Zul Zivilia Didakwa Dengan Hukuman Penjara Seumur Hidup

Zul Zivilia Didakwa Dengan Hukuman Penjara Seumur Hidup
Zul Zivilia / Foto : Dok. Istimewa

Oranyenews.com, Jakarta – Setelah enam kali mengalami proses penundaan, pada akhirnya sidang kasus narkoba Zul Zivilia kembali dilangsungkan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Senin (9/12/2019).

Senada dengan pekan sebelumnya, sidang tersebut juga masih mempunyai agenda tuntutan.

Pada saat berada dalam persidangan, Zul Zivilia duduk di kursi pesakitan bersama dengan tiga terdakwa lainnya.

Yakni Muhammad Henderiawan alias Rian, Harun Rasyid alias Andu, Zulkifli alias Zul bin Muhammad Djamaluddin, dan juga Devianti.

Dikatakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Fedrik Adhar bahwa keempat terdakwa termasuk Zul Zivilia, sudah terbukti menyalahgunakan obat terlarang.

Pada pemaparannya tersebut, tersangka sudah terbukti secara sah melakukan tindak pidana seperti yang sudah diatur pada beberapa pasal 144 dan 133 Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2009.

“Terbukti bersalah secara sah mendukung melakukan tindak pidana yang diatur dalam Pasal 114 ayat 2 juncto pasal 133 ayat 1 Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika,” ucap JPU saat sidang.

Sedangkan untuk Zul sendiri, dijerat dengan hukuman maksimal penjara seumur hidup. Hal tersebut juga berlaku untuk beberapa rekannya yang bernama Devianti dan Andu.

Lebih lanjut, Fedrik menyebutkan bahwa terdakwa tiga (Zul), didakwa dengan kurungan penjara seumur hidup. Bahkan disertai pula dengan perintah untuk tetap dilakukan penahanan.

“Pidana penjara terhadap terdakwa tiga, Zulkifli alias Zul bin Djamaluddin selama seumur hidup dengan perintah untuk tetap ditahan,” ungkap Fedrik Adhar.

Sementara dari sisi Rian, dituntut dengan hukuman yang paling berat, yakni didakwa dengan ancaman hukuman mati.

“Pidana terhadap terdakwa Rian dengan pidana mati,” ucap JPU, Fedrik Adhar.

Sekedar informasi, pada akhir Februari 2019 lalu, Zul Zivilia ditangkap oleh Ditresnarkoba Polda Metro Jaya pada salah satu apartemen di Jakarta Utara.

Pada pendalaman kasus ini, polisi menduga jika Zul termasuk pada jaringan pengedar obat terlarang.

Hal tersebut terbukti dengan adanya barang bukti ketika penangkapan Zul dilakukan. Barang bukti tersebut berupa sabu yang mempunyai berat 9,54 kilogram, dan juga ekstasi sebanyak 24.000 butir.

Bermula dari penangkapan Zul, polisi juga berhasil mengamankan beberapa orang yang diduga ikut terlibat dalam jaringan pengedar tersebut.

Bagikan Yuk..!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here