2 Ditetapkan Tersangka, Polisi Buru Penyiram Bensin kepada Alzahra

0
438
Istri korban pembakaran, Jubaidah.

POLISI telah menetapkan dua orang warga pelaku pengeroyokan dan pembakar Muhammad Alzahra (MA) alias Joya, dalam peristiwa yang terjadi pada 1 Agustus 2017 di Babelan, Bekasi.

Dalam peristiwa itu, kedua orang tersebut diduga berperan sebagai pelaku pengeroyok dan pembakar Alzahra, pria terduga pencuri amplifier di Musalla Al Hidayah, Babelan, Bekasi, beberapa waktu lalu.

Istri korban pembakaran, Jubaidah.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengungkapkan NNH dan SH telah ditetapkan sebagai tersangka. kata Argo, SH dan NNH terbukti ikut mengeroyok MA.

Argo menjelaskan, tersangka NNH berperan menendang korban di perut sebanyak 1 kali dan di punggung 2 kali, sedangkan SH menendang punggung 2 kali. Lain itu, polisi masih mengejar pelaku lain yang membawa bensin dan korek api.

Kedua pelaku pengeroyokan tersebut dijerat dengan pasal 170 KUHP tentang penyeroyokan dengan ancaman pidana maksimal 12 tahun penjara.

Lokasi penganiayaan dan pembakaran MA.

Muhammad Alzahra alias Joya dicurigai mencuri sebuah amplifier milik Musalla Al Hidayat di Desa Hurip Jaya, Babelan, Kabupaten Bekasi, pada Selasa 1 Agustus 2017.

Rojali, saksi kunci, yang bertugas sebagai marbot di Musalla A Hidayah awalnya mencurigai kedatangan MA di musalla Al Hidayah. Tak lama setelah kepergian MA, seorang warga lain tengah mencoba mengecek sound untuk acara keagamaan Selasa malam.

Tapi, saat dicek, amplifier tidak ada di tempatnya. Sontak, Rojali menduga MA adalah pelakunya. Kemudian, Rojali memberitahu warga lainnya dan mencari dimana keberadaan MA. Setelah mencari, didapati MA berada di sebuah pasar murah. Lalu, kemudian Rojali berusaha mendatangi yang bersangkutan, tapi menurut Rojali, MA mencoba melarikan diri dan terjatuh, kemudian mencoba lari dengan meninggalkan motornya.

Warga yang mengetahui hal itu, langsung mengeroyoknya hingga babak belur. Kemudian, saat hendak diamankan untuk dibawa ke Balai Desa. Warga lain yang ingin menghakimi semakin membludak, dan kemudian tiba-tiba ada yang menyiram bensin dan menyulut api kepada MA.

Dalam kasus tersebut, polisi mengamankan sebuah sepeda motor, dua speaker hitam, sebuah mic, sebuah obeng, tiga amplifier, sebuah tas korban, sebuah kayu, batu, dan sebuah baju korban. Sejauh ini polisi telah memeriksa banyak orang, gelombang pertama 8 orang, dan gelombang kedua sebanyak 9 orang termasuk istrinya.

Zubaedah, istri MA, ditinggalkan dalam kondisi hamil 6 bulan dan memiliki seorang balita.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here