Lelang Impor Beras Harus Transparan dan Adil

0
86
Beras Bulog (foto: Ist)

ORANYENEWS, JAKARTA- Setelah ditugaskan untuk mengimpor beras, Badan Urusan Logistik (Bulog) membuka lelang impor beras. Proses lelang adalah salah satu upaya untuk menunjukkan adanya keterbukaan. Tapi proses ini harus dipastikan  transparan dan adil.

Kepala Bagian Penelitian Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Hizkia Respatiadi mengatakan, langkah Bulog untuk mengadakan lelang layak diapresiasi. Bulog, lanjutnya, juga harus bisa memastikan proses lelang berjalan secara transparan dan adil. Untuk itu verifikasi atas kelayakan perusahaan juga sangat penting dilakukan. Selain itu, Bulog juga harus bisa memastikan perusahaan tersebut juga menghasilkan beras dengan kualitas baik yang sesuai dengan kebutuhan rakyat Indonesia.

Proses penunjukan negara asal impor selama ini tidak dilakukan secara transparan. Selain itu, posisi Bulog sebagai importir tunggal juga rawan menciptakan persaingan yang tidak sehat dan hanya menguntungkan segelintir pihak.

Hizkia juga menilai langkah ini dilakukan pada saat yang tidak tepat dikarenakan proses lelang membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Sementara beras impor dibutuhkan untuk menstabilkan harga beras yang terus meningkat.

“Ada beberapa tahapan yang harus dilakukan dalam proses lelang, di antaranya adalah mengiklankan, pembentukan tim pelaksana lelang dan aanwijzing. Belum lagi proses ini juga melibatkan banyak perusahaan. Tentu tim pelaksana membutuhkan waktu untuk memverifikasi mereka,” terang Hizkia.

Namun lebih lanjut, CIPS tetap mendorong pemerintah untuk menghapus Permendag nomor 103 tahun 2015 pasal 9 ayat 1b yang memberikan monopoli impor beras kepada Bulog. Sektor swasta seharusnya juga diberikan kewenangan serupa, tidak hanya untuk mengimpor beras khusus atau beras untuk keperuan industri. Sektor swasta, karena tidak memiliki pertimbangan politis, mampu membaca kondisi pasar beras nasional dan internasional dengan lebih baik. Sehingga diharapkan mereka bisa mengimpor dengan jumlah yang tepat, dengan harga yang jauh lebih murah daripada pasar nasional dan beras berkualitas baik.

“Mekanisme pasar akan menghasilkan kompetisi yang sehat, harga yang kompetitif dan menurunkan adanya kemungkinan kartel atau pemain yang itu-itu saja dalam pasar impor beras. Konsumen akan menjadi pihak yang paling diuntungkan dengan adanya mekanisme ini,” jelasnya.

Bulog berencana menggelar lelang impor beras. Beras impor kemungkinan akan didatangkan dari Thailand, Myanmar, Vietnam dan Pakistan. Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi peserta lelang antara lain adalah harus merupakan anggota asosiasi beras di negara produsen, perusahaan layak  dan memiliki pengalaman di bidang ekspor impor.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here