Hukum ‘Karma’ Dibahas Kyai NU Jawa Timur Hari Ini

0
1189

ORANYENEWS- Tayangan Karma di salah satu televisi swasta saat ini tengah digandrungu masyarakat. Terbukti dengan ratingnya yang melonjak pesat. Namun, di balik itu ada keresahan di kalangan masyarakat. Untuk itu para kyai Nahdlatul Ulama membahas masalah tersebut dalam Konferwil NU Jawa Timur.

Karma adalah sebaluah acara reality supranatural yang ditayangkan sejak 24 Desember 2017. Acara tersebut berdurasi 120 menit dipandu pembawa acara yang menghadirkan narasumber utama dari penerawang.

KH M Ali Maghfur Syadzili menjelaskan setiap episode acara tersebut menghadirkan setidaknya puluhan peserta yang ‘bermasalah’. “Penerawang yang merupakan narasumber utama mempunyai kemampuan melihat masa lalu dan masa depan seseorang melalui data tanggal lahir, gambar, tulisan dan pengakuan dari peserta,” ujar Kiai Ali Maghfur.

Kemudian, tanpa beban penerawang tersebut mengungkap penyebab masalah yang dihadapi peserta contohnya disantet atau diguna-guna orang lain, baik teman atau keluarga.

Pada akhirnya narasumber utama itu memberi masukan kepada peserta agar selalu melakukan kebaikan sebagai solusi menuju kehidupan yang lebih baik.

Kyai yang ditunjuk sebagai ketua tim bahtsul masail untuk kategori waqi’iyah mengungkapkan masalah tayangan tersebut dikirim Pengurus Cabang NU Kabupaten Blitar. Rencananya akan dibahas secara rinci terkait hukum agama Islam dalam menonton dan mempercayai tayangan tersebut.

Pembahasan oleh para kyai akan dilakukan dalam Konferensi Wlayah NU Jatim yang digelar di Pesantren Lirboyo tersebut Sabtu- Minggu 28-29 Juli 2018.

Lain itu, nanti juga dibahas hukum dari mengajukan diri sebagai peserta. “Apakah mereka sama dengan mendatangi kahin atau peramal,” jelasnya.

Kiai Ali Maghfur menjelaskan selama kegiatan bahtsul masail khusus waqi’iyah, yang bertindak sebagai moderator yakni KH Ali Romzi, notulen KH Syihabuddin Sholeh dan Anang Darunnaja.

“Nantinya yang bertindak sebagai perumus adalah KH MB Firjaun Barlaman, KH Asyhar Shofwan, KH Murtadlo A Ghoni, KH Abdur Rozaq Sholeh serta KH Aria Muhammad Ali,” ungkapnya.

Setelah nanti rumusan diputuskan, hasilnya akan diserahkan kepada jajaran Rais dan Tim Bahtsul Masail PWNU Jatim untuk dilakukan tashih. “Penashihan dilakukan di hadapan musyawirin dari berbagai PCNU saat bahtsul masail itu juga,” pungkasnya.

Tak hanya tayangan Karma, Konferwil NU Jatim juga akan membahas sejumlah masalah berbarengan dengan sidang komisi dan pleno lain. Untuk bahtsul masail dibagi menjadi dua yakni komisi waqi’iyah dan maudlu’iyah. Pertanyaan berasal dari berbagai daerah yang kemudian diseleksi untuk dapat dibahas di forum Konferwil. Para peserta bahtsul masail adalah utusan PCNU se-Jatim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here