Firasat Keluarga Korban Pabrik Petasan, Mimpi hingga Tingkah Aneh

0
1000

BERMULA dari api las yang menyambar bahan baku petasan di sebuah pabrik di kawasan Duri Kosambi, Tangerang, mengakibatkan terjadinya api yang langsung membesar dengan cepat. Sekira 103 pekerja di pabrik tersebut panik, lari berhamburan, mencoba menyelamatkan diri. Ada yang selamat, banyak juga yang tidak selamat. Tercatat 49 orang meninggal dunia dari peristiwa tersebut.

Peristiwa yang mengenaskan itu menimbulkan banyak cerita yang menyedihkan, ada yang terinjak-injak, ada yang tersambar api, dan banyak juga rekannya yang tubuhnya hangus terbakar hingga sulit untuk dikenali.

BACA JUGA: CERITA MENGERIKAN PEKERJA BERLARIAN MENYELAMATKAN DIRI

Menteri Tenaga Kerja dan Transmograsi saat kunjungi pabrik lokasi kebakaran.
Menteri Tenaga Kerja dan Transmograsi saat kunjungi pabrik lokasi kebakaran.

Dari peristiwa tersebut, banyak juga firasat yang didapatkan keluarga sebelum peristiwa besar tersebut. Ada keluarga yang mendapatkan firasat berupa mimpi, ada juga tingkah laku korban yang aneh sebelum berangkat kerja.

ISTRI MIMPI LIHAT BANYAK ORANG BERPAKAIAN PUTIH

Namanya adalah Said, dia adalah warga Dadap, Tangerang yang belum lama dipindahkan ke pabrik tersebut untuk membantu produksi petasan PT Panca Buana Cahaya Sukses, selama beberapa pekan terakhir. Dalam peristiwa itu dia menderita luka bakar di bagian lengan saat mencoba menyelamatkan diri. Tiga orang rekannya, tidak berhasil menyelamatkan diri dan tewas dalam peristiwa tersebut.

Said mengaku, dua hari sebelum kejadian istrinya mendapatkan mimpi bertemu orang-orang banyak dengan memakai pakaian putih semua. Said yang mendapatkan cerita istrinya itu awalnya hanya mengiyakan saja, dan menganggap hanya mimpi biasa saja, hingga akhirnya peristiwa itu terjadi, ternyata itu adalah firasat bahwa teman-temannya bakal berkain kafan atau meninggal dunia.

BACA JUGA: EMPAT PELANGGARAN PEMILIK DAN PENGELOLA PABRIK PETASAN

CIUM TANGAN DUA KALI DAN SENYUM TERAKHIR

Tuti (35) menceritakan bagaimana firasat sebelum peristiwa terjadinya kebakaran pabrik petasan. Anaknya bernama Surnah (14), adalah karyawan pabrik tersebut sudah sebulan lamanya. Pagi itu, sebelum berangkat kerja, Surnah sempat mengeluhkan sakit kepala kepada orangtuanya. Tuti pun meminta anaknya tidak usah berangkat kerja pada hari itu.

47 korban meninggal dunia dalam ledakan pabrik mercon duri kosambi
47 korban meninggal dunia dalam ledakan pabrik mercon duri kosambi

Tapi, Surnah tetap bersikeras untuk berangkat kerja. Dia hanya meminum obat warung untuk menghilangkan sakit di kepalanya. Kemudian, dia berangkat kerja dengan berjalan kaki, karena lokasi pabrik hanya sekira 100 meter dari rumahnya.

Saat hendak pergi kerja, tak biasanya Surnah mencium tangan ibunya hingga dua kali, dan kemudian tersenyum manis kepada ibunya. Tak disangka Tuti, bahwa itu adalah senyum terakhir anaknya, yang kemudian ditemukan tewas dalam kondisi tubuh hangus terbakar. Dia hanya dikenali lewat kawat gigi yang dikenakannya.

TITIP BARANG KESAYANGAN KEPADA PAMAN

Idris tengah sibuk mencari dua keponakannya yang hingga kini belum ditemukan setelah peristiwa kebakaran pabrik petasan Duri Kosambi. Keponakan Idris bernama Sunarya (26) dan Rosita (17). Sunarya sudah bekerja 7 tahun di pabrik tersebut, sedangkan Rosita baru dua minggu datang dari kampung dan bekerja di sana.

Sebelum peristiwa, kata Idris, Rosita, sehari sebelumnya berkomunikasi dengannya via WA dan juga video call dengan orangtuanya di kampung.Tak sampai di situ, Rosita juga pernah menitipkan barang-barang kesayangannya kepada pamannya itu.

“Om titip, jaga-jaga,” katnya menirukan omongan Rosita.

Barang yang dititipkan pun beragam, ada aksesoris, baju, dan sepatu. Idris tidak menyangka bahwa barang itu dititipkan, karena dia bakal meninggal dunia dengan cara yang tragis.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here