Jadi Korban Jiwasraya, Ini Cerita Bos Samsung Indonesia

Jadi Korban Jiwasraya, Ini Cerita Bos Samsung Indonesia
Foto : Kompas

Oranyenews.com, Jakarta – Lee Kang Hyun selaku Vice President Samsung Electronic Indonesia, yang juga menjabat sebagai Ketua Kadin Korea di Indonesia.

Berkunjung ke Komisi VI DPR RI. Kedatangannya tersebut untuk memaparkan dirinya sebagai korban PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Ia juga menyebut, dirinya mengalami kerugian yang cukup besar. Pasalnya ia sebelumnya juga sudah membeli polis asuransi Jiwasraya sebesar Rp 16 miliar, serta baru melakukan penarikan sebesar Rp 8 miliar.

“Masih ada Rp 8,2 miliar lagi uang saya di Jiwasraya,” ucap Lee kang Hyun di Gedung DPR RI, Rabu (4/12/2019).

Lebih lanjut, ia juga menyebut bahwa bukan hanya dirinya saya yang menjadi korban. Namun masih ada sebanyak 474 orang Korea Selatan yang terdampak Jiwasraya.

Jika secara total, dana yang terhitung sebesar Rp 572 miliar. Pembelian polis tersebut dilakukan di PT Bank KEB Hana Indonesia.

Ia menilai, ketika masalah di Jiwasraya terjadi, Bank Hana ingin mengganti uang nasabah dengan mencairkan polisnya.

Akan tetapi, hal tersebut dilarang oleh Otoritas Jasa Keuangan terkait dengan peraturan yang ada.

“Hana Bank mau tanggung jawab. Mereka siap tapi OJK tidak memperbolehkan. Alasannya ada aturan OJK. Jadi saya mau tanya apa memang benar masalahnya bener dan OJK tidak memperbolehkan. Soalnya Hana Bank jadi gak bisa apa-apa,” tegasnya.

Lee Kang Hyun juga mengklaim telah pernah mendatangi OJK bersama dengan nasabah lainnnya, namun ditolak.

Maka dari itu, ia mempunyai rencana untuk membawa ke ranah hukum guna mengetahui alasan sebenarnya OJK melakukan pelarangan bank melakukan pencairan polis.

“Akan melihat OJK benar atau enggak aturan yang enggak boleh begitu. Nanti coba cek dulu. Kalau enggak bisa, jadi arahnya mungkin malah hukum. Tapi kalau OJK bilang terserah Hana bank, korban Koreanya udah bisa terima. Tapi kan sekarang Hana Bank gak bisa berbuat apa-apa,” jelasnya.

Memberikan tanggapan terkait pernyataan tersebut, Juru Bicara OJK, Sekar Putih menyebut jika penanganan Jiwasraya sepenuhnya dilakukan oleh pemilik dan manajemen.

Dengan demikian, sudah tentu jika mereka memahami aturan yang ada, termasuk juga aksi korporasi dalam rangka menyelesaikan masalah dengan pemegang polis.

“OJK memberikan perhatian terhadap upaya yang dilakukan oleh para nasabah Jiwasraya. Termasuk memonitor langkah-langkah Jiwasraya yang diinformasikan kepada OJK bahwa sebagian polis telah dibayar sementara yang belum juga sudah dibayarkan bunganya,” paparnya seperti dilansir dari CNBC Indonesia.

“Sementara itu OJK terus melakukan komunikasi dengan pemilik. Sebagaimana yang telah disampaikan oleh Menteri BUMN, OJK akan berdiskusi dengan Kementerian BUMN untuk membahas upaya mengatasi permasalahan Jiwasraya.” tandasnya.

Bagikan Yuk..!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here