Korban Pabrik Petasan Mimpi Lihat Kerumunan Berbaju Putih sebelum Kejadian

Korban ledakan pabrik petasan Duri Kosambi.

BIASANYA sebelum terjadinya peristiwa kebakaran, ada saja firasat dalam bentuk mimpi atau hal aneh yang diterima keluarga dekat atau teman. Seperti yang dialami korban kebakaran pabrik petasan di kawasan Duri Kosambi, Jakarta Barat.

Said korban kebakaran di pabrik petasan Duri Kosambi.

Said salah satu korban selamat dalam peristiwa kebakaran tersebut bercerita bahwa dua hari sebelum terjadinya peristiwa mengenaskan itu, istrinya bermimpi melihat kerumunan orang berpakaian serba putih.

Mendengar mimpi istrinya itu, Said hanya mengiyakan saja dan tidak berkomentar apa-apa saat itu, karena dia menganggapnya hanya mimpi biasa saja.

Saat peristiwa tersebut, istri Said yang mendapatkan mimpi tersebut tengah berada di rumah kontrakan bersama putrinya di kawasan Dadap, Kabupaten Tangerang.

Said bersama anaknya usai selamat dari kebakaran pabrik petasan.

Firasat lainnya adalah ketika salah satu kerabat Said yang juga sempat bermimpi bulu matanya copot. Dan mimpi yang diterimanya itu bertepatan dengan mimpi yang dialami istrinya.

“Keluarga juga ada (firasat), mimpi bulu matanya rontok, tapi nggak semua,” kata Said.

Lain itu, pada hari kejadian, Saud juga menceritakan bahwa beberpa rekannya sesama pekerja tampa murung di pagi hari saat memulai kerja. Menurutnya, hal itu tidak biasanya terjadi seperti itu. Biasanya, mereka bersemangat untuk bekerja di pabrik depan SMPN 1 Kosambi Kabupaten Tangerang.

Mereka semangat karena di pabrik milik PT Panca Buana Cahaya Sukses itu banyak pekerja perempuan yang masih muda. Selain itu, Said juga mengungkapkan bahwa memang beberapa temannya yang meninggal tengah dekat dengan pekerja perempuan di pabrik itu.

“Kalau itu si ada juga. Kayak merenung aja mukanya. Biasanya semangat, “ayo woy! Ngeliat cewek banyak!” ini mah merenung aja nggak kayak biasanya,” ungkap Said menirukan suara teman-temannya.

Said pun saat ini merasa sedih karena dalam peristiwa kebakaran itu ada tiga orang sahabatnya yang meninggal dunia.

Mereka yang meninggal dunia adalah Gugun Gunawan, Mayong, dan Aldi Pramuji. Said merasa sangat sedih karena ketiga sahabatnya itulah yang biasa berbagi cerita setiap harinya ketika bekerja di pabrik tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here