Cerita Mengerikan Detik-Detik Terbakarnya Pabrik Petasan di Duri Kosambi

Tim DVI tengah mengidentifikasi korban ledakan di pabrik mercon Duri Kosambi.

TANGERANG- Peristiwa kebakaran pabrik petasan di Duri Kosambi sungguh menyedihkan, 47 orang meninggal dalam kondisi mengenaskan, puluhan orang mengalami luka bakar saat mencoba menyelamatkan diri.

Salah seorang korban selamat dari peristiwa tersebut, Said menceritakan pertama kali api muncul dan membakar pabrik tempatnya bekerja.

47 korban meninggal dunia dalam ledakan pabrik mercon duri kosambi
47 korban meninggal dunia dalam ledakan pabrik mercon duri kosambi

Said saat hari kejadian tengah dipindahtugaskan dari pabrik pusat PT. Panca Buana Cahaya Sukses di kawasan bundaran Jl. Raya Kamal untuk membantu produksi kembang api di Jl. Raya SMPN 1, Kosambi, Kabupaten Tangerang.

Said menceritakan saat itu dirinya tengah bekerja mengemas kembang api kawat di bagian belakang kanan pabrik. Kemudian, sekira pukul 09.30 Kamis pagi, tiba-tiba api keluar dari bagian bahan baku petasan yang ada di sebelah kiri tengah pabrik.

Api tersebut muncul dan tiba-tiba membesar, tidak didahului dengan api kecil terlebih dahulu. Api yang membesar tersebut kemudian menyambar bagian penjemuran kembang api yang berada di tengah.

Dengan cepat api menutupi seluruh bagian tengah pabrik lalu mengunci puluhan pekerja pabrik yang tengah mengemasi kembang api di pojok belakang pabrik.

Kemudian, pria kelahiranTangerang 16 Februari 1987 yang saat itu berada di sisi kanan pabrik langsung berlari ke arah pagar depan pabrik yang masih terbuka seukuran satu badan orang dewasa bersama sekitar 10 orang lainnya.

Dia juga menyaksikan pekerja lain yang berusaha menyelamatkan diri dengan cara melompati pagar pabrik dengan ketinggian 3 meter, akibatnya tak sedikit menderita patah tulang kaki akibat melompati pagar tersebut.

Said korban kebakaran di pabrik petasan Duri Kosambi.

Said sendiri mengalami luka bakar akibat api yang menyambar lengannya saat berdesakan keluar dari pintu pagar bersama 10 pekerja lainnya

“Sekitar setengah sepuluh pagi, saya lagi masukin kembang api. Tiba-tiba ada bunyi wussss! Api langsung besar aja nggak kecil dulu. Di deket pintu gerbang, nggak jauh dari pintu gerbang. Terus saya berusaha lari sekuat tenaga saya. Alhamdulillah masih ada gerbang yang kebuka, muat seorang mah bisa, ungkap Said mengingat kejadian nahas tersebut.

Menurut Said yang sudah sepekan terakhir bekerja di pabrik itu, pagar pabrik tersebut memang tidak bisa dibuka lebar karena roda pagar macet.

Pintu pagar besi setinggi sekitar 3 meter dengan barisan besi runcing berukuran sekitar 25 cm di atasnya itu memang seringkali macet.

Pintu itu memang tidak pernah dalam keadaan dikunci sehari-harinya. Kata Said, seluruh karyawan dan pekerja pabrik itu bisa keluar masuk kapan saja dengan membuka pagar yang tertutup sesuai kebutuhan.

Said menghitung dirinya adalah orang keempat yang berhasil keluar lewat pintu pagar sempit setelah berdesakan dengan karyawan lainnya.

Usai berhasil keluar pabrik, dia langsung berlari menjauh ke arah gedung serbaguna yang ada di arah barat daya pabrik tersebut.

Setelah tiba di tempat yang aman, Said kemudian dilarikan ke RS BUN secara bergantian dengan pekerja yang juga mengalami luka lainnya.

Said di rumah sakit yang berjarak sekitar 600 meter dari lokasi jam 11.00 WIB, luka Said di bagian lengan langsung disiram alkohol untuk dibersihkan.

Di rumah sakit, Said menyaksikan kengerian saat melihat korban lain yang berdatangan ke rumah sakit BUN.

Saat itu dia menyaksikan seorang ibu yang mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya. Tubuh ibu tersebut tampak tidak mengenakan baju dan hampir seluruh kulitnya mengelupas. Dari wajah hingga bagian kelamin ibu tersebut gosong terbakar.

“Napasnya ibu itu megap-megap, abis semua bajunya, alat kemaluannya abis semua itu. Luka bakar semua, terkelupas kulitnya,” kata Said.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here