First Travel Penipuan Umrah , Berita Lengkap dan Kasusnya

0
307
Bos First Travel, Andhika Surachman dan Anniesa Hasibuan. (foto: Ist)

FIRST Travel penipuan umrah memang masih beredar hangat di masyarakat saat ini karena melibatkan banyak orang di dalamnya. Direktur utama First Travel, Andika Surachman beserta istri dan adiknya telah ditetapkan sebagai tersangka utama penipuan tersebut.

First Travel itu sendiri memiliki nama perusahaan PT First Anugerah Karya Wisata yang bergerak pada bidang umroh dan haji ini sudah berjalan bertahun-tahun bahkan sudah memiliki ribuan jemaah yang siap untuk diberangkatkan.

Bos First Travel, Andhika Surachman dan Anniesa Hasibuan. (foto: Ist)

LIHAT JUGA: VIDEO GAYA HIDUP GLAMOUR BOS FIRST TRAVEL

Namun yang terjadi malah sebaliknya, agensi yang tersebar di seluruh Indonesia ini terbukti menggelapkan banyak dana nasabahnya yang seharusnya digunakan untuk berangkat umroh dan haji tersebut.

Istri Andika yang bernama Anniesa Hasibuan yang memiliki banyak hobi mewah yang disebut-sebut sebagai penyebab penipuan uang jemaah tersebut. Memang banyak yang menyayangkan kisah tragis ini karena hubungannya dengan kegiatan keagamaan puluhan ribu orang yang sudah membayar lunas.

Penyebab Penipuan Umroh First Travel

Banyak berita tentang First Travelumroh penipuan yang sudah menyebar ke masyarakat terutama pada jemaah yang sudah membayar lunas biaya perjalanannya untuk umroh dan haji. Disebut-sebut sebagai dalang utama yaitu Anniesa Hasibuan yang memiliki gaya hedonisme dengan berbagai kemewahan yang dapat dia beli dari uang jemaah tersebut. Sebetulnya nama Hasibuan sudah terkenal bahkan dianggap sebagai pelopor wanita terbaik di Indonesia menurut majalah Forbes.

Bos First Travel (foto: Ist)

Anniesa sendiri memiliki profesi utama sebagai perancang model gaun yang didapatnya dari pendidikan di luar negeri bahkan beberapa event di luar negeri juga mengikutsertakan desain gaun dari wanita ini.

Namun ternyata di dalam kemegahan tersebut ada banyak hal yang tidak disangka oleh masyarakat dunia bahwa dia menggunakan uang jemaah untuk melakukan berbagai kepentingan hedonismenya. Seperti hobi mahal dari Anniesa sendiri yang suka jalan-jalan ke negara maju walau menggunakan uang para jemaah tersebut.

Saat ini mereka bertiga hanya bisa menanggung akibatnya di balik jeruji besi polisi. Banyak masyarakat sendiri yang menyayangkan bahwa kejadian tersebut seharusnya tidak dilakukan mengingat uang yang digunakan tersebut bertujuan untuk kepentingan agama.

Dengan kejadian seperti ini puluhan ribu orang jemaah tidak jadi berangkat dan hanya bisa menggigit jari mereka. Dari pihak kepolisian sendiri mengatakan bahwa tidak ada tindak lanjut atau penggantian dana kepada para jemaah tersebut karena berbagai alasan yang termasuk sudah habis.

Butuh Investasi Tambahan Karena Dana Jemaah Sudah Habis

Beberapa waktu lalu ketika disidik oleh polisi, Anniesa dan Andika mengatakan bahwa dana dari para jemaah sudah habis dan ingin mengajukan investasi pada beberapa orang yang masih peduli agar bisnis tersebut tetap berjalan. Namun usut punya usut mereka sudah ketahuan terlebih dahulu karena banyaknya laporan yang masuk ke kepolisian.

Ketiga tersangka tersebut mengaku bersalah dan memohon maaf yang sebesar besarnya kepada masyarakat terutama jemaah yang tidak jadi berangkat tersebut. Sebetulnya beberapa kasus serupa banyak juga yang sudah terjadi namun masih memiliki skala yang lebih kecil dibandingkan dengan penipuan First Travel ini. Maka dari itu pihak dari kepolisian dan Menteri Agama menyarankan untuk lebih berhati-hati dalam memilih biro perjalanan tersebut.

Berita First Travel penipuan umrah ini bisa menjadi pelajaran berharga kepada siapa saja agar bisa mengetahui data lengkap perjalanan suatu biro sebelum mereka memilih untuk kerja sama dengan biro tersebut. Beberapa faktor dan motif masih dikembangkan lagi oleh pihak kepolisian untuk mengetahui sebenarnya dari bisnis First Travel tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here