Ternyata, Jakarta Adalah Kota Paling Berbahaya Bagi Perempuan

0
501

IBU Kota Indonesia, Jakarta, baru saja memiliki gubernur dan wakil gubernur baru, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Tapi, keduanya kini punya banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Di antaranya perihal keamanan, karena Jakarta dinobatkan sebagai megacity atau kota besar nomor sembilan di dunia paling berbahaya bagi perempuan.

Peringkat tersebut ditetapkan berdasarkan survei Yayasan Thomson Reuters, Selasa 17 Oktober.

Kota besar pertama yang paling berbahaya di dunia adalah Ibu Kota Mesir, Kairo. Kemudian, di tempat kedua Ibu Kota Pakistan, Karachi. Ketiga, Ibu Kota Republik Demokratik Kongo, Kinshasa.
Peringkat tersebut disusun berdasarkan kekerasan seksual, akses atas layanan kesehatan, praktik budaya, dan peluang ekonomi untuk kaum perempuan.

Dalam tiap-tiap kategori, survei menetapkan poin terbaiknya adalah 19. Dalam survei tersebut, Jakarta hanya mendapat tujuh poin dalam kekerasan seksual, yang kondisi terbaiknya didefinisikan sebagai ‘perempuan bisa hidup di kota bersangkutan tanpa menghadapi risiko kekerasan seksual, termasuk pemerkosaan, serangan seksual, atau pelecehan.’

Kemudian, dalam survey tentang layanan kesehatan untuk perempunan, Jakarta mendapat nilai yang lumayan baik, yaitu 11, dan lebih baik lagi untuk peluang ekonomi dengan 13 poin.

Lalu, Kota Jakarta dapat penilaian terburuk, yaitu hanya empat poin untuk praktik budaya dengan kondisi terbaik berupa “perempuan mendapat perlindungan yang baik dari praktik-praktik budaya yang berbahaya termasuk mutilasi alat kelamin perempuan, pernikahan dini atau pernikahan anak maupun perkawinan paksa, serta pembunuhan anak perempuan.”

Sementara untuk survey peluang ekonomi Jakarta mendapat 13 angka dari 19 yang merupakan nilai terbaik.

Peringkat kota paling berbahaya bagi perempuan di dunia”:

  • Kairo, Mesir
  • Karachi, Pakistan
  • Kinshasa, Republik Demokratik Kongo
  • Delhi, India
  • Lima, Peru
  • Mexico City, Meksiko
  • Dhaka, Bangladesh
  • Lagos, Nigeria
  • Jakarta, Indonesia
  • stanbul, Turki

Megacity adalah kota-kota besar yang berpenduduk lebih dari 10 juta jiwa.

Dari 19 kota yang disurvei, London -yang juga merupakan lokasi kantor pusat Yayasan Thomson Reuters- merupakan kota yang paling bersahabat bagi perempuan. Adapun peringkat kedua adalah Tokyo dan disusul Paris.

Di Kairo, menurut pegiat perempuan, semua hal sulit bagi perempuan. (BBC)
Wali kota London, Sadiq Khan, mengatakan para perempuan kini mempimpin di setiap tingkatan masyarakat di London, baik dalam bidang layanan umum, kesenian, politik, sains, maupun bisnis. Namun hal tersebut belum cukup, tambahnya.

“Kemajuan yang kami capai sebagai sebuah kota belum berlangsung cukup cepat,” katanya kepada Yayasan Thomson Reuters. “Kami harus melipatgandakan upaya kami dalam menghapus semua halangan bagi keberhasilan perempuan dan memanfaatkan potensi sepenuhnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here