Wawancara Khusus: Mengapa Youtuber Naik Haji?

0
318

ORANYENEWS- Jika tukang bubur bisa naik haji, mengapa seorang Youtuber tidak bisa? Tahun ini dipastikan seorang Youtuber akan berangkat haji secara gratis sebagai petugas Media Center Haji (MCH), berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Lalu mengapa, Kementerian Agama secara khusus memberikan tempat kepada Youtuber untuk berangkat sebagai petugas haji bersama 20 orang wartawan media televisi, cetak, radio, dan online.

Oranyenews berkesempatan melakukan wawancara khusus dengan Dr. MASTUKI, M.Ag, Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Data, dan Informasi Sekretariat Jenderal Kementerian Agama pada Kamis 19 April 2019, berikut isi lengkap wawancaranya:

Kementerian Agama tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana kali ini merekrut seorang Youtuber sebagai petugas haji, apa alasannya?

Begini mas, tahun lalu kami merekrut praktisi media untuk bisa memperkuat tim media center haji 2017.

(tahun ini, merekrut Youtuber) Tujuannya merespon perkembangan medsos luar biasa. Twitter dkk ditambah youtube. Itu kuat sekali, sementara kita merekrut berbagai media, radio, cetak online dan tivi, sudah terwadahi. Karena (saat ini) ada perkembangan dunia medsos, makanya kami rekrut Youtuber.

Lalu, apa targetnya dengan mengajak Youtuber sebagai petugas haji?

Tujuannya adalah generasi millenials. Mereka lebih banyak berada di media sosial, agar kegiatan atau aktivitas haji dapat menyasar dan tersosialisasi di kalangan anak muda.

Apa saja syaratnya?

Tahun ini kita akan coba walaupun terbatas (hanya 1 orang). Dia haruslah yang punya subscriber banyak (di atas 1 juta), follower lumayan besar, agar lebih mudah dan meluas saat mengabarkab informasi-informasi haji.

Sudah berapa banyak yang mendaftar?

Untuk Youtuber tidak banyak, karena kuotanya cuman satu. Ada 28 youtubers yang sudah daftar, sudah mulai proses, dan sudah mengkerucut menjadi 2 orang calon.

Selanjutnya, 2 Youtubers ini akan menjalani seleksi berupa test tulis pada 24 April nanti.

Apa saja test yang akan diberikan kepada mereka?

Test untuk pengetahuan substansi haji, regulasi haji, untuk memastikan apakah mereka paham tentang haji. Karena setiap petugas harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang haji.

Setelah itu barulah dilakukan interview wawancara untuk mengetahui bagaimana rencana di sana.

Belakangan ada larang tidak boleh selfie, ambil gambar di kawasan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, bagaimana dengan Youtubes nanti?

Petugas haji nemiliki kontrak, ada aturan-aturannya. Jadi ada kontrak yang harus dia taati, tidak hanya untuk Youtuber, tapi semua petugas.

Kedua, materi-materi haji sangat luas, dan banyak sekal. Tentu sebagai petugas, Youtuber dimaksud untuk memperkuat publikasi, soal aktivitas haji, mulai berangkat, sampai kedatangan, materinya banyak sekali.

Apakah ada kemungkinan, jika kali ini sukses maka akan lebih banyak lagi porsi untuk Youtuber?

Ya, bukan tidak mungkin, itu bisa saja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here