Kinerja Menguat, Penjualan Sritex Meningkat 12 Persen

0
147
Presiden Jokowi saat kunjungi Sritex (foto: Ist)

ORANYENEWS- PT Sri Rejeki Isman Tbk. (SRIL), salah satu perusahaan tekstil dan garmen terbesar se-Asia Tenggara yang terintegrasi secara vertikal mencatat pertumbuhan bisnis yang secara konsisten terus meningkat dan semakin solid selama 2017, dimana SRIL membukukan penjualan USD759,3 juta atau naik 12% dari penjualan tahun sebelumnya.

Pada 2016 perseroan berhasil mencatakan penjualan sebesar USD679,9 juta.
Direktur Utama PT Sri Rejeki Isman Tbk. Iwan Setiawan Lukminto mengatakan peningkatan tersebut terutama disumbangkan dari seluruh segmen dimana benang yang mengalami peningkatan sebesar 12%, kain mentah yang meningkat 7% dan kain jadi serta pakaian jadi yang mengalami peningkatan masing-masing sebesar 10% dan 14% dibandingkan penjualan di tahun sebelumnya.

“Dengan adanya peningkatan kapasitas dengan utilisasi produksi yang semakin meningkat dan didukung oleh pesanan-pesanan dari pelanggan maka Perseroan berhasil meningkatkan penjualan sesuai dengan target tertinggi yang ditetapkan,” kata Iwan Setiawan Lukminto.
Dia menjelaskan bahwa perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan di tahun 2017 mengalami peningkatan antara 8-12% dan hasil akhir sangat menggembirakan karena di tengah situasi ekonomi global dan nasional yang masih kurang kondusif, perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan penjualannya mencapai 12%.

“Melalui strategi multi product, multi customer dan multi country kami mampu menyesuaikan pemasaran produk-produk kami dengan situasi dan perkembangan yang ada baik di tingkat lokal maupun global. Dengan pencapaian kinerja tahun 2017 yang cukup menggembirakan maka kami optimis untuk terus mencatatkan kinerja yang positif dan tumbuh secara berkelanjutan untuk tahun 2018 dan tahun-tahun berikutnya,” demikian keterangan Iwan.

Program Efisiensi Mendongkrak Kinerja

Sementara itu Direktur Keuangan PT. Sri Rejeki Isman Tbk. Allan Moran Severino menambahkan kinerja finansial SRIL juga terbukti sangat solid dan positif. “EBITDA margin kami meningkat dari 19,9% menjadi 21,5% dibanding tahun lalu. Kami akan terus melakukan program efisiensi baik dalam proses produksi maupun operasional untuk meningkatkan kinerja di masa mendatang,” jelasnya.

Selain itu dari sisi finansial Sritex juga akan melanjutkan program yang berkelanjutan untuk menurunkan biaya pinjaman serta gearing ratio. “Capex untuk tahun 2017 sebesar USD25,1 juta dialokasikan untuk pemeliharaan mesin dan bangunan serta penambahan kapasitas di segmen garmen yang akan memberikan tambahan kapasitas di tahun 2018 dari 27 juta potong per tahun menjadi 30 juta potong per tahun.”

Lebih jauh dia mengungkapkan bahwa posisi kas perseroan juga menjadi semakin besar dimana Kas dan Setara Kas Perseroan mencapai USD127,2 juta. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya sekitar 110,2%.

“Tahun lalu angka totalnya tercatat sebesar USD60,5 juta, kami sangat optimis untuk tahun-tahun ke depan kami dapat menjaga tingkat likuiditas yang baik untuk mendukung kinerja perseroan secara keseluruhan,” paparnya.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here