Asian Games 2018, Inggris-Sumsel Kerjasama 25 Tahun Energi Rendah Karbon Tanpa Emisi

Richard Graham MP, Utusan Perdagangan Perdana Menteri Inggris untuk Indonesia (Kiri). Dan Dodi Reza, Bupati Musi Banyuasin Sumatera Selatan (Kanan)

LONDON – Pemerintah Inggris dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, serta Kabupaten Musi Banyuasin meluncurkan kerjasama dan kolaborasi bisnis 25 tahun penelitian mobilitas tanpa emisi, energy rendah karbon.

Peluncuran kerjasama Provinsi Sumatera Selatan dan innovator infrastuktur Inggris, Ecubes Arcola dihadiri Gubernur Pemprov Sumatera Selatan Alex Noerdin dan Bupati MUBA (Musi Banyuasin) Dodi Reza, Utusan Perdagangan Perdana Menteri Inggris untuk Indonesia Richard Graham MP, dan Menteri Perdagangan Inggris Greg Hands.

Pertemuan yang dilakukan di Winston Churcil Room di Kantor Kementrian Keuangan Inggris (Treasury Her Majesty), London, digelar pada Selasa 14 November 2017.

Kolaborasi 25 tahun ini akan melibatkan program rolling proyek infrastruktur bersih dan rendah karbon termasuk pembangkit listrik dan mobilitas. “Selama 25 tahun ke depan kita akan melihat transformasi pembangkit listrik dan sistem transportasi kita menjadi teknologi zero-emission, memastikan kita memiliki udara bersih dan energi terbarukan yang terjangkau,” ujar Alex Noerdin di sela-sela pertemuan.

Sejalan dengan itu, sebuah kemitraan penelitian antara Inggris dan Sumatera Selatan akan membangun program pelatihan dengan Ecubes Arcola dengan universitas terkemuka dunia di Inggris.

Ecubes Arcola melalui Managing Directornya Dr. Ben Todd menjelaskan pihaknya juga telah bermitra dengan produsen alat listrik dan pemasok teknik terkemuka di Inggris dan dengan PT-PP Persero, untuk memberikan proyek pembangkit listrik di Indonesia. “’Dengan dedikasi mitra kami di Inggris dan di Indonesia kita memiliki kesempatan nyata untuk mempercepat transisi menuju ekonomi rendah karbon di Sumatera Selatan,” ujar Todd.

Pria yang juga seorang ilmuwan ternama Inggris ini juga mengungkapkan sudah saatnya dunia beralih ke bahan bakar non fosil karena selain ramah lingkungan, biaya yang dikeluarkanpun akan sangat jauh lebih murah.

Ecubes Arcola dan PT-PP sendiri telah mengidentifikasi lebih dari 1GW proyek potensial, dengan proyek 10MW pertama di Kabupaten MUBA (Musi Banyuasin) yang akan segera dimulai dalam waktu dekat.

Langkah ini pun juga disambut hangat Bupati MUBA Dodi Reza ,“Untuk mewujudkan visi kami akan clean energy dan pertumbuhan ekonomi, kita harus berhasil menerapkan konsep energi baru yang melibatkan penetrasi energi terbarukan yang tinggi. Pendekatan inilah yang memungkinkan proyek pertama dalam program ini berjalan, dan ini akan memastikan keberhasilan proyek-proyek masa depan,” pungkas Dodi.

Ecubes Arcola juga akan bekerja sama dengan PT-PP pada proyek integrasi infrastruktur lintas sektoral yang pertama – yakni mobilitas nol emisi atau tanpa emisi hidrogen di Jakabaring Sports City, Palembang, untuk Asian Games 2018. Ini melibatkan pengiriman dan pengoperasian armada kendaraan hidrogen dan listrik. termasuk bus, minivan dan mobil, bersamaan dengan pengisian bahan bakar hidrogen dan pengisian listrik yang sesuai.

Proyek ini diprakarsai Ecubes Arcola dengan dukungan penuh Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin dan disponsori oleh PT-PP.  “Dengan teknologi yang dibutuhkan sekarang tersedia, tantangan politik dan tantangan bisnis yang harus diatasi untuk memberikan konsep energi baru yang akan memberikan masa depan yang bersih dan makmur bagi semua orang,” ujar Aleksander Gerbec, Presiden Direktur Ecubes Arcola.

Gerbec menambahkan Ini adalah wujud nyata pendekatan Ecubes Arcola untuk menggunakan hydrogen untuk penyimpanan energi, guna memungkinkan penetrasi energi terbarukan yang lebih besar, dan menggunakan hidrogen untuk memberikan mobilitas yang ramah lingkungan tanpa emisi alias zero emisi.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here