Peristiwa Pembunuhan 4 Presiden Amerika Serikat

Empay Presiden Amerika Serikat yang terbunuh.

WASHINGTON- Pemerintah Amerika Serikat melalui Arsip Nasional, pada hari ini, Kamis 27 Oktober akan membuka ribuan dokumen terkait dengan pembunuhan Presiden ke-53 Amerika Serikat John F Kennedy. Banyak yang percaya, dari dokumen tersebut akan terjawab semua pertanyaan yang hingga kini masih menjadi misteri. Tapi, tahukah Anda bahwa ternyata di Negara Adi Kuasa ini, telah terjadi empat kali pembunuhan terhadap Presiden selama masih menjabat.

Siapa saja, dan bagaimana ceritanya?

ABRAHAM LINCOLN

Abrahamn Lincoln
Abrahamn Lincoln

Presiden Amerika Serikat yang pertama kali dibunuh saat menjabat adalah Abraham Lincoln (1809-1865).  Lincoln adalah Presiden ke-16 Amerika Serikat yang menjabat sejak 4 Maret 1861 hingga 15 April 1865. Dia diterjang timas panas dari senjata yang dipegang pendukung Konfederasi, John Wilker Booth pada 14 April 1865.

Saat itu, Presiden Abraham Lincoln tengah menyaksikan pertunjukan drama di Teater Ford, Washington DC. Saat itu, Booth mendekati Lincoln dari belakang dan menembak kepala sang presiden dari belakang. Tentara pun melakukan pengejaran hingga akhirnya akhirnya mengepung persembunyian Booth di sebuah pertanian, dan tewas dalam baku tembak.

Abraham Lincol termasuk Presiden yang berani dan sukses dalam catatan sejarah Amerika Serikat dengan membawa negara tersebut keluar dari perang saudara, kemudian mempertahankan persatuan negara tersebut, dan terakhir menghapuskan perbudakan.

Menghargai jasa Presiden AS ke-16 itu, nama, wajah, dan sosok Abraham Lincoln pun diabadikan dalam bentu uang, patung raksasa, dan pahatan patung di gunung, sebagai bukti bahwa sosok keberanian Lincon selalu dingat warga Amerika Serikat.

James Abram Garfield

Presiden Garfield

Presiden kedua yang dibunuh saat menjabat adalah Presiden Amerika Serikat yang ke-10 James Abram Garfield. Pria yang lahir di Moreland Hills, Ohio 19 November 1831 itu pernah berdinas di militer dengan jabatan terakhir sebagai mayor jenderal.

Garfield menjabat sebagai Presiden sejak 4 Maret 1881 dan usia jabatannya hanya berumur empat bulan saja. Pada 2 Juli 1881, di stasiun Baltimore & Potomac, Washington DC, Charles J Guiteau menembak Presiden Garfield. Dua tembakan dilepaskan Guiteau ke arah Presiden Garfield, mengenai lengan kanan dan punggung.

Kemudian, Presiden pun langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. 11 Minggu dirawat, Garfield akhirnya meninggal dunia karena komplikasi dan infeksi. Kemudian posisi Presiden digantikan oleh Chester Alan Arthur, Wakil Presiden AS. Padahal Garfield memiliki banyak rencana dalam pembangunan besar-besaran Amerika Serikat, akan tetapi rencana itu akhirnya terkubur bersama Garfield.

William McKinley (1843-1901)

Presiden McKinley
Presiden McKinley

Presiden ketiga yang dibunuh adalah Presiden ke-25 Amerika Serikat, William McKinley Jr. Tokoh yang lahir di Niles, Ohio 29 Januari 1843 ini menjabat sebagai Presiden AS pada 4 Maret 1897 hingga 14 September 1901.

McKinley sebelumnya adalah seorang Jaksa dan kemudian baru masuk ke gedung parlemen AS pada 1877. Kemudian, pada 1891 dia terpilih sebagai Gubernur Ohio. Kemudian, pada 1896 dia maju sebagai calon presiden dan berhasil menduduki jabatan tersebut.

Kemudian, saat dirinya menghadiri sebuah Pamerah Pan-American di Buffalo, New York, McKinley ditembak seorang anarkis bernama Leon Czolgosz Frank. Dua tembakan menerjang tubuh McKinley, kemudian Presiden langsung dibawa ke rumah sakit dan menjalani perawatan selama delapan hari hingga akhirnya meninggal dunia. McKinley tercatat sebagai veteran perang sipil yang pernah melanda AS pada abad ke-18.

John Fitzgerald Kennedy (1917-1963)

John F Kennedy

BACA JUGA: Ribuan Dokumen Pembunuhan John F Kennedy Dibuka Hari Ini

Terakhir, Presiden Amerika Serikat yang tewas dibunuh adalah John F Kennedy. Presiden termuda AS, 43 tahun ini lahir pada 29 Mei 1917 dari keturunan imigran Irlandia.

Orangtuanya adalah pebisnis sekaligus politikus Joseph Patrick “Joe” Kennedy Sr 1988-1969 dan Rose Elizabeth Fitgerald (1890-1995). Joe adalah putra sulung pebisnis/politikus Patrick Josep “P.J” Kennedy (1858-1929) dan Mary Agusta Hickey (1857-1923). Sedangkan dari ibunya JFK, Rose adalah putri sulung Wali Kota Boston, John Francis “Honey Fitz” Fitzgerald (1863-1950) dan Mary Josephine “Josie” Hannon (1865-1964)

Kenndy menjabat sebagai Presiden AS pada 20 Januari 1961 hingga 22 November 1963. Dia adalah Presiden AS ke-25 dan juga pernah mendekati Presiden Indonesia Soekarno dalam menghadapi perang dingin dengan Uni Soviet.

Pada hari Jumat 22 November 1963, Presiden Kennedy melakukan kunjungan politik ke Dallas, Texas. Kunjungannya saat itu, untuk meredam adanya gesekan di Partai Demokrat antara kadel liberal Ralf Yadborough, Don Yarborough (keduanya tidak memiliki hubungan keluarga), dan kader konservatif John Connally.

Saat iring-iringan rombongannya melintas, dia ditembak tiga kali di tenggorokan, punggung atas, dan sebuah tembakan yang mematikan di kepala. Akan tetapi, investigasi terakhir ada empat tembakan.

Kemudian, Presiden Kenndy dilarikan ke Parkland Hospital dan kemudian meninggal dunia pada usia ke-46 tahun. Dari hasil penyelidikan, pembunuhnya diketahui adalah Lee Harvey Oswald, karyawan Tezas Scholl Book Depository. Dia diduga menembak dari gedung depositori, dia ditangkap karena membunuh polisi lokal, dan tidak ditahan karena membunuh Kennedy. Oswald mengaku hanya kambing hitam. Kemudian, di dalam penjara pada 24 November, dia dibunuh seorang bos mafia bernama Jack Ruby.

Ruby kemudian ditangkap dan dituduh membunuh Oswald. Ruby memenangkan banding melawan tuduhan dan vonis matinya, namun jatuh sakit dan meninggal akibat kanker pada 3 Januari 1967 ketika tanggal sidang barunya sedang disusun.

Pengganti Kennedy, Presiden Lyndon Johnson membentuk Komisi Warren dipimpin Ketua Mahkamah Agung Earl Warren, untuk menyelidiki pembunuhan. Hasilnya, Oswald adalah pembunuh tunggal, walaupun hasil penyelidikan ini diragukan banyak pihak hingga saat ini.

Dalam survey yang dilakukan Fox News pada tahun 2004 menunjukkan bahwa 66 persen publik mencurigai adanya konspirasi dalam pembunuhan Presiden Kennedy, 74 persen menduga ada rahasia yang disembunyikan. Survei lain, Gallup Poll pada pertengahan November 2013, sebanyak 61 persen percaya kon spirasi dan hanya 30 persen peraya Oswald melakukannya sendiri.

Diolah dari berbagai sumber.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here