Calon Gubernur BI Harus Paham Potensi Ekonomi UMKM

0
185
Bank Indonesia (foto: BI)

ORANYENEWS- Selain menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan, calon Gubernur Bank Indonesia (BI) juga harus memahami peranan dan perkembangan Usaha Kecil, Mikro dan Menengah (UMKM) di Tanah Air.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Novani Karina Saputri mengatakan, salah satu kebijakan yang perlu diperhatikan adalah seputar pengembangan UMKM di Indonesia. Hal ini erat kaitannya dengan tingkat suku bunga kredit perbankan. Calon Gubernur mendatang harus mampu melihat dengan bijak potensi perkembangan UMKM yang akan mendorong tingkat pertumbuhan ekonomi untuk ke depannya.

“Perlu adanya perhatian mengenai fasilitas kemudahan dan kelonggaran pembiayaan dan kredit dengan untuk mendukung pengembangan UMKM. Sehingga otomatis, calon Gubernur BI mendatang wajib memiliki tingkat pengetahuan dan kepedulian yang tinggi terhadap kondisi UMKM. BI kedepannya harus berkomitmen mendorong pengembangan UMKM dalam membantu peningkatan kualitas pertumbuhan ekonomi,” jelas Novani.

Ia menambahkan, tantangan yang sementara ini harus menjadi fokus perhatian untuk calon Gubernur BI mendatang adalah bagaimana menjaga stabilitas ekonomi di Indonesia menjelang pesta demokrasi di tahun 2019. Hal ini disebabkan oleh banyak hal yang akan menggoyahkan tingkat kepercayaan investor terhadap kondisi politik di Indonesia yang secara tidak langsung akan mempengaruuhi kondisi ekonomi secara makro.

“Gubernur Bank Indonesia dituntut mampu melakukan kontrol dan menjamin berjalannya tugas utama bank sentral yaitu menjaga stabilitas moneter dan stabilitas sistem keuangan baik secara jangka panjang maupun jangka pendek. Seperti yang telah kita ketahui, kebijakan moneter dan sistem keuangan yang diambil oleh Bank Indonesia memiliki dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” jelasnya.

Selain harus memiliki tingkat pemahaman yang komprehensif seputar kebijakan moneter dan sistem keuangan di Indonesia serta mampu membaca tren ekonomi secara global, pengganti Agus Martowardojo kelak harus memiliki kemampuan untuk meyakinkan dan memberikan kepercayaan, baik kepada publik maupun pasar mengenai indikator penilaian dan pengambilan keputusan mereka (publik dan pasar) seperti tingkat inflasi, suku bunga dan kondisi makro ekonomi lainnya.

Gubernur BI wajib mengetahui secara komprehensif seputar permintaan masyarakat dan pengusaha seperti memperkuat koordinasi melalui program bauran kebijakan moneter, makropudensial dan sistem pembayaran di bank sentral untuk merespon berbagai tantangan dalam stabilisasi pertumbuhan ekonomi. Beberapa hal yang menjadi tantangan adalah menjaga keseimbangan antara stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

loading...
SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here