PWNU Jatim: Tayangan “Karma” Haram

0
58

ORANYENEWS- Konferwil PWNU Jawa Timur akhirnya memutuskan bahwa tayangan “Karma” haram untuk ditayangkan dan ditonton masyarakat muslim. Ada tiga alasan, di antaranya dapat merusak akidah orang lain.

Bahtsul Masail Waqi’iyyah
Konferwil PWNU Jawa Timur 2018 yang digelar di Pondok Pesantren Lirboyo – Kediri pada 15 – 16 Dzulqo’dah 1439 H / 28 – 29 Juli 2018 telah selesai.

Sejumlah kyai yang telah turut membahas masalah tersebut adalah: KH. Yasin Asmuni, KH. Mahrus Maryani, KH. MB Firjoun Barlaman, KH. Murtadho Ghoni, KH. Asyhar Shofyan, KH. Makmun Djazuli Mahfudz, KH. Fauzi Hamzah, KH. Ali Maghfur Syadzili, KH. Syihabuddin Sholeh, dengan moderator KH M. Ali Romzi dan notulensi: Ust. M. Khotibul Umam.

1. PRO KONTRA TAYANGAN “KARMA” DI TV SWASTA
Deskripsi Masalah:
Karma adalah acara televisi realitas adikodrati (supranatural) yang ditayangkan oleh
salah satu stasiun TV swasta sejak 24 Desember 2017. Acara yang berdurasi 120 menit ini
dipandu pembawa acara dan pembaca angka kelahiran (penarawang). Dalam setiap
episode terdapat 31 orang peserta sesuai dengan tanggal lahirnya yang semuanya adalah
orang-orang yang bermasalah. Pembaca angka (penerawang) merupakan seorang indigo
yang mempunyai kemampuan menerawang masa lalu dan masa depan seseorang melalui
data tanggal lahir, gambar, tulisan dan pengakuan dari peserta, bahkan pembaca angka
(penerawang) juga dengan tanpa beban mengungkap penyebab masalah yang dihadapi
peserta semisal disantet atau diguna-guna oleh salah satu teman atau keluarga. Namun
demikian pada akhirnya pembaca angka (penerawang) juga memberi masukan kepada
peserta agar selalu melakukan kebaikan-kebaikan sebagai solusi menuju kehidupan yang
lebih baik.

Pertanyaan a:
Bagaimana hukum menayangkan acara seperti “karma” tersebut?
Jawaban a:
Menayangkan acara seperti karma tersebut hukumnya adalah haram karena tergolong
menayangkan Arrof atau kahin (peramal) juga karena mengandung unsur-unsur sebagai
berikut:
1) Menyebar luaskan aib orang lain.
2) Mempublikasikan praktek keharaman.
3) merusak akidah orang lain

Pertanyaan b:
Bagaimana pula hukum menonton dan mempercayainya?
Jawaban b:
Hukum menonton tayangan karma adalah haram kecuali jika sebagai bahan kajian
atau dlorbil amtsal (memberi contoh) untuk memberikan nasehat atau untuk
membedakan antara haq dan bathil selama tidak sampai mempercayai ramalannya.

Pertanyaan c:
Bagaimakah hukum mengajukan diri sebagai peserta dalam acara tersebut? Apakah
sama dengan mendatangi Kahin atau peramal?
Jawaban c:
Hukum mengajukan diri sebagai peserta dalam acara tersebut hukumnya haram,
karena sama halnya dengan mendatangi Kahin atau peramal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here