Siapakah Wali Nikah Anak Hasil Zina Menurut Islam?

Siapakah Wali Nikah Anak Hasil Zina Menurut Islam?

Oranyenews.com – Siapakah Wali Nikah Anak Hasil Zina Menurut Islam? Pertanyaan ini mungkin juga muncul pada sebagian kalangan.

Entah sebagai materi pembalajaran, ataupun memang sedang mengalami masalah tersebut secara individu.

Sehingga untuk memperoleh solusi atau langkah penyelesaian masalah, tentu memerlukan referensi yang memang benar dan tidak menyalahi yang sudah ditetapkan oleh Sang Maha Penguasa, Allas SWT.

Sebelumnya ada beberapa pendapat yang termasuk pada musyawarah yang dihelat secara kecil-kecilan di salah satu Ponpes di Jawa Timur.

Dan disini penulis juga termasuk dari anggota (orang luar) yang ikut nimbrung untuk memperoleh ilmu yang lebih luas terkait pernikahan.

Pertanyaan yang menjadi topik dalam musyawarah tersebut mencakup :

  • Bagaimana hukum anak diluar nikah? Meski Ayah biologis bertanggungjawab.
  • Apa anak zina bisa memperoleh hak Waris (Ahli Waris)?

Menelisik lebih jauh kedalam, ternyata anak diluar nikah (hasil zina), tidak ada hubungannya dengan ayah biologis (putus semua hak nazab).

Justru yang berhak merupakan ayah sambung (jika masih didalam kandungan) menikah dengan si ibu, atau istri selingkuh dengan pria lain. Maka suami yang sah lah yang terikat nazab.

Pada dasarnya, Alla SWT mengutuk perbuatan zina, hal tersebut juga tercantum dalam Al-Qur’an, Surah Al-Isra ayat 17:32.

Dan janganlah kamu mendekati zina, karena sesungguhnya zina itu adalah fâhisyah (perbuatan yang keji) dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh oleh seseorang). [Al-Isrâ`/17:32]

Sedangkan menurut hadits riwayat Bukhori, dijelaskan bahwa anak tersebut dinasabkan pada suami yang sah.

“Anak itu dinasabkan kepada suami yang sah sedangkan laki-laki yang berzina itu tidak dapat apa-apa.” (HR Bukhari no 6760 dan Muslim no 1457 dari Aisyah).

Bagaimana jika anak tersebut tidak mempunyai wali nikah? Dalam hal ini, Hadits Riwayat Bukhori menyebut jika wali nikah yang sah adalah penguasa.

Dalam hal ini, bisa diwakilkan pada wali hakim (pengadilan agama), atau petugas KUA yang bertanggung jawab.

“Penguasa adalah wali nikah bagi perempuan yang tidak memiliki wali nikah.” (HR Abu Daud no 2083 dan dinilai shahih oleh al Albani).

Jika mempelajari Islam lebih jauh, patut pula dipelajari terkait dengan hukum nikah. Ditakutkan istri yang anda nikahi dinikahkan oleh wali yang tidak berhak.

Hal ini dikenal dengan istilah ” Zina Turunan”, bisa muncul ketika suami istri tidak sadar bahwa sudah jatuh talak. Namun tetap melakukan hubungan hingga mengandung.

Konsultasikan dengan petugas KUA atau kyai yang lebih paham. Jangan malu untuk mengungkap masalah tersebut.

Bagikan Yuk..!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here