Jumlah Pegawai Bank Turun Setelah Sejumlah Retail Tutup, Ada Apa?

Pegawai Bank.

JAKARTA- Ada apa dengan perekonomian Indonesia? Setelah sejumlah perusahaan retail ternama gulung tikar, kini jumlah karyawan di bidang perbankan tengah menurun. Ada apa dengan dunia perbankan?

Melirik data September 2016-September 2017, tercatat jumlah karyawan di sejumlah bank mengalami penurunan. Jumlahnya bervariasi, dari yang jumlahnya puluhan hingga mencapai ribuan orang.

Menurut laporan keuangan sejumlah bank pada September 2017, tercatat jumlah pegawai PT Bank Danamon Tbk mengalami pengurangan jumlah karyawan, dari 32.662 orang pada tahun 2016, September 2017 hanya 30.226, itu artinya sebanyak 2.436 orang tidak lagi bekerja di Bank Danamon dan anak usahanya.

Pegawai bank BRI

Begitu juga dengan PT Bank OCBC NISP Tbk pada tahun lalu, tercatat 6.874 pegawai, pada tahun ini berkurang menjadi 6.511, total 363 orang tidak lagi bekerja di bank tersebut.

PT Bank CIMB Niaga Tbk tahun lalu jumlah pegawainya 13.069, tahun ini 12,981. Terjadi pengurangan 88 orang karyawan.

Selanjutnya, PT Bank Bukopin Tbk pada tahun lalu jumlah karyawannya mencapai 6.127 orang, tahun ini hanya tersisa 5.974, sebanyak 153 orang sudah tidak lagi bekerja di bank tersebut.

Jika ditotal maka, dari empat bank tersebut tercatat 3.040 orang sudah tidak bekerja lagi pada bank tersebut.

Aviliani, Pengamat ekonomi mencoba menjelaskan mengenai fenomena pengurangan pegawai di dunia perbankan. Menurutnya, pengurangan jumlah pegawai merupakan langkah efisiensi dan itu adalah hal yang wajar.

DIa mengatakan gaji pegawai bank itu cukup besar, dan kini sudah ada branchless banking dan teknologi. “Di dunia, ini adalah hal yang wajar,” katanya.

Dalam kesempatan berbeda, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) menjelaskan, pihaknya tahun depan tak akan menambah mesin ATM dan kantor cabang.

Putrama Wahju Setiawan, Direktur Bisnis Menengah PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), beralasan banyak nasabah lebih menyukai transaksi yang praktis dan mudah menggunakan teknologi. Contohnya, banking, mobile banking hingga SMS banking. Selain itu juga mulai digalakkannya lesscash society atau gerakan nasional non tunai.

Sebab itu, pihaknya saat ini tengah melakukan efisiensi, dengan strategi memaksimalkan jaringan ATM Link milik Himbara atau Himpunan Bank-Bank milik negara, agar dapat dimanfaatkan pada nasabah antar bank BUMN.

Dia melanjutkan, Bank juga akan melakukan pembaruan mesin dan sistem ATM agar teknologi tidak ketinggalan zaman.

Kini, ATM tidak hanya sebagai vending machine uang, akan tapi untuk mesin setor tunai. Pihaknya harus upgrade semuanya agar tidak ketinggalan dengan yang lain. Kini mesin ATM BNI adalah 17.557 unit.

Lain itu, pihaknya juga tidak memiliki rencana untuk menambah kantor cabang terlalu banyak. Pihaknya hanya memberdayakan dan memaksimalkan kinerja cabang yang ada.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here