Unik! Peternak Tegal Setel Musik Untuk Cegah Ayam Arab Stres

Unik! Peternak Tegal Setel Musik Untuk Cegah Ayam Arab Stres
Ilustrasi Ayam Arab / Foto : Theyeshivaworld

Oranyenews.com, Tegal – Diketahui, musik merupakan suara yang disusun sedemikian rupa hingga mengandung irama, nada, dan keharmonisan.

Akan tetapi, bagaimana dampaknya jika dipadukan dengan budidaya ayam arab petelur. Kenyataannya, cara tersebut begitu ampuh dan mulai dilirik oleh beberapa kalangan, termasuk juga di Kota Tegal.

Belakangan ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal melalui Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian, dan Pangan (DKPPP) setempat, melakukan pelatihan pengembangan ternak ayam arab petelur.

Hal tersebut dilakukan guna pemberdayaan ekonomi masyarakat menengah ke bawah. Akan tetapi, terdapat hal yang menarik pada pelatihan tersebut.

Praktik yang dilakukan oleh para peternak wajib menyalakan musik ketika akan beraktivitas di dalam kandang.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Kepala Bidang Peternakan DKPPP Kota Tegal, Heru Prasetya ketika ditemui IDN Times, Jumat (17/1/2020) siang.

“Kami bentuk sepuluh kelompok dengan anggota 10 orang. Masing-masing sudah kami beri pelatihan teori hingga praktik, serta pembelajaran langsung di Tulungagung, Blitar dan Malang, Jawa Timur selama beberapa hari,” terangnya.

Heru juga menjelaskan bahwa ayam arab sangat mudah stres. Dan ketika hal tersebut terjadi, maka proses bertelurnya pun akan terhambat.

“Ayam arab ini mudah stres. Jika sudah stres, maka proses bertelurnya akan terhambat. Dengan diputarkan musik, ternyata ayam-ayam bisa tenang dan tidak merasa terusik,” imbuhnya.

“Dari segi medis, kami siapkan tim khusus yang siap melakukan tindakan bila diperlukan. Ada juga tim pendamping yang terus memantau perkembangan di lapangan. Sehingga dengan begitu pelatihan ini diharapkan benar-benar bisa mendongkrak ekonomi masyarakat kecil,” tandasnya.

Dijelaskan oleh salah satu peternak ayam arab petelur, Aminuddin, selain menyalakan musik ketika beraktivitas di kandang, makan dan minum ayam juga harus dijaga.

“Setiap hari makan dan minumnya dikontrol. Siapa tahu ada ayam yang sakit juga, nanti kita lapor ke tim medis DKPPP,” jelas Aminuddin.

Cukup berbeda dengan telur ayam ras, Aminuddin mengaku jika harga jual dari telur ayam arab lebih mahal.

Pasalnya, telur ayam arab dijual per butir, dengan harga kisaran Rp 1.600 hingga Rp 2.000. Sedangkan untuk telur ayam ras, dijual dengan sistem kiloan.

“Telur ini dijualnya per butir, bukan kiloan. Beda dengan telur ayam biasa. Makanya pola pemeliharaannya juga khusus, dari mulai pakan dan minum, sampai dengan diberikan musik,” paparnya.

Bagikan Yuk..!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here