Target Proyek Smelter Alumina Mempawah Produksi 2020, Rini Siapkan Perusahaan Patungan

0
41
Menteri BUMN Rini Soemarno saat bicara mengenai Inalum (foto: Humas BUMN)

ORANYENEWS- Menteri BUMN Rini Soemarno akan membentuk perusahaan patungan antara PT Inalum, Antam, dan Chinalco untuk mewujudkan target proyek smelter grade alumnia (SGA) di Mempawah Kalimantan Barat mulai berproduksi tahun 2020. Pabrik pengolahan bijih bauksit menjadi alumina ini akan memiliki kapasitas produksi hingga 1 juta ton.

Rencana tersebut diungkapkan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno dalam pertemuan dengan Chairman Aluminum Corporation of China Ltd (Chinalco), Ge Honglin di Beijing, China, Rabu (4/4/2018).

Rini berharap pembangunan proyek smelter ini akan meningkatkan nilai tambah produk tambang bauksit yang dihasilkan dari perut bumi Indonesia. Kerja sama kedua perusahaan ini diharapkan juga bisa meningkatkan kemampuan SDM Indonesia.

Menteri BUMN Rini Soemarno saat bicara mengenai Inalum di China (foto: humas BUMN)

“Diharapkan potensi kerjasama dengan berbagai mitra global dapat mengakselerasi hilirisasi produk tambang serta dapat meningkatkan kapabilitas SDM Indonesia untuk membangun smelter alumina dalam jangka waktu yang singkat,” ujarnya.

Tak hanya ikut membangun proyek smelter, lanjut Rini, Chinalco juga bersedia memberikan akses pasar internasional untuk 500.000 ton alumina per tahun hasil produksi dari pabrik tersebut. Chinalco  tercatat memproduksi 60 persen alumunium dunia atau produsen ketiga terbesar di dunia.

Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin menambahkan, smelter alumina adalah salah satu dari sejumlah proyek strategis yang akan digarap holding BUMN tambang sebagai percepatan hilirisasi tambang. “Guna meningkatkan nilai tambah produk tambang Indonesia dan memaksimalkan penyerapan tenaga kerja di berbagai lokasi proyek,” ujar Budi.

Sekadar informasi, saat ini cadangan bauksit Indonesia adalah terbesar ke-8 dunia sedangkan nilai ekspornya peringkat kedua terbesar.

Hingga saat ini Indonesia belum memiliki pabrik pengolahan bauksit menjadi alumina sehingga seluruh bijih bauksit di ekspor ke luar negeri yaitu Jepang dan China. sedangkan alumina sebagai bahan baku untuk pembuatan aluminium harus diimpor oleh Inalum dari negara lain seperti Australia, Cina, dan India.

Pembangunan proyek smelter grade alumina (SGA) diharapkan bisa meningkatkan nilai tambah produk tambang Indonesia, mengurangi impor alumina, menciptakan lapangan kerja baru, serta berdampak besar bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di daerah.

SHARE
Previous articleDerby Madrid, Siapa Bakal Mencuri Poin?
Next articleKemenag Ajak Youtuber Naik Haji Gratis
Djoko Ari Wibowo
Reporter Oranyenews.com Panggilan akrabnya adalah Djoko. Merupakan alumni Universitas Pelita Harapan tahun 2010. Sejak lulus Djoko bekerja di portal media milik jawapost group. Namun diawal tahun dia bekerja ada pergolakan di hatinya yang merasa pekerjaannya sebagai wartawan suatu pengabdiannya untuk membokar kasus kasus permasalahan di negri tercinta ini (Indonesia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here