Perbedaan Tarawih dan Tahajud

0
632
Keutamaan salat Jumat

ORANYENEWS- Ada sebagian orang menganggap bahwa *Kalau sudah Shalat Taraweh tidak perlu Shalat Tahajud lagi* karena keduanya sama-sama Qiyamulail (Sholat malam ).

Mari kita definiskan satu per satu.

*Arti Qiyamulail* :
Secara bahasa adalah bangun malam.
Secara Istilah Semua jenis shalat yang dikerjakan di malam hari, khususnya setelah shalat Isya’ hingga shalat shubuh.
Maka baik shalat tarawih & shalat tahajjud, keduanya termasuk ke dalam kumpulan Sholat qiyamullail.

Meskipun sama-sama qiyamullail, namun umumnya ulama membedakan antara shalat tarawih dengan tahajjud, diantaranya :

*1. Syariat Taraweh di Madinah*

– Shalat Tarawih disyariatkan di Madinah setelah hijrah Rasulullah SAW.

– Shalat Tahajud disyariatkan di Makkah, sejak awal mula masa kenabian, bahkan wahyu kedua yang turun sudah memerintahkan bangun malam dalam arti shalat tahajjud.

*2. Shalat tarawih hanya di Bulan Ramadhan*

– Shalat Taraweh : di masa Nabi SAW dilakukan hanya tiga kali saja di bulan Ramadhan, Shalat itu dilakukan secara berjamaah dan dilakukan di dalam masjid nabawi, selanjutnya dihidupkan kembali lewat ijma (konsensus) para sahabat Nabi SAW yaitu pada masa Khalifah Umar bin al-Khattab, Ubay bin Ka‘ab menjadi imam shalat tarawih dua puluh rakaat, dan tidak ada satu pun dari sahabat Nabi yang memprotes hal itu.

– Shalat Tahajud : dilakukan oleh Rasulullah SAW sepanjang hidupnya setiap malam baik bulan Ramadhan atau di luar bulan Ramadhan, karena tahajjud khusus buat beliau SAW hukumnya wajib.

*3. Tarawih Berjamaah di Masjid*

– Shalat Taraweh : Dilaksanakan Rasulullah SAW dan para shahabat sebanyak tiga kali, semuanya dilakukan dengan berjamaah dengan Jamaah yang amat banyak, bahkan hingga memenuhi masjid nabawi kala itu.

– Shalat Tahajud : meski hukumnya boleh berjamaah, tetapi dalam kenyataannya Rasulullah SAW lebih sering melakukannya sendirian, tidak mengajak orang untuk ikut di belakang beliau. Kadang beliau mengerjakannya di dalam rumah (kamar Aisyah), kadang beliau lakukan di dalam masjid.

*4. Shalat Taraweh Sebelum Tidur*

– Shalat tarawih : dilakukan oleh Rasulullah SAW & para Sahabat sesudah shalat isya’ dan sebelum tidur malam. Mirip dengan yang lakukan di masa sekarang ini.

– Shalat Tahajud : dilakukan Rasulullah SAW di akhir malam, setelah beliau SAW selesai beristirahat tidur malam. Tidak ada shalat Tahajud yang dilakukan pada awal malam.

Hal ini dikuatkan dengan hadits dari Al-Hajjaj bin Amr radhiyallahuanhu :

‎يَحْسِبُ أَحَدُكُمْ إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْل يُصَلِّي حَتَّى يُصْبِحَ أَنَّهُ قَدْ تَهَجَّدَ إِنَّمَا التَّهَجُّدُ : الْمَرْءُ يُصَلِّي الصَّلاَةَ بَعْدَ رَقْدَةٍ

Ada seorang diantara kalian yang mengira bila seseorang shalat di malam hari hingga shubuh, dia dikatakan sudah bertahajjud. Padahal tahajjud itu adalah seseorang melakukan shalat setelah bangun dari tidur.

*5. Tarawih Banyak Istirahatnya*

– Shalat Taraweh : banyak istirahatnya, sebagaimana nama yang disematkan kepadanya “Rawaha”.

– Shalat Tahajud : berlama-lama dalam Sholat, Banyak riwayat yang menyebutkan bahwa beliau SAW shalam sampai bengkak kakinya, karena saking lamanya. Tidak ada riwayat yang menyebutkan bahwa beliau beristirahat di sela-sela rakaat tahajjud.

Wa’allahu’ A’lam
Ustadz Soleh Sofyan, Wasekjen Ittihadul Mubalighin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here