Pertemuan Haru Alexandra Gottardo dan Nenek Saulina, Terpidana 1 Bulan Penjara

0
375

ORANYENEWS- Berita mengenai nenek 92 tahun Saulina boru Sitorus, terpidana 1 bulan 14 hari penjara karena memotong pohon durian, membuat artis cantik Alexandra Gottardo prihatin dan ingin menemuinya.

Bersama sang suami,  Arif,  Alexandra pun menempuh perjalanan jauh menuju Desa Panamean, Tobasa, Sumatera Utara.

Berangkat dari Balige,  Tobasa, aktris “Tanah Air Beta” ini menaiki kapal penumpang menuju Desa Panamean bersama Kuasa Hukum Oppu Linda, Boy Raja Marpaung serta rombongan lainnya.

Setelah menempuh dua jam perjalanan kapal,  akhirnya Alexandra Gottardo yang mengenakan kaos dan kaca mata hitam itu tiba di Desa Panamean.

Keluarga Oppu Linda, juga keenam anak-anaknya yang pernah dipenjara yakni Marbun Naiborhu (46 tahun), putra kandung Saulina sudah siap menyambut. Kemudian lima lagi adalah ponakan, yakni anak dari abang dan adik suaminya. Mereka adalah Maston Naiborhu (46), Jesman Naiborhu (45), Luster Niborhu (62), Bilson Naiborhu (59), Hotler Naiborhu 52).

Suasana haru mulai tampak saat kapal mendekati dermaga, Alexandra melambai-lambaikan tangan dan senyum warga desa pun langsung menyambut kedatangan. Ucapan selamat datang “Horas” berkali-kali terucap sambil saling berjabat tangan.

Dengan bertumpu tongkat kayu, wajah nanar Oppu Linda tampak saat keluar dari rumahnya. Alexandra Gottarda dan Oppu Linda langsumh saling berpelukan seperti orangtua dan anak yang lama tak bertemu.

“Horas Oppung, akhirnya aku bertemu dengan Oppung di sini,” ucap Alexandra.

Oppu Linda pun sumingrah, senyuman tampak mengganti tatapannya yang nanar. Wajah Alexandra dibelainya, seraya mengajaknya masuk ke dalam rumah.

Alexandra yang didampingi suaminya, Arif menyampaikan niat kedatangan mereka yang ingin melihat langsung keadaan sang nenek usai vonis hakim satu bulan 14 hari

“Kami selalu mengikuti (kasus Nenek Saulina) melalui pemberitaan di media,” ucap Alexandra.

Tukar cerita hingga canda dan tawa menyelimuti pertemuan mereka saat itu.

Bagi Nenek Saulina dan keluarganya, Alexandra dan suaminya, Arief, dianggapnya bukan lagi sebagai selebriti tapi sudah seperti keluarga sendiri, karena kepedulian keduanya atas masalah yang menimpa Nenek Saulina dan keluarga. Bahkan, Alexandra dan Arief meninggalkan anaknya yang tengah sakit di Bali demi menemui Nenek Saulina dan keluarga.

Dalam kesempatan itu, keduanya dijamu makanan khas setempat hingga disematkan ulos dan Pakaian adat Batak yang biasa dikenakan kaum bapak Juga ibu. Memakai ulos dan “Hohop”, Alexandra tampak seperti kaum ibu-ibu dan bapak beragama Parmalim di Panamean. Saulina merupakan penganut Agama asli tradisi Batak, Parmalim.

Alexandra mengaku terharu disambut dengan keramah-tamahan Keluarga Saulina di Panamean. Dia tak berpikir, akan diberi ulos yang asli ditenun tangan oleh ibu-ibu di Desa Panamean.

Tak hanya itu, dirinya diberi marga dengan sebutan Boru Naiborhu oleh Keluarga Naiborhu atas ketulusannya. Kini dia masuk menjadi bagian dari Keluarga Naiborhu Panamean.

“Mulai sekarang, Alexandra jadi ito kami. Dia sudah kami anggap boru (Putri) kami. Sekarang dia Boru Naiborhu. Dan Arif suaminya sudah jadi lae kami,”ujar Marbun, keluarga Nenek Saulina.

Pertemuan pun diakhiri dengan berfoto dengan keluarga dan juga dengan masyarakat sekitar. Tak sampai di situ, Alex dan Arief, bersama teman-temannya di Bali berniat untuk membantu meringankan beban berat ekonomi yang tengah menghimpit keluarga Nenek Saulina.

Diketahui, belum lama ini Majelis Hakim Pengadilan Negeri Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara menjatuhi hukuman 1 bulan 14 hari kepada Saulina boru Sitorus (92 tahun) alias Ompu Linda. Oleh hakim Hakim Ketua Marshal Tarigan dia dicap bersalah dengan pasal pengerusakan (Penebangan) pohon durian milik Japaya Sitorus di Dusun Panamean, Desa Sampuara Kecamatan Uluan, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here