Ternyata, Tiga Amalan Ini Berpahala Haji dan Umrah Tanpa Pergi ke Arab Saudi

0
333
Makkah (foto: Ist)

ORANYENEWS- Pergi Haji dan Umrah tidak hanya menguras fisik, namun juga menguras uang alias tidak sedikit uang yang harus disiapkan untuk terbang ke Arab Saudi. Sehingga tak sedikit orang yang tidak memiliki harta yang cukup, terpaksa harus menahan keinginannya untuk melaksanakan ibadah tersebut.

Tapi, Allah SWT memiliki sifat Kasih Sayang dan juga Pemurah, sehingga tidak membiarkan umatnya yang tidak berpunya atau miskin, tidak merasakan nikmatnya pahala berhaji dan pahala umrah.

Hanya dengan melakukan beberapa amalan baik di dalam sebuah musalla kecil atau di dalam ruangan yang sempit, seorang hamba Allah dapat merasakan nikmatnya pahala Haji dan Umrah. Bagaimana bisa?

Berikut amalan yang diganjar dengan pahala Haji dan Umrah:

SALAT DHUHA DI MASJID

Pahala salat berjamaah di masjid memang lebih utama dan lebih besar ketimbang salat sendirian di rumah. Jika salat fardhu (wajib) di masjid akan mendapatkan pahala 27 kali lipat dibandingkan salat sendirian. Sedangkan, salat dhuha di masjid mendapatkan ganjaran pahala umrah.

Berdasarkan hadits riwayat Abu Daud, Rasulullah SAW berkata.

من خرج من بيته متطهرا إلى صلاة مكتوبة فأجره كأجر الحاج المحرم، ومن خرج إلى تسبيح الضحى لا ينصبه إلا إياه فأجره كأجر المعتمر

“Barang siapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan suci untuk menunaikan shalat fardhu akan diberikan pahala ibadah haji. Sementara orang yang keluar rumah untuk mengerjakan shalat dhuha dan tidak ada tujuan lain selain itu, maka akan diberikan pahala umrah,” (HR Abu Daud).

SALAT SUBUH, DZIKIR HINGGA DHUHA DI MASJID

Amalan kedua yang jika dikerjakan akan mendapatkan pahala haji dan umrah adalah melakukan salat subuh berjamaah kemudian berzikir hingga masuk waktunya salat Dhuha, atau setelah terbitnya matahari. Maka dia akan mendapatkan pahala haji dan umrah, tanpa harus terbang ke Arab Saudi.

Amalan tersebut berdasarkan Hadist di bawah ini:.

من صلى الغداة في جماعة ثم قعد يذكر الله حتى تطلع الشمس، ثم صلى ركعتين كانت له كأجر حجة وعمرة

Artinya, “Siapa yang mengerjakan shalat subuh berjemaah, kemudian dia tetap duduk sambil dzikir sampai terbit matahari dan setelah itu mengerjakan shalat dua rakaat, maka akan diberikan pahala haji dan umrah,” (HR At-Tirmidzi).

Ali Mula Al-Qari dalam Mirqatul Mafatih menjelaskan, yang dimaksud zikir dalam hadits di atas tidak sebatas melafalkan kalimat zikir, tetapi juga termasuk thawaf bagi orang yang berada di masjidil haram, serta majelis ilmu dan agama.

Hal itu dilakukan sampai terbit matahari dan sekira matahari setinggi tombak, sekitar lima belas menit setelah terbitnya matahari, disunahkan shalat dua rakaat. Shalat dua rakaat itu dinamakan dengan shalat sunah isyraq.

BELAJAR DAN MENGAJAR DI MASJID

Tidak hanya salat Dhuha di masjid yang mendapatkan pahala Haji dan Umrah. Belajar dan mengajarkan ilmu di masjid secara ikhlas juga dijanjikan Rasulullah SAW akan mendapatkan pahala haji dan umrah. Janji tersebut dijelaskan dari riwayat Abu Umamah bahwa Rasulullah berkata.

من غدا إلى المسجد لايريد إلا أن يتعلم خيرا أو يعلمه، كان له كأجر حاج تاما حجته

“Siapa yang berangkat ke masjid hanya untuk belajar kebaikan atau mengajarkannya, diberikan pahala seperti pahala ibadah haji yang sempurna hajinya,” (HR At-Thabarani).
Walaupun begitu, kewajiban untuk berhaji jika mampu tidak gugur, jika seseorang yang sudah mengamalkan amalan tersebut, di kemudian hari ternyata memiliki kemampuan untuk berhaji.

Ketiga amalan tersebut mendapatkan pahala Haji dan Umrah memiliki tujuan untuk memberikan motivasi kepada umat Islam untuk melakukan amalan ibadah tersebut.

 

loading...
SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here