Siapa Sangka, Dokter Cantik Ini Ternyata Makannya Sebakul

0
1246
Dokter cantik Indah Kusumaningrum.

JAKARTA- Biasanya, banyak wanita menginginkan badan yang ramping dan seksi dengan cara menggunakan berbagai macam program diet. Tapi, tidak demikian dengan calon dokter cantik asal Bandung ini, Indah Kusumaningrum.

Wanita muda yang terkenal karena foto cantiknya menjadi viral di sosial media itu kini ditugaskan Walikota Bandung, Ridwan Kamil sebagai duta Layad Rawat, sebuah program kesehatan yang baru berjalan di Bandung.

Banyak yang terkesima dengan kecantikan wajah dan tubuhnya, sehingga timbul tanya program diet khusus apa yang telah dijalaninya. Ternyata, jawabannya sangat mengejutkan. Dia sama sekali dan tidak pernah menerapkan program diet apapun. Bahkan, dia mengaku paling suka makan.

“Aku itu makannya sebakul, enggak bisa kelaperan. Bisa-bisa makan minimal tiga kali sehari,” ujar Indah dalam sebuah wawancara.

Memiliki berat badan 52 kilogram dan tinggi badan 168, Indah memiliki proporsi tubuh Indah termasuk ideal, walaupun dia memiliki kebiasaan makan yang makan. “Mungkin kegiatan metabolismeku yang cepat,” sergahnya.

Calon dokter berusia 23 tahun ini mengaku juga tidak pernah melakukan olahraga apapun secara khusus sejak duduk di bangku kuliah, karena menyibukkan diri dengan segudang aktivitas. “Waktu sekolah, suka olahraga renang, tapi pas kuliah sudah tidak pernah (renang lagi),” kata calon dokter yang berpraktik di RS Dustira, Cimahi ini.

Aktivitasnya yang padat di dunia kedokteran membuat calon dokter muda asal Padang ini tidak punya porsi tidur yang cukup. “Jadi bintang tamu, terus nyanyi, jaga di rumah sakit juga memang ngorbanin istirahat. Paling bisa tidur satu jam. Tahu kan kehidupan koas?, paling curi-curi tidur saja,” ujar wanita yang tengah merilis lagu perdananya ini.

PERNAH JADI KORBAN BULLY

Calon dokter ini ternyata punya pengalaman pahit sewaktu kecil. Saat di sekolah dasar, dia mengaku sering menjadi korban bully teman –teman di kelasnya. Dia bercerita, saat SD kelas tiga, keluarganya pindah ke Bandung. Saat itu, dia dan salah seorang temannya, sering bergantian menempati ranking 1 dan 2. “Mungkin dia merasa tersaingi,” ujarnya.

Saat itu, temannya yang merasa tersaingi itu bersama teman satu gengnya mengunyah permen karet dan meletakkannya di atas tatakan kaki di bawa meja.

Lain itu, dia juga pernah diminta minum air yang sudah dicampur serbuk obat. Tapi, karena sudah diberi tahu teman lainnya, Indah pun membuang air minum tersebut. Tapi, walaupun seringkali menerima perundungan, Indah mengaku tidak takut menghadapinya.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here