Akhirnya, 51 Persen Saham Freeport Indonesia Dikuasai Pemerintah

0
198

ORANYENEWS- Amanat Presiden Jokowi agar pemerintah memiliki kepemilikan saham 51 persen di PT Freeport Indonesia akhirnya terwujud. Hari ini perusahaan BUMN di bidang pertambanga, Holding Industri Pertambangan PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero) atau Inalum resmi menguasai 51% saham PT Freeport Indonesia.

Penguasaan saham PTFI resmi setelah dilakukan penandatangan Head of Agreement terkait penjualan saham Freeport McMoran (FCX) dan hak partisipasi Rio Tinto.

Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin, proses pengambil alihan 51% saham Freeport kepada negara melalui Inalum merupakan amanat Presiden Joko Widodo. Dengan dukungan Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, Kementerian LHK dan Kementerian BUMN, divestasi 51% saham akhir selesai.

“Saya ucapkan terimakasih tak terhingga pada Ibu Rini, Ibu Sri Mulyani, Pak Jonan, Ibu Siti atas dukungan luar biasa mendukung Inalum untuk menjalankan amanat Presiden Jokowi. Di mana kami menghantarkan Freeport kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi,” tegasnya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (12/7/2018).

Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa pokok-pokok perjanjian HoA ini selaras dengan kesepakatan pada 12 Januari 2018 antara pemerintah Indonesia, Pemda Papua dan Kabupaten Mimika, di mana Pemda mendapat saham sebesar 10% dari kepemilikan PTFI.

Dalam perjanjian tersebut, Inalum akan mengeluarkan dana sebesar USD3,85 miliar untuk membeli hak partisipasi Rio Tinto di PTFI dan 100% saham FCX di PT Indocopper Investama, yang memiliki 9,39% saham PTFI. Para pihak akan menyelesaikan perjanjian jual beli sebelum akhir tahun 2018.

“Pemerintah berkomitmen untuk menjaga iklim investasi yang kondusif untuk memberikan kepastian kepada investor yang berinvestasi di Indonesia,” tuturnya.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno juga berkomentar dan mengatakan untuk melengkapi kepemilikan saham pemerintah Indonesia di Freeport Indonesia menjadi 51%, Inalum akan mengambil participating interest (PI) Rio Tinto 40%, saham pemerintah 9,36% dan saham Indocopper 10%.

“Jadi kalau ditambah punya negara menjadi menjadi 51,38%. Total nilai kita dengan ambil PI Rio dan Indocopper itu sebesar USD3,85 miliar,” ujarnya. Angka USD3,85 miliar ini jika dikonversikan ke Rupiah mencapai Rp55,4 triliun (kurs Rp14.400/USD).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here