Profil Dedi Mulyadi, Nyi Roro Kidul hingga Mahar Rp10 Miliar

0
1832
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi (foto: Ist)

JAKARTA- Sosok Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi seringkali diliputi dengan kontroversi. Pernah dituding menikahi Nyi Roro Kidul, mengganti assalamu alaikum dengan sampurasun, hingga kontroversi yang terbaru datang dari dirinya sendiri. Apa itu?

Ketua DPD I Partai Golkar ini di hadapan kader-kader Golkar mengungkapkan bahwa dirinya diminta uang mahar Rp10 miliar oleh seseorang yang mengaku bisa segera menurunkan rekomendasi DPP Partai Golkar untuk namanya sebgai calon gubernur di Pilkada Jawa Barat.

Di Kantor DPD I Partai Golkar informasi tersebut disampaikan saat melakukan orasi politik di hadapan kader dari berbagai daerah di Jawa Barat.

“Kita menapaki proses konsolidasi politik. Dari pertama sampai diputuskan (rekomendasi) 1 Agustus 2017 kemudian hilang, saya sabar. Di tengah-tengah itu saya secara pribadi mengalami kegelisahan karena seringkali ada orang telepon. Pak Dedi siap kan? Kalau enggak tidak akan keluar rekomendasinya,” urai Dedi.

Dalam telepon tersebut, Dedi juga diancam jika tidak memberikan uang mahar sebesar Rp1 miliar, maka dia akan menyesal karena tidak akan mendapatkan apa-apa.

Dedi pun tidak menggubris, dia mengaku tak masalah jika memang dirinya dianggap tidak  membawa manfaat bagi partai dan Jawa Barat.

“Saya katakan tidak apa-apa, besok saya tidak jadi apa-apa juga enggak apa-apa,” ungkap Dedi santai.

NIKAHI NYI RORO KIDUL

Jauh sebelum permintaan mahar, Dedi Mulyadi juga sempat “’berseteru” dengan Front Pembela Islam (FPI). Beberapa kali, Dedi yang bercita-cita mengangkat budaya sunda dengan membangun smbol patung-patung di Purwakarta itu dianggap bertentangan dengan nilai-nilai Islam.

Bahkan, Dedi Mulyadi pernah dituding menikahi Nyi Roro Kidul oleh Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab. Padahal, maksud Dedi dengan “menikahi Nyi Roro Kidul” adalah dengan menggauli atau mencintai laut dan kekayaan di dalamnya, yang disimbolkan sebagai Nyi Roro Kidul.

“Kalau begitu (tudingannya) tunjukkan kapan saya nikah (dengan Nyi Roro Kidul), dan di KUA mana,” jawab Dedi santai.

PROFIL DEDI MULYADI

Nama Lengkap : Dedi Mulyadi

Agama : Islam

Tempat Lahir : Sukasari, Subang, Provinsi Jawa Barat

Tanggal Lahir : Minggu, 11 April 1971

Zodiac : Aries

Warga Negara : Indonesia

Ayah : Sahlin Ahmad Suryana
Ibu : Karsiti
Istri : Hj Anne Ratna Mustika

Dedi Mulyadi adalah anak terakhir dari Sembilan bersaudara dari seorang Tentara Prajurit Kader bernama Sahlin Ahmad Suryana dan ibu seorang aktivis Palang Merah Indonesia (PMI) bernama Karsiti.

Sejak kecil Dedi sudah terbiasa dengan kehidupan yang keras, dia sering membantu ibunya mengembala domba dan berladang. Memulai sekolah di SD Subakti Subang hingga 1984, Dedi melanjutkan ke SMP Kalijati Subang hingga SMA Negeri Purwadadi, Subang dan lulus tahun 1990.

Lulus SMA, melanjutkan pendidikannya ke Sekolah Tinggi Hukum Purnawarman, jurusan hukum dan lulus pada tahun 1999.

Saat kuliah, Dedi aktif di Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) hingga menjabat sebagai Ketua Umum HMI Cabang Purwakarta. Aktivitasnya sebagai aktivis cukup diperhitungkan di kalangan mahasiswa, birokrat, hingga politikus. Di tahun 1993, dia sudah dipercaya sebagai penulis Ketua Partai Golkar Purwakarta (alm) Babisni.

Dedi juga pernah diminta untuk menjabat posisi Wakil Ketua DPC Federasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSPSI) pada tahun 1997. Setahun kemudian, dia ditunjuk untuk menjadi Sekretaris Pimpinan Pusat Serikat Pekerja Textil, Sandang dan Kulit Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PP SPTSK KSPSI).

Usai reformasi,  tahun1999 Dedi Mulyadi sebagai anggota DPRD Purwakarta dari Partai Golkar. Selama lima tahun, dia selalu terpilih menjadi Ketua Komisi E. Dia pun menjabat Wakil Sekretaris Partai Golkar, kemudian menjadi Sekretaris. Sampai akhirnya didaulat secara aklmasi menjadi Ketua DPD Partai Golkar, tahun 2004 sampai sekarang.

Tahun 2003, Dedi dilantik sebagai Wakil Bupati Purwakarta, mendampingi  Tubagus Lily Hambali Hasan. Saat itu usianya masih 32 tahun, dia tercatat sebagai politikus termuda yang menjabat wakil bupati. Tahun 2008, Dedi maju di Pilkada dan terpilih sebagai Bupati Purwakarta 2008-2013, kemudian menjabat kembali di periode kedua 2013-2018. Kini Dedi tengah berjuang untuk mendapatkan tiket dari partainya, sebagai calon gubernur Jawa Barat.

PENDIDIKAN

  • SD Subakti Subang (1984)
  • SMP Kalijati, Subang (1987)
  • SMA Negeri Purwadadi, Subang (1990)
  • Sarjana hukum dari Sekolah Tinggi Hukum Purnawarman, Purwakarta (1999)

KARIR

  • Anggota DPRD Purwakarta, 2001-2003
  • Wakil Bupati Purwakarta Periode 2003–2008
  • Bupati Purwakarta Periode 2008–2013

Organisasi:

  • Sekretaris KAHMI Purwakarta (2002)
  • Ketua Umum HMI Cabang Purwakarta (1994)
  • Senat Mahasiswa STH Purnawarman Purwakarta (1994)
  • Wakil Ketua DPC FSPSI (1997)
  • Sekretaris Pimpinan Pusat Serikat Pekerja Textil, Sandang dan Kulit Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PP SPTSK KSPSI) (1998)
  • Wakil Ketua GM FKPPI Tahun (2002)
  • Ketua PC Pemuda Muslimin Indonesia (2002)
  • Ketua Partai Golkar (2004-2007)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here