Pembubaran Diskusi LBH Jakarta, dan Hoax Genjer-Genjer

1
470
Demo YLBHI (Foto: Ist)

JAKARTA – Pemaksaan kehendak kelompok tertentu kembali terjadi. Sebuah seminar  bertajuk “Pelurusan Sejarah 65” di halaman kantor YLBHI dipaksa bubar oleh polisi, karena desakan kelompok tertentu yang menuding diskusi tersebut berbau PKI (Partai Komunis Indonesia).

AKIBAT KABAR HOAX

Peristiwa bermula dari kabar hoax yang menyebutkan bahwa acara yang digagas Forum 65 tersebut adalah penyebaran paham PKI. Polisi pun datang, dan panitia mengklarifikasi bahwa acara tersebut adalah seminar tentang sejarah, bukan penyebaran paham PKI.

Demo YLBHI (Foto: Ist)

“Kemarin polisi juga sudah sepakat diskusi bisa dilanjutkan. Eh sekarang malah membatalkan keputusan mereka kemarin, agar diskusi ditunda,” ungkap pengacara publik LBH Jakarta, Yunita, Sabtu 16 September 2017.

Kata Yunita polisi melakukan keputusan sepihak, sejak pagi polisi menghadang siapapun yang hendak hadir ke acara diskusi tersebut.

“Polisi berjaga-jaga dan melakukan penghadangan LBH dan kami tidak diperbolehkan masuk sama sekali. Peserta yang sudah lansia harus menunggu berjam-jam di bawah terik matahari, mau ke kamar kecil pun tidak diperbolehkan polisi,” ucap dia.

(Baca Juga : 6 Film Wajib Ditonton tentang G30 September 1965 )

Menyikapi pembubaran tersebut, LBH Jakarta pun menggelar acara keprihatinan dengan tajuk “Asik Asik Aksi: Indonesia Darurat Demokrasi”. Tapi, lagi-lagi acara tersebut dituding menyanyikan lagu Genjer-genjer yang tersebar melalui pesan berantai dan memprovokasi.

Sontak, malam harinya massa dari sejumlah ormas berkumpul di depan kantor LBH Jakarta, memaksa agar acara dibubarkan.

Susana di dalam kantor YLBHI (foto: Ist)
Susana di dalam kantor YLBHI (foto: Ist)

Alghiffari Aqsa, Direktur LBH Jakarta membantah acara tersebut terkait dengan PKI. Juga membantah mereka menyanyikan lagu Genjer-genjer, sebagaimana informasi hoax tersebar melalui media sosial.

Yang benar, acara malam itu bertajuk “Asik Asik Aksi: Indonesia Darurat Demokrasi” yang isinya adalah berisikan kesenian, orasi, stand up comedy, dan ada juga yang melukis.

Acara tersebut juga dihadiri, penyanyi aktivis Melanie Soebono, dan selesai pukul 21.30 WIB. Tapi, sesaat setelah bubar, ratusan massa yang telah diorganisir kelompok tertentu datang dari samping dan depan kantor YLBHI. Peserta acara, dan Melanie pun terjebak di kantor YLBHI.

Kapolda Metro Jaya dan Dandim Jakarta Pusat yang memimpin pengamanan, memastikan bahwa acara tidak ada hubungannya dengan penyebaran paham PKI. Berulangkali, kedua pejabat tinggi keamanan di DKI Jakarta itu memberikan penjelasan, tapi massa bergeming, aksi terus dilakukan.

Saat pihak kepolisian mencoba mengevakuasi peserta acara dari dalam YLBHI, massa dari sejumlah ormas mencoba merangsek sehingga terjadilah bentrokan antara polisi dan pihak pendemo. Tapi, tak beberapa lama polisi berhasil menghalau pendemo, dan mengamankan beberapa orang yang dituding provokator.

Salah satu provokasi juga terjadi di sosial media, akun @plato_id mengajak memprovokasi adanya PKI di LBH Jakarta dan mengajak mereka untuk menyerang dan membakar hidup-hidup.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here