Kivlan Zen dan Presidium 313 Di Balik Massa Penyerang YLBHI

0
343
Kivlan Zen

JAKARTA- Penyerangan massa ke kantor YLBHI Jakarta Minggu 17 September 2017 malam diduga karena adanya penyebaran informasi hoax dan provokatif baik melalui media media dan jejaring sosial whats app.

Salah satu provokasi datang dari akun twitter @plato.id. Akun inilah yang menyebarkan informasi bahwa di kantor YLBHI tengah berkumpul dedengkot PKI yang ingin menyebarkan faham PKI, bahkan akun tersebut juga menyebut bahwa di lokasi tersebut ada nyanyian genjer-genjer.

Kivlan Zen

Namun, akun tersebut kemudian pada Senin 19 September langsung dihapus dan tidak lagi bisa diakses.

Padahal, informasi tersebut hoax adanya dan telah dibantah penyelanggara acara, begitu juga dengan pihak kepolisian. Tapi, massa sudah tersulut informasi tidak benar tersebut sehingga terjadi pengepungan di malam hari. Padahal aksi massa dibatasi hingga pukul 17.00 WIB. Tapi, aksi tersebut berlangsung hingga dini hari.

Lalu, siapa pihak yang berada di balik aksi pengepungan kantor YLBHI Jakarta tersebut. Ketua Advokasi YLBHI Muhammad Isnur menyebut Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen dan Anggota Presidium 313 Rahmat Himran adalah orang-orang yang berada di balik aksi sekelompok massa tadi malam.

(Baca Juga : Pembubaran Diskusi LBH Jakarta, dan Hoax Genjer-Genjer )

“Yang pertama Rahmat Himran, saya enggak tahu dia siapa tapi dia rupanya dia presidium 313, dalam beberapa rilis dan beberapa (berita) hoax yang dibuat di media, nama dia sebagai penanggung jawabnya saya nggak tau polisi sudah menangkapnya atau belum,” ujar Isnur di Komnas HAM.

Kivlan Zen (foto: Ist)

Sementara itu Isnur menyebut Kivlan Zen karena namanya masuk di dalam salah satu situs berita online. Dalam berita tersebut Kivlan disebut sebagai pemimpin rapat koordinasi pembubaran PKI. “Yang kedua zaman Kivlan Zen, ini nama yang pertama kali keluar ketika sebuah web berita Public News diberitakan memimpin rapat koordinasi pembubaran seminar PKI, kepolisian ini harus diusut,” ungkap Isnur.

Di tempat tersebut, mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) TNI AD Mayjen (Purn) mengaku tidak mengerahkan massa ke YLBHI. Tapi, dia mengakui bahwa dirinya yang menginspirasi melalui ceramah-ceramah, mengenai bangkitnya komunisme.

“Silakan saja menuduh, itu hak. Bukan saya yang mengerahkan. Tapi kalau (saya) menginspirasi melalui ceramah, buku-buku, kan enggak masalah. Saya memang yang paling getol dalam menentang bangkitnya komunisme,” kilahnya.

Bahkan, dalam kesempatan itu Kivlan juga menyebut bahwa di dalam acara kantor YLBHI tersebut ada nyanyian genjer-genjer.

Dia pun meminta agar YLBHI tidak lagi mengungkit-ungkit masalah peristiwa tahun 1965 yang menurutnya sudah selesai melalui proses pengadilan Mahmillub (Mahkamah Militer Luar Biasa).

“Sudahlah, jangan bangkitkan luka lama, nanti kacau Indonesia. Mau ada perang saudara?” ucap Kivlan, yang ditetapkan sebagai tersangka kasus makar oleh Polri, akhir tahun lalu.

Bahkan, dia pun mengancam akan mengajukan pembubaran LBH Jakarta kepada kepolisian, Menko Polhukam, dan Menkumham. “Saya akan laporkan mereka karena membangkitkan komunisme,” katanya.

Hingga kini polisi masih menyelidiki dan menelusuri siapa yang melatarbelakangi aksi penyerangan ke YLBHI Jakarta hingga timbul bentrokan pada Minggu tengah malam.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here