The Report 2018 Kupas Perkembangan Infrastruktur & Peningkatan Perdagangan RI

0
85
Diskusi Oxford Business Grup (foto: Ist)

ORANYENEWS- Upaya Indonesia dalam menggencarkan arus masuk investasi ke dalam negeri melalui peningkatan lingkungan bisnis dan penciptaan ikatan perdagangan baru dibahas tuntas dalam country report yang baru saja dirilis oleh perusahaan penelitian global and konsultasi  Oxford Business Group (OBG) pada tanggal 13 Februari 2018.

Laporan yang berjudul The Report: Indonesia 2018 membahas kesuksesan Indonesia dalam upaya meningkatkan perdagangan internasional dan memperkuat hubungan dagang. Indonesia juga diprediksi akan menandatangani sejumlah perjanjian dagang tahun depan.

Memperingati kesepuluh tahun keberadaan OBG di Indonesia, laporan tersebut juga menyoroti perkembangan infrastruktur dalam negeri yang terus maju berkat upaya pemerintah dalam menjalankan beberapa proyek pekerjaan umum yang cukup besar pada tahun 2015-2019.

The Report: Indonesia 2018 resmi diluncurkan dalam sebuah pertemuan meja bundar di Ballroom Bimasena, Dharmawangsa hotel, Jakarta.

Berjudul “Improving the Business and Trade Environment 2019-2024: Challenges & Opportunities”, acara peluncuran ini mengundang sejumlah VIP dan perwakilan dari sektor publik dan swasta dalam rangka mengeksplor kinerja ekonomi dalam negeri serta membahas kiat-kiat agar Indonesia tetap menjadi negara yang kompetitif dalam jangka panjang.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah pembicara utama yang akan membahas ekonomi dan permasalahan lainnya seperti Irhoan Tanudiredja, Mitra Senior PwC Indonesia; Ben Ng, Presiden Direktur AIA Financial; dan juga Shinta Widjaja Kamdani, CEO Sintesa Group. Acara dilanjutkan dengan sebuah diskusi panel yang dimoderatori oleh Manajer Editorial OBG untuk Indonesia, Nathan Thadani.

The Report: Indonesia 2018 menyoroti adanya peningkatan peran sektor swasta dalam perkembangan terbaru. Berdasarkan laporan tersebut, pemerintah Indonesia juga telah memprioritaskan sejumlah proyek infrastruktur transportasi seperti pengembangan jalan raya, pelabuhan, bandara, dan rel kereta api yang juga akan menggiatkan industri konstruksi. Selain itu, upaya pemerintah dalam menyempurnakan kerangka PPP diprediksi akan membuka peluang masuknya investor asing ke Indonesia yang dapat membantu mengembangkan beragam proyek dalam negeri.

The Report: Indonesia 2018 juga menganalisa perkembangan terbaru di beberapa kota besar di Indonesia seperti Surabaya, Yogyakarta, dan juga Makasar. Ketiga kota tersebut berkembang pesat menjadi sebuah pusat ekonomi berkat letak geografi yang strategis, peningkatan infrastruktur, serta pengembangan TIK dan pariwisata.

The Report: Indonesia 2018 juga mencakup sejumlah pembahasan lain seperti upaya Indonesia meningkatkan iklim investasi untuk menggenjot eksplorasi dan produksi energi serta mempercepat pembangunan proyek hilirisasi minyak dan gas sebagai bagian dari upaya pengembangan industri dalam negeri dan merealisasikan program penigkatan daya listrik hingga 35,000 MW dalam jangka pendek-menengah.

Selain itu, The Report: Indonesia 2018 juga menghadirkan hasil wawancara dengan Presiden Joko Widodo yang mencakup panduan detil per sektor untuk para investor. Laporan ini juga merupakan hasil kontribusi dari beberapa tokoh-tokoh ternama lainnya seperti Presiden Tionghoa Xi Jinping; Perdana Menteri Belanda Mark Rutte; Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang Hiroshige Seko; Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia Bambang Brodjonegoro; dan juga Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong.

Berkomentar sebelum peluncuran The Report: Indonesia 2018, Editor-in-Chief OBG Oliver Cornock mengatakan bahwa Indonesia telah berhasil masuk dalam daftar negara terbaik untuk tujuan investasi intra-ASEAN dan mampu memperkuat hubungan perdagangan bilateral dengan mitra internasional utama.

“Perdagangan Indonesia dengan Amerika dan Tionghoa mengalami peningkatan dua digit dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki peran penting dalam dunia perdagangan global. Peningkatan konsumsi masyarakat kelas menengah, pengembangan jalan raya dan hubungan maritim, serta upaya menciptakan lingkungan usaha yang kondusif diharapkan dapat membantu Indonesia meningkatkan perdagangan yang merupakan sumber utama investasi asing,” ujar Oliver.

Managing Editor untuk OBG Asia Patrick Cooke menambahkan, “Dalam 10 tahun keberadaan OBG di Indonesia, kami telah menemukan sebuah negara (yaitu Indonesia) yang senantiasa mampu memanfaatkan kelimpahan sumber daya alam dan pasar internal yang dinamis dalam rangka memperkuat posisinya sebagai negara dengan ekonomi terbesar di ASEAN dan menjadi salah satu tujuan investasi paling menarik untuk di Asia.”

Dia mengatakan bahwa kepemerintahan Presiden Jokowi berfokus pada investasi infrastruktur untuk menciptakan pembangunan ekonomi yang seimbang dan menggerakan pertumbuhan baru. “Selama pemerintah mampu mengupayakan kemudahan dalam berbisnis dan mengurangi hambatan dalam perdagangan, tentunya Indonesia akan menjadi sebuah tujuan investasi yang menarik untuk para investor global,” ujar Patrick.

The Report: Indonesia 2018 merupakan hasil dari penelitian lapangan yang  ekstensif selama enam bulan dan dilaksanakan oleh tim analis Oxford Business Group. Laporan ini meneliti tren dan perkembangan ekonomi di Indonesia, termasuk tren makroekonomi, infrastruktur, perbankan dan lainnya. The Report: Indonesia 2018 saat ini tersedia dalam bentuk cetak maupun online.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here