RI-Australia Kerjasama Tingkatkan Pertanian di Madura

0
264

ORANYENEWS, MADURA- Bappenas bersama dengan Kedutaan Australia Jakarta, melakukan kunjungan kerja ke Pamekasan dan Sampang. Kunjungan dua hari yang diadakan pada tanggal 15-16 Maret 2018 ini bertujuan untuk meninjau kerja sama antara pemerintah dengan sektor swasta dalam upaya meningkatkan pendapatan petani serta untuk mencapai target pembangunan nasional.

Rombongan akan bertemu dengan Wakil Bupati Pamekasan – Khalil Asy’ari, Dinas Pertanian Pamekasan dan Sampang, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Pamekasan dan Sampang, Bappelitbangda Sampang, serta petani jagung dan cabai penerima manfaat program.

Deputi Pendanaan Pembangunan Bappenas, Ir. Kennedy Simanjuntak, MA, menyatakan bahwa “Madura memiliki berbagai komoditas dengan potensi ekonomi yang besar. Komoditas ini dapat dikelola dan dikembangkan sebagai aset ekonomi berharga dan dapat meningkatkan pendapatan petani, seperti yang telah kita lihat pada jagung dan cabai.”

Sejak tahun 2014, Pemerintah Indonesia dan Australia bekerja bersama di Madura melalui program PRISMA. PRISMA bermitra dengan pemerintah dan swasta untuk memacu pertumbuhan pasar dengan mengatasi kendala yang menghambat produktivitas, kinerja dan akses pasar bagi para petani, sehingga petani dapat meningkatkan pendapatannya.

Pada kunjungan tersebut, Minister Konselor dari Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Fleur Davies menyampaikan bahwa “Pemerintah Australia berkomitmen untuk memfasilitasi petani kecil di Indonesia dengan tujuan meningkatkan produktivitas”.

“Dengan penerapan Good Agriculture Practice (GAP) atau praktek budidaya pertanian yang baik dan akses terhadap input pertanian yang lebih baik, seperti yang ditunjukkan di Pamekasan dan Sampang, kami senang mengetahui bahwa petani telah mengalami peningkatan pendapatan. Pada saat yang sama, upaya tersebut telah membantu sektor swasta dalam mengidentifikasi peluang bisnis dan membangun lingkungan pasar yang berkelanjutan.”

Pada komoditas jagung, PRISMA bermitra dengan PT DowDupont Indonesia, PT BISI International Tbk, dan PT Syngenta. PRISMA bekerja di empat kabupaten di Madura untuk mempromosikan penggunaan benih hibrida untuk budidaya jagung dan menyebarkan informasi tentang praktik pertanian yang baik (GAP). Hingga Desember 2017, intervensi jagung di Jawa Timur memberi manfaat kepada 22.776 rumah tangga petani kecil, dengan kenaikan pendapatan rata-rata 302%.

Pada komoditas cabai, PRISMA memulai dengan menyediakan pelatihan pengembangan sistem pasar untuk mendorong kemitraan antara pemerintah dan sektor swasta. Pada tahun 2017, PRISMA memfasilitasi kemitraan antara Pemerintah Daerah Sampang dan PT BISI International Tbk. Kemitraan ini bertujuan untuk memperluas penggunaan benih cabai berkualitas tinggi dan berbagi pengetahuan tentang GAP. Pada 2018, kemitraan dilanjutkan dengan PT East West Seed Indonesia (Ewindo). Pendekatan inovatif ini telah berhasil mengubah pola pikir petani cabai untuk beralih dari benih lokal yang sebelumnya digunakan ke benih bermutu tinggi.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here