7 Kisah Tragis Korban Bully, Gantung Diri di Sekolah hingga Loncat dari Gedung

0
1239
Angel Green

PERUNDUNGAN atau bullying kini semakin mengkhawatirkan saja, seperti peristiwa yang terjadi kepada siswi SMP hingga mahasiswa Gunadarma. Tak hanya di Indonesia, di Amerika Serikat perundungan juga mengkhawatirkan. Bahkan, korban bullying melakukan aksi nekat dengan cara bunuh diri.

Aksi bunuh diri dilakukan karena tidak tahan lagi menjadi korban bully dan sengaja dilakukan untuk mengingatkan para pelaku bully untuk menghentikan aksi mereka.

Data menyebutkan di Amerika, dari 4 orang murid, terdapat 1 anak yang menjadi korban bully, dari cyber bullying, verbal bullying, hingga bullying secara fisik. Bullying tidak bisa lagi dianggap sebagai kenakanal remaja saja, karena dampaknya kepada psikologis korban sangat serius.

Berikut kisah tragis korban bullying di Amerika Serikat:

  1. Demi menghentikan pelaku bully, Angel Green gantung diri di sekolah
Angel Green

Bocah cantik di dalam foto ini adalah Angel Green dari Indiana, saat berusia 14 tahun dia mengalami penindasan dari teman-temannya. Mereka melakukan perundungan, karena kondisi Angel yang gendut dan freckles yang Nampak di hampir seluruh wajahnya.

Ironinya, di rumah orangtuanya bukannya melakukan perlindungan. Sang ayah justru melakukan kekerasan seksual kepada Angel, dan dijebloskan ke penjara. Penindasan dari teman-temannya pun semakin menjadi-jadi kepadanya.

Tak tahan menerima perlakukan teman-temannya, Angel memutuskan mengakhiri hidupnya. Dia pergi dari rumahnya pagi sekali, dan menggantung dirinya di sebuah pohon depan sekolahnya. Dia melakukan di sana, agar dapat dilihat teman-temannya, utamanya pelaku bully saat memasuki sekolah pagi itu.

Kepada ibunya, Angle meninggalkan surat terakhirnya. Dalam penutup suratnya dia menulis, “It’s bullying that killed me, please get justice,”, “Bullying yang membunuhku, tolong segera diadili (pelakunya)”.

Permintaan terakhir Angel pun ditindaklanjuti Danielle Green, yang meminta pemerintah lokal Indiana untuk menerapkan peraturan anti-bullying di sekolah-sekolah.

  1. Rebutan Pria, Rebecca Sedwick Diperlakukan Kejam Temannya
Rebecca Sedwick

Gara-gara rebutan pria, remaja berambut pirang yang cantik ini harus mengakhiri hidupnya dengan terjun dari sebuah gedung terbengkalai di Florida September 2013 lalu.

Peristiwa bermula dengan pesan-pesan bernada kejam yang diterima Rebecca Sedwick dari sekelompok teman wanita di sekolahnya. Salah satu dari mereka cemburu dengan hubungan Rebecca dengan seorang pria.

Pesan kejam itu berisikan ancaman dan pemaksaan agar Rebecca bunuh diri. Rebecca pun frustasi dan depresi, hingga akhirnya dia memilih mengakhiri hidupnya dengan loncat dari gedung tinggi tersebut.

Kepala geng wanita yang mem-bully dirinya, Guadalupa Shaw mengakui melalui akun facebook-nya bahwa dia tahu bahwa dirinya yang telah membuat Rebecca bunuh diri, tapi dia tak peduli.

Polisi pun bertindak dengan menangkap Shaw dan seorang temannya, karena dinilai bertanggung jawab atas aksi bunuh diri Rebecca.

  1. Di-bully karena homoseksual, Tyler Clementi Terjun dari Jembatan George Washington
Tyler Clementi

Maksud hati membuka diri mengenai pilihan seksualnya, tapi justru petaka yang didapatkan. Lulus SMA, pria berusia 18 tahun itu bertekad terbuka soal orientasi seksualnya di kampus Rutgers University. Tapi, itu menjadi petaka bagi dirinya.

Teman sekamarnya, Dharun Rayi menjebak Tyler dengan merekam video Tyler berciuman dengan pria lain di kamarnya. Kemudian, video tersebut disebarkan Rayi dan temannya, Molly Wei di sosial media dan ditonton ratusan teman sekampusnya.

Akibatnya, Tyler menjadi korban bully di internet. Tak tahan dengan pelanggaran privasi yang dilakukan teman sekamarnya itu, Tyler mencoba melapor ke pihak kampus untuk minta pindah kamar. Tapi, permintaan tersebut tak langsung mendapat respon pihak kampus. 15 jam setelah melapor, Tyler memutuskan mengakhiri hidupnya dengan melompat dari Jembatan George Washington.

  1. Akibat Cyber Bullying, Jessica Laney Gantung Diri di Kamar Mandi
Jessica Laney

Jessia Laney, wanita cantik berusia 16 tahun ini aktif di sebuah platform sosial media Ask.fm. Sosial media tersebut, menyediakan fasilitas penggunanya dapat mengirimkan pertanyaan secara anonimus kepada akun sosmed lainnya.

Tapi, fasilitas tersebut digunakan secara negatif untuk mengirimkan pesan-pesan mengejek orang lain, korbannya adalah Jessica Laney. Gadis yang gemar sepak bola seringkali mendapat pesan kejam di akun Ask.fm-nya dari akun-akun anonymous. Tak tahan mendapat ejekan terus menerus, Jessica memilih mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di kamar mandi.

Jessica yang memiliki sejarah gangguan kesehatan mental, pernah mengancam akan bunuh diri. Tapi, cyber bullying yang terjadi kepada dirinya memicu kesehatan mental Jessica yang semakin tidak stabil, hingga berakhir dengan bunuh diri.

  1. Megan Meier Disuruh Akun Palsu di Myspace untuk Bunuh diri
Megan Meier

Sejak kecil Megan Meier memang memiliki gangguan kesehatan mental. Sejak itu, dia mengonsumsi obat anti-depressant, juga rutin bertemu psikiater untuk menjalani terapi.

Berkali-kali dia menyatakan ingin bunuh diri, tapi tidak pernah benar-benar melakukan keinginannya itu. Hingga suatu waktu dia berteman dengan seorang pria bernama Josh Evans di akun media sosial MySpace. Megan dan Josh kemudian menjalani hubungan secara virtual, tapi tidak pernah bertemu.

Tapi ternyata Josh Evan bukan teman yang baik, dia kemudian bertingkah kejam dan mengaku tak ingin berteman lagi dengannya. Dia mengatakan dunia lebih baik tanpa Megan. Tindakan tersebut semakin meyakinkan keinginannya untuk bunuh diri, dan kali ini dia benar-benar melakukannya.

Belakangan, Josh Evans diketahui sebuah akun palsu yang dibuat seorang wanita bernama Lori Drew. Lori mengaku melakukan itu, untuk membalaskan dendamnya kepada ibu Megan, Tina Meier.

  1. Foto Pemerkosaan yang dialaminya disebar, Audrie Pott Bunuh Diri
Audrie Pott

Sungguh kejam dan sadis perilaku teman-teman Audrie Pott, gadis cantik berusia 15 tahun ini. Saat menghadiri sebuah pesta, Audrie dipaksa mengonsumsi alkohol, kemudian diperkosa secara bergiliran tiga teman prianya, dalam keadaan Audrie tak sadarkan diri.

Saat melakukan pemerkosaan, pelaku pemerkosa juga merekam dan mengambil gambar pemerkosaan tersebut.

Lebih kejamnya lagi, usai memerkosa, teman-temannya itu menyebarkan gamabr-gambar tersebut kepada teman-teman lainnya di sekolah. Akibatnya, Audrie yang menjadi korban pemerkosaan, bukannya mendapat belas kasihan atau iba, tapi justru mendapatkan bully dari teman-teman di sekolahnya.

Tak terima dengan keadaan yang dialaminya, Audrie memilih mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, sepekan setelah kejadian pemerkosaan tersebut.

  1. Ditindas karena epilepsy, Hailee Lamberth Tembak Diri Sendiri
Hailee Lambert

Menderita epilepsi, seharusnya gadis berusia 13 tahun ini mendapatkan perlindungan dari sekolah dan teman-temannya. Tapi, bukan itu yang diterima Hailee. Justru dia selalu mengalami penindasan di sekolah akibat penyakitnya tersebut.

Bahkan loker Hailee selalu dipenuhi pesan-pesan kejam tentang Hailee dari pengirim anonimus.

Hailee meninggalkan pesan sebelum bunuh diri. Dia mengaku mengambil keputusan karena tak tahan dengan bullying yang diterimanya di sekolah secara terus menerus.

Persoalan bullying ini menjadi masalah serius di Amerika Serikat. Pemerintah memaksa kepada sekolah-sekolah untuk memberikan perhatian khusus kepada bullying. Bahkan beberapa negara bagian mengeluarkan aturan khusus mengenai bullying ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here