Sequis Dorong Pelaku Industri Fashion Miliki Asuransi Jiwa

0
297
(foto: Sequis)

ORANYENEWS- Meramaikan ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2018, Sequis menyambut baik kegiatan ini karena IFW merupakan ajang pekan mode terbesar di Indonesia yang telah digelar secara rutin selama tujuh tahun ini dan selalu mendapat sambutan positif dari pelaku dan pemerhati mode Indonesia.

Sequis hadir untuk mensosialisasikan pentingnya memiliki asuransi jiwa dan kesehatan sebagai bentuk perlindungan dari risiko finansial dan risiko sakit yang dapat terjadi pada siapa saja termasuk juga mereka yang berkecimpung di industri mode.

Head of Corporate Branding, Marketing and Communication Sequis Felicia Gunawan mengatakan, bahwa Sequis ingin mensosialisasikan kampanye Sequis plan the unplaned  ke semua lini masyarakat bahwa asuransi akan membantu masyarakat mencapai hari esok yang lebih baik. Felicia meyakini, asuransi tidak sekadar berbicara tentang finansial tapi telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.

“Perencanaan matang saja tidak cukup, karena hidup penuh kejutan, kita harus menyiapkan rencana untuk hal-hal yang tak terencana dalam hidup. Kami kira ini juga berlaku dalam industri fashion, berbagai risiko bisa saja terjadi bagi mereka yang berkecimpung di industri ini, misalnya saja, bagi seorang model atau designer, sangat dituntut memiliki fisik yang prima, mampu bekerja di atas jam kerja normal,  mobilitas yang tinggi dan jam kerja (jam terbang) yang juga tinggi namun di sisi lain porsi makanan harus dijaga.

Terjadinya kejutan yang tidak diharapkan akan berdampak pada risiko finansial untuk kelangsungan masa depan. Dengan dalil tersebut, kami mendorong pelaku industri fashion untuk memiliki perlindungan asuransi jiwa dan kesehatan,” ujar Felicia.

Selain itu Felicia juga menambahkan bahwa berkecimpung dalam industri fashion menjanjikan untuk mendapatkan pendapatan yang tinggi. “Jumlah pendapatan yang dapat diperoleh tentu menggiurkan karena ini adalah bentuk penghargaan pada suatu karya seni. Namun penghasilan  tinggi,  tidak selalu diterima secara regular layaknya pegawai kantor yang selalu mendapatkan gaji tetap.

Untuk itu, haruslah cermat dan  tepat dalam mengelola keuangan, karena itu kami mendorong peserta IFW untuk memanfaatkan pendapatan yang tinggi dengan berinvestasi demi mempertahankan gaya hidup saat ini tetap terjaga hingga masa pensiun tiba atau jika tidak lagi memiliki pendapatan,” tambahnya.

Sequis hadir di acara ini, bersinergi dengan Anne Avantie untuk memberikan dukungan kepada industri kreatif. Sebelumnya pada tahun 2017 lalu, Sequis juga memberikan dukungan pada kegiatan Pasar Tiban Anne Avantie  yang diadakan di Makasar pada 17 September 2017, dengan memberikan donasi 100 unit kursi roda dan asuransi Personal Accident senilai Rp 1,5 miliar untuk penyandang disabilitas.

Sequis Dukung Literasi Keuangan

Sequis memanfaatkan momen istimewa IFW 2018 ini untuk meningkatkan literasi keuangan di Indonesia dengan membuka booth untuk memudahkan para pengunjung yang ingin mengetahui tentang asuransi jiwa dan kesehatan  atau ingin mengetahui produk dan layanan Sequis.

“Mendorong kesadaran berasuransi dalam masyarakat adalah tanggung jawab pelaku industri dan kami berinisiatif melalui IFW ini untuk memberikan literasi asuransi agar para pengunjung dapat memahami pentingnya perlindungan asuransi,” ujar Felicia.

Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap produk asuransi telah meningkat selama kurun waktu 2 tahun (Q4 2015 – Q4 2017) jumlah tertanggung individu tumbuh sekitar 9,2%.

Masih menurut Felicia, asuransi sudah seharusnya menjadi gaya hidup masyarakat, misalnya saja memiliki asuransi jiwa akan membantu memberikan perlindungan dari risiko finansial untuk kelangsungan hidup masa depan seseorang dan keluarganya. Sedangkan jika memiliki asuransi kesehatan, akan membantu tertanggung yang harus menjalani perawatan medis, bisa mendapatkan perawatan kesehatan yang berkualitas dan keuangan keluarga pun tidak terganggu.

Felicia juga menyarankan agar masyarakat melengkapi perlindungan asuransinya dengan investasi misalnya reksa dana agar keuangan yang ada saat ini dapat berkembang atau mendapatkan return yang dapat dimanfaatkan untuk mendanai keperluan masa depan.

Manfaat lainya yang ditawarkan dari asuransi adalah terbuka peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan penghasilan tidak terbatas dengan menjadi agen asuransi. Bertambahnya jumlah penduduk berarti akan bertambah juga jumlah risiko finansial dan risiko sakit. Hal ini berarti jumlah kebutuhan akan perlindungan asuransi akan ikut bertambah.

Chief Agency Recruitment, Training & Development Sequis Franky Nayoan meyakini ada korelasi antara bertambahnya jumlah penduduk, risiko kehidupan dengan kebutuhan akan agen asuransi. “Penetrasi asuransi di Indonesia masih harus terus digenjot karena masih banyak ceruk pasar yang bisa dimanfaatkan. Untuk itu, kesempatan menjadi agen asuransi pun bertambah karena agen lah yang membantu mengenalkan manfaat asuransi bagi masyarakat,” katanya.

Saat ini kata Franky, Sequis didukung oleh lebih dari 14.000 tenaga pemasaran keagenan yang berlisensi dan tersebar di 80 kantor pemasaran Sequis yang ada di 29 kota. Ia mengharapkan jumlah ini akan bertambah di tahun ini.

“Kami menargetkan untuk menambah tenaga pemasaran hingga lebih dari 15,000 hingga akhir tahun 2018 dan menambah jumlah kantor pemasaran  di beberapa kota di Indonesia. Untuk mencapai rencana ini, kami terus melakukan kegiatan inklusi keuangan dengan melibatkan agen asuransi yang telah memiliki berbagai pengalaman untuk memberi pengetahuan tentang dunia asuransi  sebagai pilihan kepada masyarakat,” tutup Franky.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here