Halimah Yacob, Dulu Jual Nasi Padang, Hari Ini Presiden Singapura

0
360
Halimah Yacob (foto: Ist)

SINGAPURA- Roda kehidupan memang berputar. Dulu di bawah, sekarang berada di atas, atau sebaliknya. Hal tersebut dialami Halimah Yacob, wanita 62 tahun yang dulunya berjualan nasi padang itu, hari ini akan dilantik sebagai Presiden Singapura. Dia menjadi Presiden wanita pertama di Negeri Singa tersebut.

Rabu 13 September 2017, Halimah Yacob akan dilantik menjadi Presiden Singapura dengan masa jabatan enam tahun ke depan. Lalu, siapakah Halimah Yacob?

Halimah Yacob (foto: Ist)

Halimah Yacob adalah istri dari pengusaha Muhammed Abdullah Alhabshee. Ayahnya adalah keturunan India, dan ibunya keturunan Melayu. Ayah Halimah meninggal dunia saat dia berusia 8 tahun, dari situlah kehidupan keras dia alami.

Dia harus bangun sebelum matahari tersebit, sebelum sekolah, untuk membantu ibunya, Maimun Abdullah, berjualan nasi padang di sebuah gerobak dorong di Shenton Way. Sang ibu bekerja keras demi membesarkan Halimah dan keempat saudara laki-lakinya, mereka semua tinggal di satu petak kamar, di sebuah apartemen di Jalan Hindu, Singapura.

Straittimes 7 Agustus 2017 melansir, kehidupan Halimah Yacob sangat menegangkan, karena saat bersekolah di Singapura Chinese Girl’s School dan Tanjong Katong Girls, dia juga harus mengerjakan tugasnya mengelap meja dan mencuci piring, karena orangtuanya memiliki keterbatasan ekonomi dan selalu nunggak untuk membayar uang sekolah.

Tapi, semangat Halimah tak pernah kendur. Dia terus belajar dan bekerja membantu ibunya. Lepas SMA, dia pun nekat mendaftarkan diri sebagai mahasiswa di Fakultas Hukum Universitas Singapura, karena tidak tahu bagaimana nanti membiayai kuliahnya.

Akan tetapi, kecerdasannya membuat Halimah mendapat beasiswa dari Islamic Religious Council of Singapura sebesar 1.000 dolar Singapura. Sang kakak, yang saat itu sudah mulai bekerja membantu dirinya, 50 dolar Singapura per bulannya.

Dengan kegigihannya, dia pun berhasil menyelesaikan kuliahnya pada tahun 1978. Kemudian tergabung dengan NTUC (National Trades Union Congress) sebagai divisi hukum. Di organisasi tersebut, dia sangat aktif memperjuangkan hak-hak pekerja.

Tahun 1999-2000, Halimah menjadi orang Singapura pertama yang duduk di ILO (International Labour Organisation). Setahun kemudian, dia terjun ke politik praktis dan terpilih menjadi anggota parlemen Singapura dari Partai Aksi Rakyat (PAO/People’s Action Party).

Dua tahun setelah terjun ke politik, Halimah dipercaya menjadi perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua Parlemen Singapura (Group Representation Constituency). Kemudian, 6 Agustus 2017 lalu, dia mengumumkan dirinya untuk maju di pemilihan Presiden Singapura. Tapi, Halimah tidak perlu menjalani proses pemungutan suara secara nasional, karena calon rivalnya sudah gugur karena tidak memenuhi syarat. Sehingga, Halimah Yacob akan menjalani proses pelantikan pada hari Rabu 13 September 2017 siang ini/

Dalam wawancara dengan Channel News Asia, Halimah berjanji akan melakukan pengabdian sebaik mungkin kepada rakyat Singapura.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here