Begini Cara Menentukan Awal Puasa 2018

0
187

ORANNYENEWS- Hari ini pemerintah melalui Kementerian Agama akan menggelar rapat Isbat atau penetapan kapan awal Ramadan 1439 hijriyah. Lalu, bagaimama cara pemerintah menentukan awal puasa tahun 2018 ini?

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kemenag, A Juraidi mengatakan dalam penentuan awal puasa Ramadan, secara umum ada dua metode yang digunakan, yaitu melalui pemantauan hilal (rukyatul hilal) dan hisab.

Rukyatul Hilal

Hilal adalah penampakan bulan baru atau sabit yang merupakan penanda dimulainya bulan baru dalam kalender Hijriah. Sementara rukyat adalah aktivitas pengamatan dan melihat hilal yang tampak di ufuk barat. Cara ini biasanya dilakukan menjelang matahari terbenam di beberapa titik yang sudah ditentukan.

Untuk menentukan awal puasa Ramadan tahun 2018 rukyatul hilal atau pengamatan bulan dilakukan pada 95 titik pemantauan yang tersebar di 32 provinsi di Indonesia.

Mengacu kalender Hijriah, perhitungan hari dimulai saat matahari terbenam atau waktu magrib. Dalam penentuan awal puasa Ramadan 2018, maka cukup menanti matahari terbenam di hari ke-29. Setelah itu, tinggal menunggu kemunculan bulan sabit. Jika minimal dua orang yang melihat hilal, sudah bisa dipastikan bahwa malam itu sudah masuk tanggal 1.

Hisab

Selain rukyatul hilal, ada juga Metode lain dalam penentuan awal puasa Ramadan yaitu dengan cara Hisab. Metode ini menghitung pergerakan posisi hilal di akhir bulan untuk menentukan awal bulan seperti Ramadan.

Jika penentuan awal Ramadan dengan rukyatul hilal harus melihat bulan baru atau sabit, maka pada metode hisab tak harus melihat hilal dengan mata kepala telanjang tetapi bisa menggunakan ilmu.

Dengan hisab, posisi hilal akan bisa diprediksi ada “di sana” sekalipun wujudnya tidak terlihat. Hisab menggunakan perhitungan ilmu falak atau astronomi untuk menentukan bulan baru atau sabit.

Sehingga dengan metode ini, posisi hilal dapat diperkirakan secara presisi tanpa melihat bulan baru sebagai penanda awal bulan.

Awal Ramadan versi Muhammadiyah

Salah satu yang menggunakan metode hisab dalam menentukan awal puasa Ramadan 2018 yaitu Muhammadiyah.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah kali ini sudah menetapkan awal puasa atau 1 Ramadan tahun 1439 Hijriah jatuh pada Kamis, 17 Mei 2018. Penetapan ini merujuk hasil perhitungan astronomi atau hisab yang dipedomani Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

Sementara itu, pemerintah menetapkan hari besar keagamaan Islam termasuk awal Ramadan 2018 setelah melakukan sidang isbat atau penetapan yang diikuti sejumlah ormas dan perwakilan instansi, termasuk Muhammadiyah.

Nah, sidang isbat yang akan digelar kemenag sore nanti mempertimbangkan dua metode di atas, yaitu hasil perhitungan hisab dan juga menggunakan metode melihat bulan (rukyat). Selanjutnya, kedua metode ini diselaraskan dalam penentuan awal Ramadan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here