Profil: Ridwan Kamil, Wali Kota “Para Jomblo”

0
679
Ridwan Kamil (foto: Instagram)

Profil Ridwan Kamil – Tak salah rasanya jika melekatkan Ridwan Kamil sebagai Wali Kota “Para Jomblo”. Pasalnya, hanya Ridwan Kamil yang tampak menaruh perhatian serius kepada para jomblo, khususnya di Bandung, Jawa Barat. Bukan hanya lewat cuitan medsos, bahkan diaplikasikannya melalui kebijakan.

PROGRAM TAMAN JOMBLO

Lihat saja, program pembangunan Taman Jomblo yang dia resmikan tak sampai setahun sejak dirinya dilantik sebagai Wali Kota Bandung. Dilantik September 2014, lalu pada 4 Januari 2014 dia meresmikan Taman Jomblo atau Taman Pasupati yang berlokasi di bawah jalan layang Pasupati, Taman Sari, Bandung.

Taman Jomblo (foto: Ist)

Taman yang memiliki luas 30×25 itu berisikan 60 kubus beton dengan ukuran yang berbeda-beda. Kubus tersebut hanya bisa diduduki seorang diri, merepresentasikan seorang jomblo. “Tidak boleh pacaran di Taman Jomblo”.

Saat itu, dia berencana membuat 300 Taman Jomblo di Bandung selama dirinya menjabat sebagai Wali Kota. Taman dengan nilai anggaran Rp400 juta itu, diambil tidak melulu dari APBD, melainkan juga dari CSR perusahaan di Kota Bandung.

Tercatat, ada 24 taman tematik yang tersebar di wilayah Bandung. Dari Taman Jomblo, Taman Fotografi, Taman Film, Taman Lansia, Taman Superhero, Taman Skateboard, dan taman lainnya.

MOBIL CURHAT JOMBLO

Mobil Kekasih Juara (foto: pemkot bandung)

Tak sampai di situ, RK juga mengadakan sebuah program Kendaraan Konseling Silih Asih atau Kekasih Juara, yang berfungsi sebagai mobil curhat masyarakat, dari yang jomblo, baru putus pacaran, hingga memiliki utang, boleh curhat di mobil Kekasih Juara.

RK mengaku program gagasan Dinas Kesehatan Kota Bandung itu untuk awal menyediakan tiga buah mobil yang masing-masing terdapat seorang dokter psikolog. Tujuannya agar memberikan solusi terhadap permasalahan warga Bandung.

Dengan program ini, RK berharap tidak ada lagi warga Bandung yang melakukan aksi bunuh diri, atau stress.

Diketahui, setidaknya di bulan Juni-Juli 2017 ada 3 kasus bunuh diri di wilayah Jawa Barat, yang dua kasusnya terjadi di Bandung.

PROFILE RIDWAN KAMIL

Ridwan Kamil lahir di Bandung, 4 Oktober 1971. Kang Emil, biasa disapa, adalah anak kedua dari lima bersaudara. Dia sejak kecil suka berimajinasi dengan membaca komik ataupun melihat foto di berbagai kota di luar negeri.

Kang Emil sejak kecil memiliki jiwa wirausaha. Saat bersekolah di SDN Banjarsari III Bandung, tahun 1978-1984, dia sering kali menjual es mambo buatannya sendiri. Dia juga aktif di OSIS, Paskibra, dan klub sepakbola. Rankingnya di sekolah selalu lima besar.

Kemudian, SMP Negeri 2 Bandung dan SMAN 3 Bandung menjadi pelabuhan pendidikan di tahun 1987-1990, dan kemudian melanjutkan ke ITB dengan jurusan Teknik Arsitektur di tahun 1990-1995.

Ridwan Kamil (foto: Instagram)

Lulus ITB, RK bekerja di Amerika Serikat. Tapi hanya bertahan empat bulan karena dampak krisis moneter Indonesia yang membuat klien tidak membayar gajinya. Tapi, Kang Emil tidak langsung pulang ke Indonesia dan memilih bertahan hingga mendapat beasiswa di University of California, Berkeley. Saat kuliah S2, Emil bekerja paruh waktu di Departemen Perencanaan Kota Berkeley.

Tahun 2002, RK pulang ke Indonesia, dua taun kemudian mendirikan Urbane, sebuah firma yang bergerak di jasa konsultan perencanaan, arsitektur, dan desain.

RK aktif menjabat sebagai Prinsipal PT. Urbane Indonesia, Dosen Jurusan Teknik Arsitektur Institut Teknologi Bandung, serta Senior Urban Design Consultant SOM, EDAW (Hong Kong & San Francisco), dan SAA (Singapura).

Kemudian, tahun 2013 dia maju ke Pilkada Kota Bandung bersama Oded Muhammad, didukung PKS dan Partai Gerindra. Melawan 7 pasangan calon lainnya, RK-OM menang dengan suara 434.130 suara.

Kini, Ridwan Kamil akan maju di Pilkada Jawa Barat tahun 2018. Hingga September 2017 ini, Ridwan Kamil telah didukung dua partai politik, Partai Nasdem pemilik 5 kursi di DPRD Jawa Barat, dan PKB, pemilik 7 kursi di DPRD Jawa Barat. Total 12 kursi, artisnya RK masih membutuhkan 8 kursi lagi untuk memenuhi kuota sebagai calon Gubernur Jawa Barat.

Partai Gerindra dan PKS yang sebelumnya mendukung Ridwan Kamil di Kota Bandung memilih mencalonkan Deddy Mizwar (wakil gubernur Jawa Barat saat ini). Walaupun belakangan, Partai Gerindra tarik diri dari mendukung Deddy Mizwar.

Selain Deddy Mizwar, pesaing lain menuju Jawa Barat 1 adalah Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta. Ketua DPD Golkar Jawa Barat itu, didukung Partai Golkar, kabarnya PDI Perjuangan dan PAN akan merapat mendukung Dedi Mulyadi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here