Dabbatul Ard – Pembawa Tongkat Nabi Musa Dan Memakai Cincin Nabi Sulaiman

Dabbatul Ard - Pembawa Tongkat Nabi Musa Dan Memakai Cincin Nabi Sulaiman
Ciri-ciri Dabbatul Ard / Foto : Spiritmuslim.co.id

Berbicara tentang Tongkat Nabi Musa dan Cincin Nabi Sulaiman, tentu akan mengaitkan dengan sosok Dabbatul Ard. Apa itu?

Dilansir dari Wikipedia berbahasa Indonesia, Dabbatul Ard merupakan sebuah frasa yang bisa diartikan sebagai binatang buas (monster), dengan kemunculan dari perut bumi.

Dan dalam Islam, binatang ini sebagai salah satu pertanda sebelum datangnya hari penghakiman (kiamat).

Dari beberapa sumber, disebutkan bahwa binatang ini akan muncul di kota Mekah, tepatnya di gunung Shafa, pasca peristiwa matahari terbit dari barat.

Binatang tersebut akan berbicara dengan bahasa yang fasih dan jelas. Serta kemunculannya akan membawa tongkat Nabi Musa As, beserta dengan cincin Nabi Sulaiman As.

Dabbatul Ard – Pembawa Tongkat Nabi Musa Dan Memakai Cincin Nabi Sulaiman

Seperti apa wujudnya? Ibnu Jurayj memberikan penjabaran yang sangat rinci.

“Kepalanya seperti kepala kerbau, matanya seperti mata babi, telinganya seperti telinga gajah, tanduknya seperti tanduk rusa jantan, lehernya seperti leher burung unta, dadanya seperti dada singa, warna kulitnya seperti warna kulit harimau, panggulnya seperti panggul kucing, ekornya seperti ekor biri-biri jantan dan kakinya seperti kaki unta. Di antara sepasang persendiannya sejarak 12 ukuran garis lurus.”

Sedangkan dari penjelasan lain, disebutkan pula bahwa Dabbat al-ard (Dabbatul Ard) merupakan seekor hewan yang mempunyai bulu panjang dan pendek.

Mempunyai tubuh yang sangat besar, dan pada saat ia keluar dari sarangnya memiliki kecepatan seperti seekor kuda yang berlari setelah tiga hari. Serta Dabbatul Ard mampu mengeluarkan 1/3 badannya.

Selanjutnya ia mampu berbicara dengan manusia, menggunakan beberapa bahasa di dunia. Dengan tangan kiri memang tongkat Nabi Musa, dan jari tangan kanan memakai cincin Nabi Sulaiman.

Ia akan muncul pada pertengahan bukit Sofa dan Marwa.

Apa Misi Dabbatul Ard?

Dari berbagai sumber, ketika dabbatul ard muncul, ia mempunyai misi dan tujuan. Beberapa diantaranya ialah akan berbicara kepada manusia.

”Sesungguhnya manusia sudah tidak yakin dengan ayat-ayat Allah.”

Serta ia akan membuat tanda pada wajah orang-orang mukmin menjadi cerah, serta gelap pada orang kafir.

Dijelaskan, ia tidak akan menakuti manusia, serta ia akan menjerit di kawasan Maqam Ibrahim dan Hajar Aswad, sembari menebar tanah di atas kepalnya yang dilanjutkan menghadap timur memekik, dan barat memekik.

Suaranya akan terdengar hingga semua penjuru yang menyebabkan manusia lari lantaran takut.

Pada keadaan yang sama, orang mu;min telah mengetahui bahwa yang bersuara keras tersebut merupakan Dabbatul Ard, dan tetap ditempat dengan tanpa rasa takut.

Pada beberapa keterangan, Dabbtul Ard akan muncul pasca Ya’juj dan Ma’juj mati terkena virus yang diturunkan oleh Allah kepada mereka.

Tepatnya selepas matahari terbit seperti biasa yaitu pada waktu dhuha yang dilanjutkan matahari akan keluar dari barat.

Dikatakan oleh Ibnu Zubair yang menjabarkan penjelasan Ibnu Jurayj,

“Ia akan membawa tongkat Musa dan memakai cincin Sulaiman. Tiada tersisa bagi orang beriman yang tersisa tanpa membuat tanda putih di wajahnya, sehingga bersinarlah wajahnya dan tiada yang tersisa bagi orang kafir tanpa membuat tanda hitam diwajahnya, sehingga hitam legam keseluruh wajahnya.”

Lebih lanjut, pada saat mereka tengah bertransaksi di pasar, mereka akan berkata, “Berapa harganya wahai orang beriman?” “Berapa harganya wahai orang kafir?”

Sehingga ketika salah satu dari anggota keluarga duduk untuk makan bersama. Bisa diketahui apakah mereka beriman atau sebaliknya disebut kafir.

Selanjutnya, binatang (Dabbatul Ard) akan berkata kepada orang yang beriman, “Wahai orang beriman, kalian akan berada di antara orang-orang penghuni surga,”

Bagitupun kepada orang kafir, binatang tersebut menyampaikan, “Wahai orang kafir, kalian akan berada di antara orang-orang penghuni neraka.”

Hal tersebut tentu sangat sesuai dengan apa yang menjadi firman Allah SWT pada Surah dalam Al-Qur’an.

“Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.: (QS : An Naml ayat 82).

Sumber : Wikipedia

Bagikan Yuk..!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here