Mau Beli Rumah Begini Cara Menghitung Biaya KPR dan Cicilannya

Menghitung CIcilan KPR
Ilustrasi Begini menghitung kredit rumah Cicilan KPR

Membeli rumah menggunakan KPR (Kredit Kepemilikan Rumah) sudah banyak dilakukan oleh masyarakat, terutama yang tinggal di kota besar. Banyak masyarakat yang merasa terbantu dengan layanan yang bank berikan dengan sistem KPR ini, karena dengan sistem layanan ini masyarakat dapat memiliki rumah dengan cara menyicilnya setiap bulan dengan tempo waktu sesuai kesepakatan.

Cara ini dianggap cukup efektif dalam menjawab kebutuhan masyarakat akan tempat tinggal. Namun sebelum membeli rumah dengan KPR anda perlu melakukan perhitungan yang matang, karena setiap bulannya anda harus membayar cicilan.

Tentunya anda juga harus menyesuaikan dengan kemampuan keuangan anda, jangan sampai anda terjebak masalah keuangan karena kurangnya perhitungan biaya KPR dan cicilan yang anda tanggung setiap bulannya.

Cara Menghitung Biaya KPR dan Cicilannya

menghitung bunga dan asngsuran
Gambar ilustrasi menghitung bunga dan angsuran

Jika anda salah dalam melakukan perhitungan biaya KPR dan cicilannya, bisa jadi anda terjerat kredit macet, untuk mengatasi masalah ini, saya akan berbagi cara menghitung besarnya biaya KPR dan besarnya cicilan yang harus anda bayarkan setiap bulannya.

Anda perlu menghitung uang muka atau DP yang harus dibayarkan pada awal mengajukan KPR.

Saat anda mengajukan KPR tentunya anda akan diminta untuk membayar uang muka atau DP, besarnya uang muka ini tentunya berbeda-beda sesuai dengan kebijakan dari pihak bank. Sebenarnya Bank Indonesia (BI) telah mengeluarkan aturan tentang besarnya uang muka yaitu sekitar 15% sampai 30% dari harga rumah, namun pada pelaksanaannya bank memiliki kebijakan khusus yang disesuaikan dengan kondisi operasional pihak bank.

Untuk simulasi penghitungan besarnya uang muka kita mengacu pada peraturan BI dimana uang muka untuk pembelian rumah pertama sebesar 15%,  20% untuk pembelian rumah kedua dan 25% untuk pembelian rumah ketiga.

Membayar DP Rumah KPR
Ilustrasi Gambar Perhitungan

Simulasi : Pak Andi akan membeli rumah yang dengan harga 500 juta, kita akan menghitung uang mukanya, karena ini adalah rumah pertama yang dibeli oleh pak Andi maka besarnya uang muka 15%.

 Uang  muka = 15% x Rp 600.00.000 (harga rumah)

= Rp 90.000.0000

Pokok Kredit = harga rumah – uang muka

                             = Rp 600 juta – Rp 90 juta

= Rp 510 juta

Saat anda mengajukan kredit KPR anda juga akan dikenakan beberapa biaya tambahan, yaitu biaya provisi (biaya administrasi). Biaya provisi ini tentunya akan berbeda antara bank. Namun pada umumnya bank menetapkan biaya provisi sebesar 1% dari besarnya pokok kredit.

Menghitung Cicilan KPR Perbulan dan Besarnya Bunga

Pada umumnya bank memiliki cara perhitungan yang berbeda-beda untuk menentukan suku bunga yang harus dibayar karena hal ini tergantung dari kebijakan masing-masing bank. Penting bagi anda untuk menghitung besarnya bunga, karena hitungan bunga ini akan berpengaruh pada besarnya jumlah angsuran atau cicilan yang harus anda bayarkan setiap bulan.

Pada simulasi perhitungan berikut ini kita menggunakan perhitungan bunga tetap sekitar 10% pertahunnya dengan tenor KPR 4 tahun.

Besarnya cicilan perbulan :

(Pokok Kredit x bunga perbulan) / (1-(1 + bunga perbulan)^(-tennor dalam satu bulan)

= (Rp 425 juta x 10%/12) / (1-(1 + 10-%/12)^ (-60))

=  Rp 10.835.992

Total Pinjaman dan Bunga = Cicilan perbulan x tennor dalam satu bulan

= 10.835.992 x 60

= 650.159.568

Total Bunga yang harus dibayarkan

= Total Pinjaman dan bunga – pokok kredit

= 650.159.568 – 510.000.000

Rp 140.159.568

Penjelasan diatas merupakan cara menghitung besarnya KPR dan cicilan yang harus dibayarkan. Dengan simulasi perhitungan diatas bisa jadi bahan pertimbangan untuk anda ketika akan mengajukan KPR.

Bagikan Yuk..!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here