubernur, seperti kata media massa, Amien Rais sumringah sekali.

Cebong-cebong tidak punya tanggung jawab, selamat jalan cebong, silakan pergi ke laut!

Bantahan serupa juga disampaikan Sekjen Partai Amanat Nasional Eddy Soeparno kepada media, Senin 13 November 2017. Dia menegaskan bahwa di dalam internal PAN tidak ada pembahasan untuk mencalonkan JR Saragih berpasangan dengan Mumtaz Rais. Menurutnya, proses penetapan calon dimulai dari usulan dari DPW, kemudian diberikan rekomendasi kepada DPP. Calon pun harus memiliki criteria tertentu, seperti mumpuni dan memiliki visi-misi yang sejalan dengan platform Partai Amanat Nasional (PAN).

Eddy juga menegaskan bahwa nama-nama yang direkomendasikan DPW PAN Sumut tidak terdapat nama JR Saragih juga Mumtaz Rais untuk diusung di Sumut.

Bagi Eddy, berita hoax ini diduga dilakukan secara sengaja untuk menyerang pribadi Amien Rais, terkait dengan Pilgub DKI beberapa waktu lalu.

Diketahui, sebuah media online di Sumatera Utara, menurunkan sebuah berita mengenai duet JR Saraih dan Ahmad Mumtaz. Narasumber berita tersebut adalah Direktur Eksekutif DPD Partai Demokrat Sumut, Silverus Bangun. Dia membenarkan bahwa JR Saragih akan tandem dengan putra Amien Rais, Ahmad Mumtaz Rais.

Dalam wawancara Hetanews dengan Silverus Bangun disebutkan alasan menggandeng Mumtaz Rais, karena keduanya memiliki pemikiran yang sama.

“JR Saragih dan Mumtaz Rais memiliki kesesuaian pemikiran dan cita-cita menghadirkan Semangat Baru di Sumatera Utara,” tulisnya saat dikonfirmasi hetanews via WhatsApp (WA), Kamis 9 November.

Selanjutnya, JR Saragih dan Ahmad Mumtaz Rais dari PAN akan menunggu keputusan partai. DPD Partai Demokrat Sumatera Utara (Sumut) sebelumnya telah melakukan komunikasi politik dengan PAN.

Dari komunikasi yang dilakukan, Partai Demokrat Sumut optimis jika PAN akan ikut mendukung JR Saragih.

Partai Demokrat provinsi Sumut hanya memiliki 14 kursi dan PAN yang memiliki 6 kursi dinilai telah mencukupi syarat dukungan untuk menjadi pasangan calon dalam Pemilihan Gubernur Sumut (Pilgubsu) tahun 2018.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here