Kisah Inspiratif PM Polandia dan Dua Mahasiswa Miskin

Presiden AS ke-31 Herbert Hoover (foto: Ist)

“‘Kisah Nyata, Pianis Besar Membantu Dua Mahasiswa Miskin. Dia Tak Menyangka Balasan yang Terjadi Puluhan Tahun Kemudian”‘

Ini adalah kisah nyata yang terjadi pada tahun 1892 di Stanford University, Amerika Serikat. Sebuah kisah yang tak terlupakan.

Bermula dari seorang mahasiswa muda berusia 18 tahun yang berjuang untuk membayar kuliahnya. Dia adalah seorang yatim piatu, tidak tahu harus mencari uang kemana.

Akhirnya, dia memiliki ide untuk memberikan solusi atas masalahnya. Dengan mengajak seorang temannya, dia memutuskan untuk menggelar konser musik guna mengumpulkan uang, untuk pendidikan mereka berdua.

Agar menarik mahasiswa lain untuk datang, dia pun mengundang pianis ternama Ignacy J Paderewski. Saat itu, sang manager meminta biaya USD2,000 untuk sebuah konser piano. Akhirnya, kesepakatan pun terjalin.

Akhirnya, dua anak muda itu pun mulai bekerja dengan keras hingga akhirnya konser terlaksana dengan baik. Hari pelaksanaan konser pun tiba, Paderewski akhirnya datang dan melaksanakan konser piano di Stanford University.

Tapi saying, kedua mahasiswa itu tidak berhasil menjual tiket sesuai target mereka. Dari penjualan tiket yang berhasil dijual, mereka hanya mendapatkan USD1,600.

Kekecewaan pun menyelimuti mereka berdua, mereka pun pergi ke Paderewski dan menjelaskan hasil penjualan tiket mereka. Keduanya pun menyerahkan seluruh uang USD1,600, ditambah dengan sebuah cek sebesar USD400, agar pas sesuai janji USD2,000. Keduanya, janji untuk melunasi cek tersebut secepatnya.

Tapi, apa yang terjadi kemudian sangat mengejutkan kedua pemuda tersebut.

“Tidak” kata Paderewski.

“Aku tidak dapat menerimanya.”

Dia kemudian menyobek cek tersebut dan mengembalikan uang USD1,600 sambil mengatakan hal ini kepada kedua mahasiswa tersebut,

“Ini uang USD1,600 kalian ambil. Gunakanlah untuk biaya kuliah kalian.”

“Aku akan mainkan konser piano tanpa perlu kalian bayar !”

Keduanya mahasiswa itu pun terkejut, dan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada pianis ternama itu.

Entah mengapa Paderewski melakukan tindakan itu, padahal dia sama sekali tidak mengenal kedua pemuda itu. Kemudian, mereka pun berpisah, dan tak pernah bertemu lagi.

Popularitas Paderewski tidak hanya di dunia musik, dia juga seorang politikus dan mewakili kemerdekaan Polandia. Hingga akhirnya, dia dipercaya menjadi seorang Perdana Menteri Polandia.

Sayangnya, ketika Perang Dunia Pertama dimulai, Polandia terkena imbasnya, kelaparan terjadi di mana-mana. Ada lebih dari 1,5 juta orang di negaranya mengalami kelaparan, tidak ada uang untuk memberi mereka makan. Paderewski pun bingung, tak tahu kemana untuk meminta bantuan.

Dengan terpaksa, dia pun mengulurkan tangan ke Administrasi Makanan dan Bantuan AS untuk meminta bantuan untuk rakyatnya. Saat itu, Presiden Amerika Serikat bernama Herbert Hoover. Dia pun setuju untuk memberikan bantuan dan langsung dengan cepat mengirimkan berton-ton bahan makanan untuk rakyat Polandia yang tengah kelaparan. Dengan bantuan itu, akhirnya bencana kelaparan pun dapat dihindari.

Paderewski pun lega. Dia memutuskan untuk bertemu langsung dengan Presiden Herbert Hoovert untuk mengucapkan terima kasih secara langsung atas bantuannya yang luar biasa.

Saat bertemu, Paderewski pun tak bisa menahan diri untuk mengucapkan terima kasih atas sikap mulia Herbert Hoover. Tapi, dengan cepat Hoover menyela sikap tersebut, dan mengatakan hal yang tidak pernah disangka Paderewski.

“Anda tidak harus berterima kasih kepada saya, Pak Perdana Menteri.”

“Anda mungkin sudah lupa, tetapi saya tidak akan pernah dapat melupakannya,” lanjut Hoover.

“Beberapa tahun yang lalu, Anda telah membantu biaya kuliah dua mahasiswa muda di Stanford University. Saya adalah salah satu dari mereka….”

Paderewski pun langsung terkejut, dia tidak menyangka, Presiden AS itu adalah mahasiswa yang nyaris putus kuliah jika tidak dia bantu dengan uang konsernya saat itu.

Presiden AS ke-31 Herbert Hoover dan PM Polandia Paderewski (foto: Ist)

Hidup memang tidak pernah terduga, kapan kita berbuat baik, dan kapan perbuatan baik itu akan membawa kita kebaikan di masa mendatang. Berbuat baiknya, dan jangan pernah mengharapkan balasannya.

sumber: ushistory.org

Bagikan Yuk..!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here