Kisah Nyata Buruh Pabrik Jadi Orang Terkaya Dunia

Zhou Qunfei

JIKA Anda seorang buruh pabrik dengan gaji pas-pasan, bahkan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan setiap bulannya. Jangan pernah berpikir bahwa dunia sudah berakhir, dan masa depan Anda  selamanya akan suram. Bisa saja, suatu saat nanti anda menjadi orang terkaya dunia. Ini bukan mimpi, khayalan atau cerita dongeng. Ini kisahnya.

Namanya adalah Zhou Qunfei, panggilannya adalah Zhou. Dia terlahir dari sebuah keluarga miskin di China. Ayahnya adalah seorang pensiunan tentara yang tunanetra. Dia kehilangan jari akibat kecelakaan yang pernah dialaminya tahun 1960. Di usia Zhou 5 tahun, ibundanya meninggal dunia. Akhirnya, terpaksa sang ayah menghidupinya seorang diri dengan membuat kerajinan dari bambu, seperti membuat keranjang dan kursi.

Zhou adalah anak yang berbakat dan berprestasi di sekolah, dipuji guru sebagai murid yang tekun, ulet, dan berbakat. Bahkan, dia pun menjadi satu-satunya anak dari keluarganya yang berhasil melanjutkan sekolah hingga jenjang kedua.

Tapi sayang, Zhou dikeluarkan dari sekolah karena suatu hal yang tidak terungkap. Dia pun selanjutnya pindah bersama keluarga sang paman. Zhou tidak mau berpangku tangan, sehingga dia bekerja sebagai buruh migran di Shenzhen, sebuah kawasan ekonomi khusus di Provinsi Guangdong.

Setelah putus sekolah, dia sempat membuang minatnya melanjutkan studinya. Tapi, kemudian  dia berubah pikiran dan mengambil kelas paruh waktu di Universita Shenzen, yang kebetulan dekat dengan tempatnya bekerja. Di universitastersebut, dia belajar banyak hal dan berhasil mendapatkan sejumlah sertifikasi akuntansi, operasi komputer, hingga lisensi mengemudi kendaraan komersial. Baginya, kesalahan terbesarnya dalam hidup adalah, dia tidak mempelajari bahasa Inggris dengan baik

Zhou awalnya sangat bercita-cita menjadi seorang fashion designer, tapi kemudian dia bekerja di sebuah perusahaan keluarga dengan gaji bulanan 180 Yuan. Tapi, tak lama dia keluar dengan kondisi pekerjaannya.

Lalu, tahun 1993, di usia ke-22 dengan tabungannya sebesar Hk$20,000 dia mulai mendirikan sebuah perusahaan. Dia sejumlah keluarganya, dari keponakan hingga kakak lelaki dan perempuan untuk bekerja di tempatnya.

Perusahaan yang dia dirikan bergerak memproduksi kaca dan lensa untuk jam tangan dengan kualitas yang tinggi. Selanjutnya, perusahaan tersebut berkembang dan membuat layar sentuh untuk mobile phone dari sebuah perusahaan cukup besar di China yaitu TCL Corporation.

Tahun 2003, perusahaannya mendapat permintaan dari Motorola untuk  memproduksi layar kaca untuk produk Razr V3. Pada periode ini terjadi transisi industri mobile beralih dari plastik ke layar kaca.

Perusahaannya semakin berkembang, sehingga dia menamakan perusahaan tersebut menjadi Lens Tehcnology. Di tahun yang sama, perusahaannya juga kebanjiran order dari mereka handphone ternama lainnya, seperti HTC, Nokia, dan Samsung Electronics. Tahun 2007, Apple iPhone juga disuplai layar sentuhnya dari perusahaan ini. Bahkan, hingga saat ini Lens Technology masih menjadi pemasok untuk Apple, Samsung, dan Huawei.

Dua tahun lalu, 18 Maret 2015, di saat usia Lens Technology menginjak 22 tahun. Perusahaan tersebut melantai di bursa Shenzen, dan saat itu termasuk perusahaan teknologi terbesar yang melakukan Initial Public Offering (IPO) terbesar di kuartal I-2015. Kini, Zhou Qunfei, seorang anak pensiunan tentara miskin yang  pernah bekerja sebagai buruh wanita itu didaulat menjadi orang terkaya 186 menurut majalah Forbes, kekayaannya mencapai Rp123 triliun.

Jadi, Anda masih tidak percaya seorang buruh bisa menjadi orang terkaya di dunia?

Bagikan Yuk..!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here