Haji & Umrah Tak Boleh Lagi Selfie di Masjidil Haram

0
333
Artis Maia Estianty saat selfie di depan kakbah (foto: Instagram)

ORANYENEWS- Kebiasaan masyarakat Indonesia yang melakukan selfie di depan Masjidil Haram atau Kakbah saat umrah dan haji, kini sudah tidak diperbolehkan lagi secara resmi. Pelarangan tersebut sudah diresmikan Kerajaan Arab Saudi sejak November 2017.

Kebijakan tersebut kemudian diteruskan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi pada 12 November 2017. Surat dikirimkan kepada negara-negara penyelenggara haji dan umrah.

Di dalam surat diplomatic tersebut diterangkan bahwa Arab Saudi meminta negara-negara sahabat memberikan penyuluhan yang lebih tegas kepada para calon jemaah haji dan umrah. Penyuluhan berkaitan dengan larangan mengambil gambar di lingkungan Masjidil Haram.

“Kementerian Haji dan Umrah mengimbau untuk kiranya dapat memberikan penyuluhan agar tidak melakukan perbuatan tersebut dan menegaskan kembali kepada mereka mengenai pentingnya merespons instruksi yang melarang pengambilan gambar, baik dengan kamera biasa, kamera televisi, maupun kamera lainnya,” kata Menteri Haji dan Umrah Saudi Mohammed Saleh bin Taher Benten.

Tak hanya berlaku di Masjidil Haram, larangan tersebut juga terjadi untuk di Masjid Nabawi. Tujuan larangan tersebut agar jemaah yang tengah khusyuk beribadah dan tidak terganggu aktivitas pengambilan gambar.

“Dalam rangka menegakkan peraturan yang berlaku dan dalam rangka menghormati kesucian dua masjid suci dan demi terjaganya suasana ibadah,” kata Mohammed Saleh.

Selama ini memang banyak jemaah yang berfoto selfie di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Tempat favorit jemaah adalah background Masjidil Haram. Tak jarang yang meng-upload di media sosial. Sedangkan untuk Masjid Nabawi, biasanya jemaah berfoto di pelataran dengan background pintu-pintu megah dan payung raksasanya.

Pelarangan ini ternyata dipicu peristiwa yang terjadi di dekat Kakbah. Jadi, dalam periode tertentu, petugas di Masjidil Haram mendapati peristiwa jemaah haji dan umrah berfoto sambil membawa bendera kebangsaan.

“Sebagian jemaah haji dan umrah dari berbagai kewarganegaraan menaikkan bendera negara mereka kemudian melakukan pengambilan gambar di dalam koridor Masjidil Haram,” ujar Mohammed Saleh

Petugas kemudian menegur mereka. Jemaah mengaku tidak mengetahui larangan mengambil gambar itu. Pemerintah Arab Saudi pun kemudian menganggap hal ini sebagai persoalan serius sehingga dirasa perlu mengirimkan nota diplomatik ke negara-negara penyelenggara haji dan umrah.

“Ketika ditegur dan dinasihati oleh pihak berwenang keamanan Masjidil Haram bahwa apa yang telah mereka lakukan itu melanggar peraturan dan instruksi, sebagian dari mereka berdalih bahwa hal tersebut untuk kenang-kenangan dan tidak tahu bahwa ada instruksi yang melarang pengambilan gambar tersebut,” ujar Mohammed Saleh.

Diketahui, sebenarnya bahwa selfie di dua masjid suci tersebut selama ini juga tak bebas. Jika kepergok petugas atau lebih dikenal dengan askar, maka pengunjung akan diingatkan agar tidak melakukan hal tersebut. Namun, saat itu belum ada aturan tegas benar soal hal itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here