Dengar Ada Isu Korupsi Di Asabri, Mahfud MD : Tidak Kalah Dari Jiwasraya

Dengar Ada Isu Korupsi Di Asabri, Mahfud MD Tidak Kalah Dari Jiwasraya
Foto : KOMPAS.com/ACHMAD NASRUDIN YAHYA

Oranyenews.com, Jakarta – Mahfud MD selaku Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), mengaku sudah mendengar adanya isu dugaan korupsi di perusahaan asuransi milik negara, PT Asabri (Persero).

“Saya mendengar ada isu korupsi di Asabri yang mungkin itu tidak kalah fantastisnya dengan kasus Jiwasraya, di atas Rp 10 triliun,” ujar Mahfud kepada awak media di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (10/1/2020).

Pernyataan dari Mahfud tersebut dilontarkan untuk menjawab pertanyaan awak media terkait dengan perusahaan asuransi pelat merah tersebut.

Mahfud menyebut, sebelumnya sempat terjadi adanya tindak pidana korupsi pada tubuh Asabri.

Hal tersebut terjadi saat dirinya menjabat sebagai Menteri Pertahanan di era Presiden keempat RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Kala itu, penemuan tindak pidana korupsi di Asabri langsung berakhir pada proses hukum. Akan tetapi, Mahfud cukup heran dengan dugaan korupsi yang masih terjadi.

“Dulu waktu saya jadi Menteri Pertahanan, ada korupsinya untuk diadili, kok sekarang muncul lagi dalam jumlah yg sangat besar,” kata Mahfud.

Untuk Asabri sendiri, sudah berdiri sejak 1 Agustus 1971 dan merupakan perusahaan asuransi sosial serta pembayaran pensiunan bagi prajurit TNI, Polri, hingga PNS.

Sedangkan secara terpisah, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, mengaku belum mau berkomentar jauh ketika ditanya mengenai portofolio saham PT Asuransi Sosial Angkatan Bersentaja Republik Indonesia (Asabri) yang menurun hingga 90 persen.

“Saya belum siap bicara soal Asabri karena belum tahu,” ujar Erick di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (10/1/2020).

Erick menyebut, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI belum mengeluarkan hasil audit mengenai Asabri.

Dengan dasar itu, ia belum bisa berkomentar banyak tentang masalah yang terjadi di tubuh Asabri.

“BPK sudah keluarkan audit untuk Jiwasraya, kalau Asabri belum ada,” jelas Erick.

Sekedar untuk tambahan informasi, saham milik PT Asabri mengalami penurunan pada sepanjang 2019. Bahkan angka penurunan mencapi hingga 90 persen.

Terasuk juga harga saham PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE) yang terkoreksi 95,79 persen pada 2019 kemudian ke level Rp 326.

Selanjutnya, saham PT SMR Utama Tbk (SMRU) yang turun 92,31 persen pada angka Rp 50. Pada saham ini Asabri mempunyai kepemilikan sebesar 6,61 persen.

Bagikan Yuk..!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here